Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

ARDUINO INDONESIA OFFICIAL

Rabu, 23 September 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Suhu DS18B20 Menggunakan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Suhu DS18B20 Menggunakan Arduino Uno. Pada bagian ini akan dibahas contoh proyek pembacaan suhu dengan menggunakan sensor DS18B20 yang mencakup Interface Arduino dengan sensor DS18B20, langkah pemrograman dan penjelasan dari program yang telah dibuah.


Baca Juga : Sensor Suhu DS18B20.


Berikut ini adalah Schematics Diagram Sensor Suhu DS18B20 Menggunakan Arduino Uno :



Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Suhu DS18B20 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Library One Wire silahkan KLIK DISINI.

Library DS18B20 silahkan KLIK DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Suhu DS18B20 Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <OneWire.h>
#include <DallasTemperature.h>

#define ONE_WIRE_BUS 8

OneWire oneWire(ONE_WIRE_BUS);

void setup(void)
{
  Serial.begin(9600);
  sensorDS18B20.begin();
}

void loop(void)
{
  Serial.print("Meminta Data Suhu .......");
  sensorDS18B20.requestTemperatures();

  Serial.print("Suhu: ");
  Serial.println(sensorDS18B20.getTempCByIndex(0);
  delay(1000);
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor . Maka, akan tampil hasil pengukuran Jarak yang di inginkan.

 

 

Senin, 21 September 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Cahaya LDR Menggunakan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Cahaya LDR Menggunakan Arduino Uno. Arduino akan membaca input analog dari Sensor LDR kemudian hasilnya akan dibandingkan apakah Arduino perlu menyalakan LED atau tidak yang di sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi.


Baca Juga : LDR ( Light Dependent Resistor )


Berikut ini adalah gambar Schematics Diagram Sensor Cahaya LDR Menggunakan Arduino Uno :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor LDR >>> BELI DISINI
3. LED Red >>> BELI DISINI
4. Resistor 10 K Ohm >>> BELI DISINI
5. Resistor 330 Ohm >>> BELI DISINI
6. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Cahaya LDR Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

int LDR = A1;
int sensorValue = 0;

void setup()
{
  Serial.print(9600);
  pinMode(13, OUTPUT);
}

void loop()
{
  sensorValue = analogRead(LDR);
  Serial.println(sensorValue);
  float voltage = sensorValue*(5.0/1023.0);
  Serial.println(voltage);

  if(voltage <= 0)
  {
    digitalWrite(13, HIGH);
  }
  else
  {
    digitalWrite(13, LOW);
  }
  delay(1000);
}




Sabtu, 19 September 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) Menggunakan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) Menggunakan Arduino Uno. Cara kerjanya adalah Arduino membaca input dari Sensor PIR. Sensor PIR akan mengeluarkan output digital. Jika terdeteksi gerakan oleh sensor PIR maka Arduino akan menerima input dari sensor PIR dan hasil akhirnya Arduino akan menampilkan output sesuai kondisi yang di dapat pada serial monitor Arduino IDE. 


Baca Juga : Sensor PIR (Passive Infrared Receiver).


Berikut ini adala Schematics Diagram Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) Menggunakan Arduino Uno :


Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

int PIR = 4;
int statusPin = 0;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  pinMode(PIR, INPUT);
}

void loop()
{
  statusPin = digitalRead(PIR);
  if(statusPin == HIGH)
  {
    Serial.print("Gerakan Terdeteksi");
  }
  else
  {
    Serial.print("Tidak ada Gerakan");
  }
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor . Maka, akan tampil hasil pengukuran Jarak yang di inginkan.

 

 

Rabu, 16 September 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 2

- Tidak ada komentar

Kemarin kita sudah membahas tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 1. Kali ini kita akan bagikan Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 2. Sensor Ultrasonik HC-SR04 adalah modul sensor ultrasonik yang dapat mengukur jarak dengan rentang dari mulai 2 cm sampai dengan 400 cm (4 meter), dimana akurasinya mencapai 3 mm. Pada modul ini terdapat ultrasonik transmitter, receiver, dan control circuit. Berikut ini dasar prinsip kerja dari sensor ultrasonik HC-SR04 :

1. Mengambil IO trigger sedikitnya 10uS sinyal HIGH.
2. Modul transmitter secara otomatis mengirimkan 8 kali frekuensi 40KHz dan receiver mendeteksi sinyal feedback dari objek yang ada di depan sensor.
3. Jika receiver mendapatkan feedback , maka durasi waktu dari ouput HIGH adalah sama dengan waktu dari pengiriman dan penerimaan ultrasonik.


