Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

ARDUINO INDONESIA OFFICIAL

Selasa, 16 Agustus 2022

Penjelasan tentang Mikrokontroler STM32

- Tidak ada komentar

STM32 adalah keluarga dari 32-bit sirkuit terpadu mikrokontroler oleh STMicroelectronics yang secara spesifik dikembangkan untuk aplikasi (Cortex-A), embedded (Cortex-M) dan real-time (Cortex-R). STM32 Cortex-M dirancang berdasarkan ARM®, Cortex®-M cores: Cortex®-M0 untuk STM32F0, Cortex®-M3 untuk STM32F1 dan STM32F2, Cortex®-M4 untuk STM32F3, STM32F4 dan STM32L4, serta Cortex®-M7 untuk STM32F7. Mikrokontroler ini cocok untuk melakukan pekerjaan embedded karena mengombinasikan performa tinggi dengan peripheral kelas satu, yang membuat kinerjanya STM32 lebih unggul dibandingkan dengan Arduino. STM32 digunakan di berbagai aplikasi dari printer sederhana hingga papan sirkuit kompleks sebagai hasil dari pengembangan firmware dan embedded system menggunakan mikorkontroler STM32. Mikrokontroler ini sangat cocok untuk aplikasi daya rendah.  

Selasa, 09 Agustus 2022

Penjelasan tentang Development Board STM32 ARM

- Tidak ada komentar
STM32 Development Board adalah sebuah development board untuk mikrokontroler ARM Cortex M3. Jika dibandingkan dengan board Arduino resmi dan juga perangkat open source lainnya, board ini terbilang cukup murah. Mikrokontroler yang ada di dalam STM32 adalah STM32F103C8T6 dari STMicroelectronics. Board STM32 menggunakan dua osilator kristal, satu diantaranya kristal 8 MHz dan yang lainnya adalah kristal 32 KHz. Keduanya dapat digunakan untuk menggerakkan RTC internal (Real Time Clock). Oleh sebab itu, MCU dapat beroperasi dalam mode deep sleep sehingga ideal untuk aplikasi yang dioperasikan dengan baterai.

Senin, 08 Agustus 2022

Penjelasan tentang Development Board Raspberry Pi Pico RP2040

- Tidak ada komentar

Raspberry Pi Pico merupakan development board yang dikembangkan oleh Raspberry Pi Foundation dengan mengemas chip bikinan sendiri, yaitu RP2040. Dua karakter di depan yaitu RP merupakan singkatan dari "Raspberry Pi", sedangkan angka "2" menandakan jumlah inti yang ada pada mikrokontroller tersebut. Angka "0" mengindikasikan jenis prosesor yang digunakan yaitu Cortex - M0, sedangkan "4" dan "0", jika dihitung menggunakan formula floor (log2(x/16k)) akan menghasilkan kapasitas SRAM dan penyimpanan non-volatible yang dimilikinya. Mikrokontroller RP2040 merupakan mikrokontroller yang memiliki arsitektur dual core ARM Cortex-M0+ dengan kecepatan frekuensi maksimum hingga 133 MHz.



Raspberry Pi Pico sangat cocok digunakan untuk proyek-proyek mikrokontroler maupun robotika karena memiliki performa yang baik. Raspberry Pi Pico dapat diprogram menggunakan bahasa pemrograman MicroPython dan C/C++.

