Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Selasa, 13 Juni 2023

Physical Layer : Pengertian dan Fungsinya

- Tidak ada komentar


Physical Layer

Physical layer merupakan lapisan ke tujuh dalam OSI layer yang berhubungan langsung dengan perangkat keras sehingga pemindahan bit data antar device berjalan lancar. Ada 5 media fisik jaringan yang memanfaatkan layer ke tujuh dalam OSI layer, antara lain : 

Data Link Layer : Pengertian, Fungsi dan Layanannya

- Tidak ada komentar

Data link layer merupakan lapisan ke enam dalam OSI layer yang bertugas untuk menyediakan sebuah prosedur pengiriman data antar jaringan. Setiap paket data yang akan ditransmisikan atau pun diterima oleh user akan diproses sehingga memungkinkan untuk dilanjutkan ke layer berikutnya, yaitu network layer atau physical layer

 

Data Link Layer

Spesifikasi Aturan Data Link Layer

 

1. Koordinasi bits ke dalam kelompok-kelompok logika dari suatu informasi.

 

2. Mendeteksi dan memperbaiki kesalahan.

 

3. Mengendalikan aliran data dalam jaringan.

 

4. Mengidentifikasi perangkat yang ada dalam jaringan.

 

Baca juga : Network Layer : Pengertian dan Fungsinya

 

Fungsi Data Link Layer

 

1. Melakukan proses grouping secara logika. Proses grouping merupakan suatu proses penyatuan beberapa paket data ke dalam satu kesatuan paket data yang utuh. Paket data akan terpecah belah menjadi beberapa bagian kecil ketika paket data tersebut mulai berjalan melewati lapisan-lapisan yang ada pada OSI layer. Beberapa bagian kecil tersebut bisa digabung kembali atau dilakukan proses grouping oleh data link layer agar menjadi paket data yang utuh.

 

2. Menyediakan akses ke dalam media menggunakan MAC Address. MAC Address merupakan sebuah kode alamat yang dicetak secara fisik dan digunakan untuk melakukan proses pengiriman serta proses penerimaan data di dalam sebuah siklus transmisi jaringan komputer. Setiap proses transmisi yang ada bisa memiliki akses terhadap MAC Address yang sudah ada secara fisik dengan adanya data link layer. 

 

3. Melakukan pendeteksian kesalahan dalam pengiriman, penerimaan paket data dan melakukan proses pengoreksian kesalahan yang terjadi pada proses transmisi data tersebut. Jika terjadi Jika terjadi kesalahan pengiriman data yang melalui lapisannya, data link layer akan mendeteksinya dan melakukan koreksi secara otomatis sehingga paket data tetap akan ditransmisikan tanpa kesalahan tersebut. 

 

4. Menggabungkan paket data ke dalam byte menjadi kesatuan yang utuh, mulai dari paket data menjadi bentuk byte hingga menggabungkan byte ke dalam sebuah bentuk frame.

 

Layanan Data Link Layer 

 

1. Framing

 

Framing merupakan cara pembungkusan datagram ke dalam bentuk frame sebelum ditransmisikan. 

 

2. Physical Address

 

Data link layer akan menambahkan sebuah header di depan frame untuk mendefinisikan pengirim dan penerima jika frame ini didistribusikan ke sistem lainnya pada jaringan. 

 

3. Flow Control

 

Layer link memastikan pengiriman frame tidak lebih cepat daripada pemrosesan frame pada receiver karena setiap node memiliki keterbatasan buffer. Flow control akan menstabilkan bir rate jika bir rate berlebihan atau pun mengalami penurunan. 

 

4. Access Control

 

Jika perangkat terhubung dengan link yang sama pada lapisan data link, maka perlu menentukan perangkat mana yang akan dikontrol pada kondisi tertentu. 

 

5. Link Access

 

Link access berhubungan dengan protokol kontrol akses media yang mengatur bagaimana frame dikirimkan ke tautan. 

 

6. Reliable Delivery

 

Reliable delivery merupakan pengiriman yang andal dalam menjamin pengiriman datagram melalui link tanpa eror. 

 

7. Error Control

 

Error control terjadi jika data link menambahkan physical layer reliability dengan penambahan mekanisme deteksi dan transmisi ulang frame yang gagal. 

 

8. Error Detection

 

Error detection merupakan bit error karena atenuasi sinyal pada link. Akan tetapi hal ini tidak meminta frame reset dan frame yang salah akan dibuang.

 

9. Error Correction

 

Selain memberikan layanan deteksi, error correction juga memberikan layanan mengoreksi kesalahan dan tidak semua protokol bisa berfungsi serta tergantung pada protokol yang digunakan.