Baca Juga : Sensor Ultrasonik HC-SR04


Berikut ini adalah Schematic Diagram Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno :

 


Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Ultrasonic >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 2

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#define triger 8
#define echo 9

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  pinMode (triger, OUTPUT);
  pinMode (echo, INPUT);
}

void loop()
{
  digitalWrite (triger, HIGH); //mengirim suara
  delayMicroseconds(10); //selama 10 mikro detik
  digitalWrite (triger, LOW); //berhenti mengirim suara

  float jarak = pulseIn(echo, HIGH); //membaca data dan di masukkan ke variabel jarak
  jarak=jarak/1000000; //konversi mikro detik ke detik
  jarak=jarak*330/2; //data mentah di ubah ke dalam meter
  jarak=jarak*100; //mengubah data ke dalam centi meter
  delay(1000); //delay 1000ms

  Serial.print("Jarak = ");
  Serial.print(jarak);
  Serial.print(" cm");
  Serial.println();
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor . Maka, akan tampil hasil pengukuran Jarak yang di inginkan. 



Selasa, 15 September 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 1

- Tidak ada komentar

Sensor Ultrasonik HC-SR04 adalah modul sensor ultrasonik yang dapat mengukur jarak dengan rentang dari mulai 2 cm sampai dengan 400 cm (4 meter), dimana akurasinya mencapai 3 mm. Pada modul ini terdapat ultrasonik transmitter, receiver, dan control circuit. Berikut ini dasar prinsip kerja dari sensor ultrasonik HC-SR04 :

1. Mengambil IO trigger sedikitnya 10uS sinyal HIGH.
2. Modul transmitter secara otomatis mengirimkan 8 kali frekuensi 40KHz dan receiver mendeteksi sinyal feedback dari objek yang ada di depan sensor.
3. Jika receiver mendapatkan feedback , maka durasi waktu dari ouput HIGH adalah sama dengan waktu dari pengiriman dan penerimaan ultrasonik.

 

Baca Juga : Sensor Ultrasonik HC-SR04


Berikut ini adalah Schematic Diagram Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno :

 

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Ultrasonic >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

 

Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 1

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int TRIGPIN = 8;          
const int ECHOPIN = 9;
long timer;
int jarak;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  pinMode(ECHOPIN, INPUT);
  pinMode(TRIGPIN, OUTPUT);
}

void loop()
{
  digitalWrite(TRIGPIN, LOW);                   
  delayMicroseconds(2);
  digitalWrite(TRIGPIN, HIGH);                  
  delayMicroseconds(10);
  digitalWrite(TRIGPIN, LOW);                   

  timer = pulseIn(ECHOPIN, HIGH);
  jarak = timer/58;
  delay(1000);

  Serial.print("Jarak = ");
  Serial.print(jarak);
  Serial.print(" cm");
  Serial.println();
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor . Maka, akan tampil hasil pengukuran Jarak yang di inginkan.




Sabtu, 12 September 2020

Mengenal Variabel Pemrograman Bahasa C pada Arduino IDE

- Tidak ada komentar

Variabel digunakan untuk menyimpan atau memindahkan angka maupun karakter didalam program. Variabel merupakan sebuah cara untuk menamai dan menyimpan sebuah nilai yang akan digunakan pada program, seperti data dari sensor atau sebuah nilai sementara pada sebuah perhitungan. Sebelum variabel digunakan, variabel harus di deklarasikan terlebih dahulu. Mendeklarasikan sebuah variabel berarti mendefinisikan tipe variabel dan mungkin saja dapat juga memberikan inisialisasi nilai pada variabel tersebut. Variabel tidak harus diberikan nilai ketika dideklarasikan tapi hal tersebut juga sering berguna jika dilakukan.

 



Contoh :

//ini deklarasi variabel dengan nama Variabel_InputA.

int Variabel_InputA;


//ini deklarasi variabel dengan nama Variabel_InputB dengan nilai awalnya 0.

int Variabel_InputB = 0;

 

Seorang programmer harus mempertimbangkan rentang nilai tipe variabel sebelum menyimpan sebuah nilai. Pada variabel akan terjadi roll over ketika nilai yang disimpan melebihi rentang nilai yang diberikan untuk menyimpan pada tipe data tersebut. Ketika terjadi roll over maka variabel akan kembali ke kapasitas minimum variabel dari rentang yang ada.


Contoh :

int x

x = 10;

x = x - 1;

// x sekarang berisi 10. Roll over dari negatif.


x = -10;

x = x + 1;

// x sekarang berisi -10. Roll over dari positif.