Spesifikasi Utama RP2040

1. Core - Dual Cortex M0+ dengan frekuensi clock hingga 133 MHz. (48MHz default)


2. Memory – 264 kB of embedded SRAM in 6 banks

3. Peripherals

    • 30 multifunction GPIO

    • 6 dedicated I/O for SPI Flash (supporting XIP)


    • Dedicated hardware for commonly used peripherals


    • Programmable I/O for extended peripheral support


    • 4 channel ADC with an internal temperature sensor, 0.5 MSa/s, 12-bit conversion

    • USB 1.1 Host/Device

4. Debugging – SWD Debug interface

5. Package – QFN56 7x7mm


Diagram Arsitektur RP2040




Pinout RP2040



Spesifikasi Raspberry Pi Pico

    • Penyimpanan – 2MB QSPI flash


    • USB – 1x Micro USB 1.1 port used for power and programming


    • Expansion
   

    • 2x 20-pin 2.54mm pitch header and castellated holes with 26 GPIOs, 3x 12-bit ADC up to 500 Kbps, 2x UART, 2x I2C, 2x SPI, 16x PWM, 2x programmable high-speed I/O (for SD card, VGA, etc…)


• 3.3V I/O voltage


• Sensor – 12-bit temperature sensor


• Debugging – 3-pin Arm Serial Wire Debug (SWD) port


• Misc – BOOTSEL button, user LED (GP25), 1x Timer with 4x alarms, RTC

• Power Supply – 5V via Micro USB port or 2 to 5V DC via VSYS pin

• Dimensions – 51 x 21mm







Raspberry Pi Pico dirancang sebagai board yang berguna memperluas fungsionalitas dari RP2040 dan kemudahan programmer untuk mengakses sebagian besar fiturnya termasuk pin – pin GPIO, yang memiliki skema pinout sebagai berikut.







Raspberry Pi Pico sudah dilengkapi dengan rangkaian regulator daya didalamnya, sehingga dapat dicatu dengan sumber daya dengan tegangan yang bervariasi mulai dari 1.8 V hingga 5.5 V. Sehingga dua baterai ukuran AA yang disusun seri, sudah cukup untuk menjalankan board ini.



Raspberry Pi Pico memiliki fitur dan fungsionalitas yang kuat dan lebih banyak. Dilihat dari segi programming atau SDK, Raspberry Pi Pico cukup mudah apabila menggunakan bahasa MycroPython untuk setupnya dan untuk contoh program sudah terdapat dokumentasi pada website resmi Raspberry Pi. Sedangkan untuk setup SDK C/C++ Pico masih sulit, karena belum ada IDE dedicated. Selain itu, Raspberry Pi juga tidak memiliki internal Bluethooth dan WiFi yang sangat dibutuhkan untuk project-project Internet of Things.

Senin, 01 Agustus 2022

Penjelasan dan Pengertian LDMicro PLC

- Tidak ada komentar

Ladder Diagram merupakan bahasa logika pemrograman yang paling banyak digunakan dalam Programmable Logic Controller. Ladder Diagram ditulis sebagai konstruksi relay racks yang digunakan dalam dunia manufaktur dan proses kontrol. Dalam sistem otomasi, bahasa pemrograman ini menjadi salah satu yang wajib dipelajari, khususnya yang bertugas di bagian IT, teknisi dan maintenance. Hampir sama dengan bahasa pemrograman lainnya, Ladder Diagram juga terdiri dari input dan output. Input berupa kode binary, sedangkan output berupa eksekusi yang diinstruksikan dalam rangkaian kode.

 

LDMicro PLC



Fungsi utama dari bahasa pemrograman ini adalah untuk mengontrol dan memonitor tiap relay menggunakan simbol dan diagram grafik tertentu. Ladder Diagram memiliki beberapa fungsi yang fleksibel, antara lain :

1. Sebagai sistem perlindungan otomatis

2. Sebagai sistem timer

3. Sebagai sistem counter


Ladder Diagram bukan satu-satunya bahasa pemrograman yang bisa digunakan dalam Programmable Logic Controller. Ada beberapa bahasa lain seperti Structured Text, Sequential Function Charts, Function Block Diagram, dan Instruction List.

Kelebihan Ladder Diagram

1. Mudah ketika proses debugging


Ladder Diagram memiliki tools khusus yang bisa memproyeksikan kode output menggunakan animasi power flow. Jadi, apabila masih ada bug yang perlu diperbaiki bisa langsung terlihat lewat animasi.