 

Senin, 12 Juni 2023

Transport Layer : Pengertian dan Fungsinya

- Tidak ada komentar

 Transport layer merupakan lapisan ke empat pada OSI layer yang bisa menggabungkan beberapa koneksi transport ke dalam koneksi jaringan yang sama. Transport layer bertanggung jawab untuk menyampaikan data ke proses aplikasi yang sesuai pada komputer host. Pada proses penyampaian data ini melibatkan multiplexing statistik data dari beberapa proses aplikasi yang berbeda, yaitu dengan cara membentuk paket data dan nomor tujuan dalam header setiap paket data yang berbeda. Nomor port merupakan soket jaringan berupa alamat identifikasi proses-proses komunikasi. Transport layer bekerja dengan didukung oleh session layer. 

Network Layer : Pengertian dan Fungsinya

- 1 komentar

 Network layer merupakan lapisan ke lima pada OSI layer yang memiliki peran penting dalam proses transmisi jaringan komputer. Netwok layer bekerja di antara data link layer dan transport layer, tergantung proses yang sedang berlangsung. Network layer berkaitan erat dengan proses transmisi data karena menghubungkan komputer ke dalam berbagai jaringan yang sudah ada. MAC Address berperan penting dalam network layer bersamaan dengan pendefinisian dari IP Address. 

Minggu, 11 Juni 2023

Session Layer : Pengertian, Fungsi dan Jenis - jenisnya

- Tidak ada komentar

Session layer merupakan lapisan ketiga yang terdapat dalam model OSI jaringan komputer. Ketika user menerima data dari sebuah jaringan dan bertindak sebagai lapisan ketiga, maka terjadi pengiriman sebuah koneksi atau paket data. Session layer ini bertugas untuk mengendalikan dialog-dialog yang terjadi antar node dan melakukan management dari sebuah koneksi serta mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi bisa dibangun. 

Kamis, 01 Juni 2023

Application Layer : Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

- Tidak ada komentar

Application layer merupakan lapisan teratas yang berada di dalam model OSI jaringan komputer. Lapisan ini bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pertukaran data atau informasi antara pengguna software aplikasi maupun antara peralatan di dalam sebuah sistem. Application layer menyediakan interface antara aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan dan membantu menangkap serta menerima pesan yang dikirim dalam sebuah jaringan. 

 

Fungsi Application Layer

 

1. Sebagai User Interface

 

Application layer memiliki tujuan untuk mendefinisikan data dan menyajikan data yang dilakukan oleh presentation layer. Akan tetapi, pengguna tidak bisa melihat data dan membacanya. Lapisan ini akan bekerja menampilkan data yang disajikan dalam antarmuka dengan pengguna ketika presentation layer bekerja menyajikan data. 

 

2. Sebagai Sarana untuk Mengumpulkan Informasi

 

Application layer berfungsi sebagai kolektor semua informasi dan data yang diterima dan akan dikirim melalui jaringan. Jika pengguna menerima data, maka lapisan ini akan mengumpulkan semua data yang telah dikirim yang kemudian diangkat dalam aplikasi tertentu. Jika pengguna mengirimkan data, maka lapisan ini akan mengumpulkan keseluruhan data dalam aplikasi tertentu dan akan meneruskan data tersebut ke presentation layer untuk didefinisikan serta diproses lebih jauh ke dalam jaringan.

 

3. Sebagai Sarana untuk Membantu Kinerja Aplikasi

 

Application layer bekerja dengan bantuan perangkat lunak dan program tertentu. Aplikasi ini merupakan program yang sudah terinstall pada komputer, baik di dalam komputer penerima atau pun komputer pengirim data. 

 

Protokol Application Layer

 

1. Protokol DNS (Domain Name System)

 

Protokol DNS merupakan protokol dari sistem nama domain dan diartikan sebagai salah satu protokol yang paling penting dalam jaringan komputer karena membantu menentukan alamat IP di setiap komputer sehingga semua komputer bisa saling berhubungan satu sama lain menggunakan IP Address yang sudah disetting dalam setiap komputer.

 

2. Protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

 

Protokol HTTP merupakan protokol yang banyak digunakan pada sebuah web browser untuk mengambil sebuah halaman website yang dikompilasi dengan menggunakan sistem HTML. HTTP juga berhubungan dengan protokol WWW dan termasuk bagian penting dari IP atau TCP.

 

3. Protokol POP3 (Post Office Protocol 3) atau SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

 

Protokol POP3/SMTP merupakan protokol penting dalam hal pengiriman surat elektronik atau yang dikenal dengan email dan sejenisnya.

 

4. FTP (File Transfer Protocol)

 

Protokol FTP digunakan untuk mentransmisikan dan mentransfer data dalam jaringan internet, sehingga pengguna bisa mengirim data dan file ke komputer lain tanpa menggunakan flash drive.

 

5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

 

Protokol DHCP digunakan untuk membantu konfigurasi alamat IP komputer pada jaringan komputer. 

 

6. Telnet (Telecommunication Network)

 

Protokol telnet biasa digunakan untuk akses jarak jauh ke komputer. Telnet berperan penting untuk melakukan remote pada sebuah jaringan komputer dan menjalankan komputer dari jarak jauh dengan tetap terhubung jaringan internet. 