Catatan penting untuk pemberian nama variabel adalah kita dapat memberikan nama variabel sesuai keinginan kita, namun hindari pemberian nama variabel diawali dengan angka dan hindari keyword (Kata Kunci) yang digunakan oleh Arduino.


Variabel dalam bahasa C yang digunakan Arduino memiliki properti yang disebut dengan scope. Hal ini tentu sangat berbeda dengan bahasa BASIC, karena semua variabelnya adalah variabel global.


Variabel global adalah variabel yang dapat digunakan oleh semua fungsi di dalam program. Variabel lokal adalah variabel yang hanya dapat digunakan di dalam suatu fungsi tempat tersebut di deklarasikan. Dalam ruang lingkup Arduino, semua variabel yang di deklarasikan di luar suatu fungsi (misalnya setup(), loop(), dan fungsi-fungsi lainnya) adalah variabel global. Ketika program semakin besar dan kompleks, maka variabel lokal sangat bermanfaat, karena variabel lokal pasti hanya di akses oleh satu fungsi yang memilikinya. Hal tersebut mencegah kesalahan pada pemrograman yang dikarenakan suatu fungsi mengubah isi atau nilai dari suatu variabel yang digunakan oleh fungsi yang lain. Berikut ini contoh dari scope dari suatu variabel :


int gPWMval; //semua fungsi dapat menggunakan variabel gPWMval ini


void setup()

{

    //variabel yang ada di dalam fungsi setup hanya dapat digunakan oleh fungsi setup saja

}


void loop()

{

   int i;     //variabel "i" hanya dapat diakses didalam fungsi loop    

   float f; //variabel "f" hanya dapat diakses didalam fungsi loop

       for (int j = 0; j < 100; j++)

   {

        //variabel "j" hanya dapat diakses didalam perulangan for saja

     }

}




Rabu, 09 September 2020

Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Indonesia merupakan daerah dengan 2 musim di setiap tahunnya. Musim tersebut adalah musim kemarau dan musim penghujan. Saat musim hujan tiba, biasanya akan banyak sungai yang meluap dan menyebabkan Banjir. Untuk melakukan mitigasi, maka kami mencoba membuat Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno


Alat ini mengukur Ketinggian dan Kecepatan Aliran Sungai yang kemudian apabila melebihi ambang batas tertentu akan mengirimkan notifikasi peringatan melalui SMS. Sehingga dapat menghindari kerugian dan korban jiwa, karena banjir bisa di deteksi secara Dini sebelum benar-benar meluap ke permukaan.


Baca Juga : Cara Program dan Akses Modul GSM SIM800L V.1 Menggunakan Arduino Nano/Uno .


Berikut ini adalah gambar Schematics Diagram Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno :


Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Ultrasonic >>> BELI DISINI
3. Module SIM800L >>> BELI DISINI
4. Water Flow Sensor >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
6. Dioda 1N4007 >>> BELI DISINI
7. Elco 470uF/16V >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

//Declare GSM
#include "SIM900.h"
#include "sms.h"
SMSGSM sms;
char smsbuffer[160];
char n[20];
boolean started=false;
#include <SoftwareSerial.h>

//Declare Sensor Ultrasonic
#define triger 8 //mendefinisikan trigger pada pin 8
#define echo 9 //mendeklarasikan echo pada pin 9

//Declare Sensor Water Flow
byte sensorInt = 0;
byte flowSensor_pin = 5;
float konst = 4.5;
float debit_air;
volatile byte count;
unsigned int flow_mlt;
unsigned long total_volume;
unsigned long oldTime;
unsigned int frac;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  pinMode (triger, OUTPUT); //trigger sebagai output
  pinMode (echo, INPUT); //echo sebagai input
 
  pinMode(flowSensor_pin, INPUT);
  digitalWrite(flowSensor_pin, HIGH);
 
  if (gsm.begin(9600))
  {
    Serial.println("\nstatus=READY");
    started=true;
  }
  else Serial.println("\nstatus=IDLE");
 
  if (started)
  {
    sms.SendSMS("0857xxxxxxxxxx", "Sistem Monitoring READY!!!");
  }

  count        = 0;
  debit_air    = 0.0;
  flow_mlt     = 0;
  total_volume = 0;
  oldTime      = 0;

  attachInterrupt(sensorInt, countPulse, FALLING);
  Serial.println("Menggunakan Water Flow Sensor");
}

void waterflow()
{
  if ((millis() - oldTime) > 1000)
  {
    detachInterrupt(sensorInt);
    debit_air = ((1000.0 / (millis() - oldTime)) * count) / konst;
    oldTime = millis();
    flow_mlt = (debit_air / 60) * 1000;
    total_volume += flow_mlt;

    frac;