2. Inuitif


Proses coding bisa lebih inuitif dengan representasi langsung dari tiap circuit yang sedang diprogram. Selain itu, bisa juga membuat proses coding menjadi lebih mudah karena bisa melihat input dan output dari setiap circuit di Programmable Logic Controller sejak masih dalam program di komputer.

3. Self-documentation

Bisa menulis kode perintah dan menulis desain secara bersamaan. Hal ini membuat penulisan kode memakan waktu lebih cepat daripada menggunakan bahasa lainnya.


4. Stylistic

Ladder Diagram bisa ditulis menggunakan style yang diinginkan. Dalam satu perintah bisa ditulis dengan berbagai macam cara dan tetap menghasilkan input serta output yang serupa.

Kekurangan Ladder Diagram


1. Sulit dalam mengelompokkan data structure


Apabila sedang menulis rangkaian kode yang panjang, mengelompokkan dan memproteksi data structure menjadi hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan tidak adanya fitur grouping membuat menulis, mengedit, hingga debugging harus dilakukan dengan sangat hati-hati.


2. Tidak ada kode dan logic encapsulation

Logic encapsulation adalah fitur dimana rangkaian kode bisa dijadikan satu bundle atau class. Fitur ini membuat proses merangkai kode jadi lebih cepat dan dapat ditemukan di hampir semua jenis bahasa pemrograman. Akan tetapi, Ladder Diagram tidak memiliki fitur ini. Sehingga, semua kode yang panjang sekalipun harus ditulis berulang-ulang secara manual. Hal ini membuat kemungkinan terdapat bug hanya karena salah ketik jadi semakin besar.


3. Hanya bisa menggunakan kombinasi artimatika sederhana

Merangkai kode yang rumit untuk sistem otomasi berskala besar tidak bisa dilakukan dengan Ladder Diagram. Sebab, bahasa ini menyimpan semua rangkaian kode di lokasi memori. Sehingga, operasi artimatika dengan variabel yang besar dan rumit akan membuat program sulit untuk digunakan.

LD-Micro adalah sebuah software IDE (Integrated Development Environment), yang merupakan penggabungkan editor, assembler, compiler, dan debugger dalam menghasilkan kode mesin (File Hex) untuk mikrokontroler. Program pada software ini tidak berbentuk teks, tetapi berbentuk diagram tangga (ladder diagram) yang nantinya akan digunakan untuk mengoperasikan PLC itu sendiri. Program yang dibuat dapat disimulasikan untuk melihat jalannya program tersebut. Mikrokontroler yang bisa menggunakan aplikasi software LDMicro ini hanya beberapa dari keluarga PIC dan keluarga AVR.

1. Keluarga PIC

    • PIC16F628(A)


    • PIC16F88


    • PIC16F819

    • PIC16F877(A)

    • PIC16F876(A)


    • PIC16F887


    • PIC16F886


2. Keluarga AVR


    • ATmega128


    • ATmega64,

    • ATmega162


    • ATmega32


    • ATmega16


    • Atmega 8


Salah satu kelebihan dari LDMicro ini yaitu tersedianya intruksi-intruksi yang cukup lengkap untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi PLC pada umumnya.

LDmicro merupakan salah satu bahasa program yang digunakan oleh para programmer PLC. Seseorang harus menggunakan LDMicro PLC dalam pemrograman karena LDmicro adalah sebuah software pemrograman mikrokontroler keluarga PIC dan AVR yang menggunakan bahasa ladder seperti layaknya PLC atau Smart-Relay.


Oleh karena itu, software ini sangat cocok untuk praktisi listrik yang lebih familiar dengan ladder daripada mnemonic assembler dan bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti BASIC, C, atau PASCAL. Selain itu, aplikasi ini juga sangat cocok untuk pelajar dibidang Otomasi, Eletronika & Mekatronika Karna bersifat freeware.