 

Cara Kerja Application Layer

 

Application layer akan menerima perintah dari pengguna dengan bantuan aplikasi atau software tertentu untuk mengirim pesan dan juga data ke komputer lain. Selain itu, application layer juga akan menampilkan pesan yang diterima oleh pengguna dan mudah sekali diamati karena berhubungan dengan aplikasi tertentu.

 


Presentation Layer : Pengertian dan Fungsinya

- Tidak ada komentar

 

Presentation layer merupakan lapisan yang terdapat dalam model OSI layer dan berada pada lapisan kedua ketika sebuah data atau informasi akan dikirim. Lapisan ini juga berada pada lapisan keenam ketika sebuah data akan diterima oleh user. Presentation layer merupakan lapisan dimana data mulai disajikan dalam bentuk tertentu, misalnya dalam format JPEG untuk gambar, DOC dan sebagainya. 

 

Fungsi Presentation Layer

 

Presentation layer memiliki fungsi utama yaitu mampu menerjemahkan aplikasi menjadi bentuk data yang akan ditransmisikan ke beberapa layer berikutnya. Lapisan ini juga berfungsi mentranslasikan atau menerjemahkan data-data ke dalam bentuk aplikasi. Berikut ini beberapa fungsi lain dari presentation layer :

 

1. Melakukan Enkripsi Data atau Pesan

 

Proses enkripsi data merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengamankan data dan pesan yang akan ditranmisikan guna menjaga keamanan data atau pesan tersebut. Ketika bertindak sebagai receiver, lapisan ini memiliki fungsi untuk melakukan deskripsi dengan membuka enkripsi dari suatu data atau pun pesan. 

 

2. Melakukan Proses Kompresi dan Dekompresi

 

Proses kompresi merupakan proses pengecilan data, sehingga data tersebut bisa diteruskan dengan mudah ke dalam sebuah jaringan ketika presentation layer bertindak sebagai transmitter. Sedangkan proses dekompresi merupakan proses yang dilakukan untuk membuka dan memperjelas data yang akan diterima serta diteruskan ke application layer. Proses tersebut terjadi pada saat presentation layer menerima data yang akan ditampilkan pada application layer dan bertindak sebagai receiver data. 

 

3. Melakukan Proses Pemformatan pada Bentuk Grafis

 

Presentation layer merupakan pemformat bentuk-bentuk grafis. Beberapa data ditransmisikan ke dalam bentuk grafis atau aplikasi yang mengharuskan sebuah data ditampilkan dalam bentuk grafis dan sebaliknya. Presentation layer berfungsi untuk memformat bentuk-bentuk grafis yang masuk ke dalam jaringan tersebut. 

 

4. Mentranslasikan Konten 

 

Presentation layer juga berfungsi untuk melakukan proses translasi dari konten yang ada. Proses translasi dilakukan agar setiap data atau konten yang disalurkan melalui jaringan bisa diidentifikasi dan didefinisikan oleh setiap lapisan pada model OSI layer dan dimengerti oleh keseluruhan jaringan.

 

5. Menyajikan Data

 

Fungsi yang cukup penting dari presentation layer yaitu menyajikaan data. Presentation layer membantu menyajikan data yang ada, baik ketika akan ditampilkan ke dalam application layer maupun ketika akan diteruskan ke lapisan session layer. 

 

6. Menentukan Tipe Data

 

Selain menyajikan data, presentation layer juga berfungsi untuk menentukan tipe data yang ada. Tipe data yang akan ditransmisikan, baik yang ditransmisikan menuju application layer atau pun ditransmisikan menuju session layer didefinisikan oleh presentation layer. Beberapa jenis tipe data yang didefinisikan oleh presentation layer berupa gambar, video, text dan kode enkripsi dari suatu data hingga ekstensi dari sebuah data. 

 

Protokol Presentation Layer

 

Presentation layer juga bekerja dengan menggunakan protokol, sama seperti model OSI layer lainnya. Salah satu contoh protokol yang digunakan oleh presentation layer yaitu VTP (Virtual Terminal Protokol). Fungsi VTP yaitu :

 

1. Memelihara struktur data yang melewati presentation layer.

 

2. Melakukan proses translating atau penerjemah karakteristik terminal menjadi bentuk standar.

 

Mengenal Jenis – jenis Pengkodean Data

- Tidak ada komentar

Pengkodean data merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memberikan penegasan pada proses yang terlibat seperti data dan pensinyalan transmisi data. Dalam proses tersebut perlu memperhatikan fasilitas-fasilitas komunikasi dan media yang tersedia. Pengkodean merupakan proses perubahan karakter data yang akan dikirim dari suatu titik ke titik yang lain menggunakan kode yang dikenal oleh setiap terminal dan menjadikan setiap karakter data tersebut dalam sebuah informasi digital ke bentuk biner agar bisa ditransmisikan. Setiap terminal menggunakan kode biner yang berbeda untuk mewakili setiap karakter.