    Serial.print("Debit air: ");
    Serial.print(int(debit_air));
    Serial.println(" L/min");

    Serial.print("Volume air: ");
    Serial.print(total_volume);
    Serial.println(" mL");

    count = 0;

    attachInterrupt(sensorInt, countPulse, FALLING);
  }
}

void loop()
{
  digitalWrite (triger, HIGH); //mengirim suara
  delayMicroseconds(10); //selama 10 mikro detik
  digitalWrite (triger, LOW); //berhenti mengirim suara

  float jarak = pulseIn(echo, HIGH); //membaca data dan di masukkan ke variabel jarak
  jarak=jarak/1000000; //konversi mikro detik ke detik
  jarak=jarak*330/2; //data mentah di ubah ke dalam meter
  jarak=jarak*100; //mengubah data ke dalam centi meter
  Serial.println(jarak); //menampilkan nilai jarak pada serial

  if(started)
  {
    sms.GetSMS(1,n,20,smsbuffer,100);
    if(jarak <= 10.00)
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Berbahaya");
    }
    if(jarak > 10.00 && jarak <=20.00)
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Waspada");
    }
    if(jarak > 20.00)
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Normal");
    }
  }
  delay(5000);
 
  waterflow();
  if(started)
  {
    if(debit_air <=1 ) //Liter/Jam
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Normal");
    }
    if(debit_air > 1 && debit_air <= 3) //Liter/Jam
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Waspada");
    }
    if(debit_air > 3) //Liter/Jam
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Berbahaya");
    }
  }
  delay(5000);           
}

void countPulse()
{
  count++;
}


Selamat Mencoba !!!





Sabtu, 05 September 2020

Timer ON Relay with Arduino Tutorial

- Tidak ada komentar

Hari ini Arduino Indonesia akan berbagi sebuah alat yang serbaguna, yaitu Timer ON Relay menggunakan Arduino. Alat ini dapat digunakan sebagai pewaktu mundur atau counter up otomatis untuk mematikan sebuah perangkat elektronika. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan.

 

Baca Juga : Timer Off Relay with Arduino Tutorial.

 

Berikut ini adalah Schematic Diagram Timer ON Relay with Arduino :

Untuk menggunakan Module ini Anda perlu Library khusus untuk TM1637. Silahkan DOWNLOAD DISINI.

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Nano >>> BELI DISINI
2. Module TM1637 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI

4. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

 

Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Timer ON Relay with Arduino Tutorial

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <TM1637Display.h>
#define CLK 10
#define DIO 9
TM1637Display display(CLK, DIO);

int timer_menit=5;  //Setting waktu untuk Menit
int timer_detik=0;  //Setting waktu untuk Detik

int  firstnum=0;
int  secondnum=0;
int  thirdnum=0;
int  fournum=0;

int Relay = 4;

void setup()
{
 pinMode(Relay, OUTPUT);
 display.setBrightness(7);
 delay(1500);
 digitalWrite(Relay, HIGH);
}

void loop()
{
  uint8_t titikdua;
  titikdua = 0x80 ;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
 
  while (timer_menit == 0 && timer_detik == 0)
  {
    digitalWrite(Relay, LOW);
    uint8_t data[] = {0b00111111, 0b00111111, 0b00111111, 0b00111111};
    display.setSegments(data);
    titikdua = 0x80 ;
    display.setSegments(&titikdua, true, 1);
  }
 
  if (timer_menit > 9)
  {
    firstnum = timer_menit/10%10;
    secondnum = timer_menit%10;
  }

  else
  {
    secondnum = timer_menit;
  }
 
  if (timer_detik > 9)
  {
    thirdnum = timer_detik/10%10;
    fournum = timer_detik%10;
  }
 
  else
  {
    thirdnum = 0;
    fournum = timer_detik;
  }

  uint8_t data[] = {0x00, 0x00, 0x00, 0x00};
  display.setSegments(data);
  titikdua = 0x80;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
    
  if (timer_menit > 9)
  {
    display.showNumberDec(firstnum,false,1,0);
  }
 
  if (timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(secondnum,false,1,1);
  }

  if (timer_detik > 9 || timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(thirdnum,false,1,2);
  }
 
  display.showNumberDec(fournum,false,1,3);
  timer_detik=timer_detik-1;
  delay(1000);  // Delay of 1 second

  if (timer_detik == -1)
  {
    timer_menit=timer_menit-1;
    timer_detik=59;
  }
}

 

Selamat Mencoba !!!