Selasa, 26 Juli 2022

I/O Outseal PLC Mega

- Tidak ada komentar

Outseal PLC Mega menggunakan IC ATmega128A sebagai CPU dan dilengkapi dengan board I/O yang sudah mengikuti standard IEC 61131-2. Outseal PLC Mega mempunyai 2 jalur komunikasi serial sehingga memungkinkan modbus slave dan master berjalan secara bersamaan. Outseal PLC Mega V.1 merupakan pengembangan PLC Nano dengan penambahan jumlah I/O, serial port dan high-speed counter (HSC). Outseal PLC Mega V.1 sudah menggunakan switching buck converter sebagai pengganti linear regulator dimana panas yang dihasilkan lebih kecil daripada linear regulator sehingga dapat menerima tegangan listrik catu daya 6 sampai 24V. 

Rabu, 06 April 2022

Menjalankan Kode Program Aplikasi IoT

- Tidak ada komentar


 

Beberapa kode program yang telah ditulis berikutnya perlu diunggah pada VPS. Pada contoh akan diunggah dengan fungsi dari program scp. Program ini memanfaatkan jalur komunikasi yang sama dengan ssh. Contoh perintah dari program ini adalah :

 

scp apps/*iot@206.189.94.98:/home/iotapps/apps

 

Perintah tersebut akan memindahkan semua berkas yang ada pada direktori apps di komputer ke sebuah VPS dengan alamat 206.189.94.98 pada direktori /home/iot/apps. Berikutnya simpan kode program untuk antarmuka halaman website ke dalam direktori templates.

 

 

Untuk menjalankan program tersebut pada terminal gunakan perintah Phyton webservice.py. Pada gambar di bawah ini adalah tampilan dari rekaman proses jalankan kode program webservice.py. Terdapat status kode 200 dari fungsi GET dan POST pada gambar tersebut, hal ini menandakan program telah berjalan dengan baik dalam melayani permintaan pengguna.



Opsi lain untuk menjalankan program adalah dengan perintah nohub

 

nohub Phyton /home/iotapps/webservice.py > log.txt &

 

Program ini menjadikan kode webservice.py berjalan secara daemon, jika menggunakan opsi pertama program akan tertutup saat akses ke terminal terputus. Ketika menggunakan opsi nohub sebuah berkas dengan log.txt akan terbuat, berkas tersebut sebagai luaran dari program webservice.py. Isi dari log.txt sama dengan tampilan pada gambar di atas pada berkas log.txt dapat juga berisi catatan error., jika ada konfigurasi atau kode yang salah saat program dijalankan. Karena berbasis daemon, selain dari log.txt, dapat juga dilihat dengan perintah netstat, apakah program telah berjalan.

 


Pada gambar di atas terlihat ada port 5001 yang aktif, hal itu menandakan program telah berjalan dan sudah dapat digunakan untuk menerima data dari IGD. Program ini akan berjalan pada port 5001 dan listen ke semua interface, jadi setelah dijalankan untuk fungsi POST dapat dilakukan dengan alamat :

 

https://206.189.94.98:5001/api/post

 

Sedangkan untuk meminta data berdasarkan topik dapat dilakukan dengan mengakses alamat :

 

https://206.189.94.98:5001/getData/<idTopic>

 

Setelah web services siap digunakan, jalankan internet gateway dan kirim beberapa data ke web services dengan method POST. Pada gambar di bawah ini contoh data yang telah tersimpan pada database MongoDB. Data tersebut dilihat dengan MongoShell.

 


  
 


Pada gambar di atas adalah tampilan awal aplikasi IoT berbasis web yang berjalan pada sebuah VPS. Aplikasi tersebut diakses dengan alamat https://206.189.94.98:5001/. Terlihat ada 2 topik yang tersimpan yaitu /dht dan /image. Pada gambar di atas adalah informasi terkait data apa saja yang disimpan dengan topik /dht. Sedangkan gambar di bawahnya lagi adalah gambar tampilan terkait data yang disimpan dengan topik /image.

 

Dengan demikian pembahasan terkait IoT yang terbagi antara layer infrastruktur IoT, layer middleware dan layer aplikasi telah selesai.  


Selasa, 05 April 2022

Praktik Pengembangan Aplikasi IoT Berbasis Cloud Computing

- Tidak ada komentar

Pada bagian ini disajikan bagaimana membangun sebuah aplikasi IoT yang dijalankan pada lingkungan komputasi awan (cloud computing). Aplikasi yang dicontohkan terdiri dari web services, media penyimpanan dan aplikasi visualisasi data. Sebagai contoh program ini dijalankan pada virtual private server (VPS) dengan alamat IP 206.189.94.98. Untuk mendapatkan VPS dapat dilakukan dengan cara menyewa ke penyedia jasa internet atau ISP.

 

Pada pembuatan aplikasi, ditulis menggunakan bahasa pemrograman Phyton dengan menggunakan beberapa library tambahan di antaranya :

 

1. Sebuah virtual private server dengan sistem operasi Ubuntu server

 

Pada saat pembuatan instance pada VPS terdapat pilihan sistem operasi. Pada praktik dicontohkan menggunakan Ubuntu server.

 

2. Database NoSQL MongoDB

 

Setelah VPS siap digunakan, berikutnya adalah instalasi database MongoDB. Perintahnya sudo apt-target install -y mongodb-org. Berikutnya jalankan layanan MongoDB dengan perintah sudo server mongod start

 

3. Library Phyton yang digunakan

 

    pip

 

Sebuah alat bantu untuk memasang library yang dibutuhkan pada pemrograman dengan bahasa Phyton. Cara penggunaannya pip install [nama library].


    Flask

 

Sebuah framework perangkat lunak untuk mengembangkan aplikasi berbasis web dengan bahasa pemrograman Phyton. Framework ini juga dilengkapi dengan fungsi untuk menyediakan web server, jadi kode program yang telah ditulis dapat dijalankan tanpa bantuan web server seperti apache. Cara instalasi framework ini dengan perintah pip install flask.


    Pymongo

 

Sebuah library untuk menghubungkan antara kode program dari bahasa Phyton dengan database MongoDB. Cara instalasi library ini dengan perintah pip install pymongo.


    Bootstrap

 

Sebuah framework yang menyediakan beberapa fungsi untuk membuat antarmuka atau tampilan sebuah halaman website.


    Editor program

 

Sebuah editor kode program diperlukan untuk menulis program aplikasi IoT. Setelah kode selesai ditulis berikutnya unggah ke virtual private server dengan program FTP client atau perintah scp. Cara unggah akan dijelaskan kemudian. Untuk keseluruhan kode program dapat dilihat pada kode program 9 sampai 14.

 

Kode Program Aplikasi IoT

 

Terdapat beberapa kode program yang akan digunakan untuk menjalankan fungsi seperti gambar sebelumnya, kode program tersebut meliputi :

 

1. webservices.py 

 

Berfungsi sebagai program utama, di dalamnya terdapat beberapa  fungsi yaitu method POST untuk menerima pesan dari pengirim (Node sensor atau IGD). Berikutnya data akan disimpan ke database mongodb berdasarkan topik. Jika topik yang diterima belum pernah tersimpan sebelumnya, maka akan dibuat collection baru pada MongoDB. Berikutnya method GET untuk menerima permintaan dari aplikasi lain terkait data yang telah tersimpan. 

 

2. Usershowdata.htmls

 

Sebuah kode program antarmuka untuk menampilkan topik-topik yang tersimpan.

 

3. showdataJSON.htmls

 

Kode program antarmuka untuk menampilkan data dari sensor dengan topik /DHT.

 

4. showDataFiles.html

 

Kode program untuk visualisasi isi data dari sensor yang dikirim dengan topik /image.

 

5. userNavabar.html

 

Kode program antarmuka untuk navigasi ke tampilan awal.