Jumat, 04 September 2020

Timer OFF Relay with Arduino Tutorial

- Tidak ada komentar

Hari ini Arduino Indonesia akan berbagi sebuah alat yang serbaguna, yaitu Timer Off Relay menggunakan Arduino. Alat ini dapat digunakan sebagai pewaktu mundur atau counter down otomatis untuk mematikan sebuah perangkat elektronika. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan.


Baca Juga : Counter Up dan Counter Down dengan Display 7 Segment 4 Digit With Arduino Uno.


Berikut ini adalah Schematic Diagram Timer Off Relay with Arduino :



Untuk menggunakan Module ini Anda perlu Library khusus untuk TM1637. Silahkan DOWNLOAD DISINI.

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Nano >>> BELI DISINI
2. Module TM1637 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI

4. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Timer Off Relay with Arduino Tutorial

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <TM1637Display.h>
#define CLK 10
#define DIO 9
TM1637Display display(CLK, DIO);

int timer_menit=5;  //Setting waktu untuk Menit
int timer_detik=0;  //Setting waktu untuk Detik

int  firstnum=0;
int  secondnum=0;
int  thirdnum=0;
int  fournum=0;

int Relay = 4;

void setup()
{
 pinMode(Relay, OUTPUT);
 display.setBrightness(7);
 delay(1500);
 digitalWrite(Relay, LOW);
}

void loop()
{
  uint8_t titikdua;
  titikdua = 0x80 ;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
 
  while (timer_menit == 0 && timer_detik == 0)
  {
    digitalWrite(Relay, HIGH);
    uint8_t data[] = {0b00111111, 0b00111111, 0b00111111, 0b00111111};
    display.setSegments(data);
    titikdua = 0x80 ;
    display.setSegments(&titikdua, true, 1);
  }
 
  if (timer_menit > 9)
  {
    firstnum = timer_menit/10%10;
    secondnum = timer_menit%10;
  }

  else
  {
    secondnum = timer_menit;
  }
 
  if (timer_detik > 9)
  {
    thirdnum = timer_detik/10%10;
    fournum = timer_detik%10;
  }
 
  else
  {
    thirdnum = 0;
    fournum = timer_detik;
  }

  uint8_t data[] = {0x00, 0x00, 0x00, 0x00};
  display.setSegments(data);
  titikdua = 0x80;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
    
  if (timer_menit > 9)
  {
    display.showNumberDec(firstnum,false,1,0);
  }
 
  if (timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(secondnum,false,1,1);
  }

  if (timer_detik > 9 || timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(thirdnum,false,1,2);
  }
 
  display.showNumberDec(fournum,false,1,3);
  timer_detik=timer_detik-1;
  delay(1000);  // Delay of 1 second

  if (timer_detik == -1)
  {
    timer_menit=timer_menit-1;
    timer_detik=59;
  }
}

 

Selamat Mencoba !!!!!

 

 

 

Rabu, 02 September 2020

Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Kemarin kita sudah belajar tentang Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Alat tersebut masih ada kekurangan, yaitu nilai suhu nya tidak bisa kita ketahui secara detail. Maka, sekarang kita akan bagikan Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Hal ini bertujuan agar nilai Suhu dapat di lihat nilainya pada LCD 1602. 

 

Berikut ini adalah gambar Schematic Diagram Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno :


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module DHT11 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI
4. Lampu Pijar >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
6. Module LCD1602 >>> BELI DISINI
7. Module I2C LCD1602 >>> BELI DISINI

 

Library DHT11 KLIK DISINI.

Library LCD1602 with I2C KLIK DISINI.

 

Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27 ,16,2);

//DHT Library
#include "DHT.h"
#define DHTPIN 3
#define DHTTYPE DHT11
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);

const int Relay = 2;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  lcd.init(); // initialize the lcd
  lcd.backlight();
  dht.begin();
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("  ALAT PENETAS  ");
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print(" TELUR OTOMATIS ");
  delay(5000);
  lcd.clear();
  pinMode(Relay, OUTPUT);
  digitalWrite(Relay, LOW);
}

void loop()
{
  float temp = dht.readTemperature();
  int hum = dht.readHumidity();
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("Suhu: ");
  lcd.print(temp);
  lcd.print((char)223);
  lcd.print("C   ");
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("Humidity: ");
  lcd.print(hum);
  lcd.print("%  ");
  delay(1000);
 
  if (temp <= 37.5 || hum >= 60)
  {
    digitalWrite(Relay, LOW);
  }
  if (temp >= 39.5 || hum <= 50)
  {
    digitalWrite(Relay, HIGH);
  }
}


Selamat Mencoba !!!!