 

6. userHeader.html

 

Kode program antarmuka untuk memberi judul header halaman website.

 

Keenam kode tersebut membentuk sebuah hubungan yang digambarkan pada gambar di bawah ini. Fungsi utama terdapat pada webservice.py sedangkan kode lainnya berguna untuk menampilkan data secara grafis.

 

 

Berikutnya adalah pembahasan untuk masing-masing kode program. Kode program 9 dengan nama webservice.py adalah inti dari aplikasi IoT yang dicontohkan, untuk pembahasan terdapat garis penting pada kode program ditandai dengan [blok pada baris].

 

 

Pada kode program 9, terdapat beberapa fungsi yaitu :

 

a. Inisialisasi database

 

Baris 17 adalah inisialisasi database yang digunakan. Untuk database yang digunakan dalam program ini adalah MongoDB dengan alamat 127.0.0.1. Artinya database tersebut ada dalam host yang sama dengan program webservice.py. Sedangkan port yang digunakan adalah 27107. Nama database yang digunakan adalah IoTapps, pada baris 167.

 

b. Fungsi POST data 

 

Pada baris 49-83, adalah kode yang mendefinisikan method POST. Fungsi bekerja dengan menangkap parameter data dari Internet Gateway berdasarkan topik. Berikutnya data akan disimpan pada koleksi database MongoDB sesuai dengan masing-masing topik. Fungsi ini dapat diakses pada http://[alamat-host]/api/post. Pada baris ke 82 merupakan pesan response dari server ke pengirim (IGD) jika data telah berhasil disimpan pada database.

 

c. Fungsi create topic

 

Pada baris 40-47,  data yang diterima akan disimpan dalam sebuah database dan setiap topik akan dipisah pada masing-masing collection. Jika topik baru disimpan maka akan dibuat collection baru, jika topik sudah ada maka akan langsung disimpan pada collection yang sudah ada.

 

d. Fungsi melihat semua topik yang tersimpan

 

    Pada baris 85-90 berisi kode untuk menampilkan topik yang tersimpan pada database MongoDB. Hasil dari fungsi ini akan ditampilkan pada sebuah halaman website dengan memanggil kode program 10 userShowData.html.

 

 

e. Metode GET

 

Baris ke 92-144ada kode program webservice.py adalah fungsi untuk menampilkan semua data yang tersimpan pada database sesuai dengan topik. Dalam contoh terdapat kode untuk menampilkan data ke dalam halaman website. Untuk data json dengan topik /dht ditampilkan ke halaman dengan memanggil kode program 24 'showDataJSON.html', sedangkan untuk data gambar dengan topik /image, ditampilkan dengan kode program 12 yaitu 'showDataFiles.html'.

 


f. Fungsi melihat data file 

 

Baris ke 146 sampai 152 pada kode program webservice.py, digunakan untuk melihat data jenis gambar yang tersimpan pada MongoDB. Pada contoh program ini hanya menampilkan secara raw data, belum sampai ke konversi data gambar.

 

g. Fungsi delete topic

 

Baris ke 154-161 pada kode program webservice.py adalah fungsi untuk menghapus topik yang tersimpan pada database. Fungsi ini dipanggil dalam halaman yang sama pada userShowData.html. Penghapusan topik dilakukan dengan menghapus satu collection pada database MongoDB.

 

h. Fungsi navigasi pada halaman website

 

Untuk memudahkan pengguna dalam mengenali halaman website, perlu ditambahkan menu navigasi berupa "Dashboard" pada kode program userNavabar.html dan judul website "Aplikasi IoT" pada kode program userHeader.html. Kedua kode ini dipanggil pada masing-masing kode html sebelumnya.

 

Aplikasi Berbasis Cloud Computing

- Tidak ada komentar

Pada bagian ini akan disajikan layer aplikasi dari IoT yang terdiri dari : protokol komunikasi berbasis HTTP dengan web services RestFull, media penyimpanan dan aplikasi visualisasi data dari sensor.

 

Internet Gateway Device dalam Praktik Membangun IoT Middleware dengan Raspberry PI

- Tidak ada komentar

Bagian terakhir dari IoT middleware adalah sebuah perangkat yang meneruskan data ke aplikasi pada lingkungan cloud computing. Untuk itu diperlukan sebuah perangkat lunak dengan fungsi meminta atau berlangganan (subscribe) data ke message broker selanjutna mengirim ke cloud dengan protokol HTTP (RestFull). Pada gambar di bawah ini adalah gambaran dari alur sistem ini. Pada IoT middleware di dalamnya terdapat sebuah program yang bertugas untuk berlangganan topik / dht ke semua middleware dalam infrastruktur IoT. Pada infrastruktur IoT memungkinkan terdiri dari lebih dari satu message broker. Data yang di dapat kemudian diteruskan ke web services dari aplikasi IoT dengan method POST. Dengan memanfaatkan koneksi internet jaringan seluler pada pembahasan sebelumnya.

 

Senin, 04 April 2022

Message Broker dalam Praktik Membangun IoT Middleware dengan Raspberry PI

- Tidak ada komentar

Raspberry PI

Protokol perpesanan yang umum digunakan pada IoT adalah MQTT dan CoAP. Untuk MQTT dalam praktik menggunakan Mosquito dengan tambahan library paho-MQTT. Untuk CoAP digunakan CoAPthon, alasan penggunaan dari perangkat lunak tersebut adalah sesuai dengan bahasa pemrograman Phyton. Kedua perangkat lunak tersebut berada pada perangkat yang berfungsi sebagai IoT middleware.

 

1. Instalasi dan Konfigurasi MQTT

 

Pesan yang tersimpan pada Mosquito bersifat volatile, artinya pesan dari publisher yang diterima akan hilang saat perangkat middleware dimatikan atau reboot. Untuk pemasangan perangkat lunak ini cukup sederhana, dengan menjalankan perintah sudo apt install mosquito mosquito-clients. Selanjutnya periksa dengan perintah netstat -ntulp apakah Mosquito telah berjalan dan listen pada port 1883. Pada gambar di bawah ini terlihat 0.0.0.0:1883 yang menandakan Mosquito telah berjalan dan binding pada port 1883, sedangkan 0.0.0.0 menandakan Mosquito dapat menerima data dari semua IP address yang digunakan oleh IoT middleware.

 


2. CoAPthon

 

Pada bagian ini akan dicontohkan praktik dalam memasang CoAPthon sebagai perangkat lunak message broker untuk protokol CoAP. Untuk pemasangan library CoAPthon pada Raspberry Pi dapat dilakukan dengan perintah sudo pip install CoAPthon. Jika tidak terdapat program, pip bisa di-install dahulu dengan perintah sudo apt-get install Phyton pip. Berikutnya unduh program CoAP server dari github dengan perintah :

 

git close https://github.com/Tanganelli/CoAPthon.git

 

Setelah selesai unduh program CoAPthon dengan perintah cd CoAPthon. Dalam direktori tersebut terdapat berbagai berkas, di antaranya library dan contoh program. Berikutnya coba jalankan CoAP server dengan perintah Phyton CoAPserver.py. Program tersebut akan menjalankan CoAP server pada port 5683. Untuk memastikan dapat digunakan program netstat.

 

Gambar di bawah ini menunjukkan MQTT bekerja (listen) pada port 1883 dan siap menerima data dari sensor baik melalui IPv4 dan IPv6 ditunjukkan dengan udp dan udp6. Sedangkan CoAP menggunakan port standart yaitu 5353. Terdapat banyak opsi untuk proses instalasi kedua broker tersebut, akan tetapi lebih baik menggunakan pip agar library atau perangkat lunak yang dibutuhkan oleh message broker secara otomatis diinstal oleh pip.