Stepper motor adalah jenis motor listrik yang banyak digunakan dalam proyek-proyek robotika, CNC, printer 3D dan berbagai aplikasi otomasi industri. Salah satu driver stepper motor yang paling populer adalah A4988, karena harganya terjangkau, mudah dijangkau dan mendukung kontrol presisi.
Senin, 05 Mei 2025
Rabu, 24 Januari 2024
Membuat Lampu LED Berkedip dengan Arduino - Proyek DIY
Arduino adalah platform pemrograman bersifat open source yang menyediakan banyak kesempatan bagi para penghobi dan pengembang elektronika untuk membuat proyek-proyek inovatif. Salah satu proyek DIY yang paling sederhana dan populer adalah membuat lampu LED berkedip menggunakan Arduino.
Selasa, 23 Januari 2024
Membuat Robot Sederhana dengan Arduino - Langkah demi Langkah
Robotika adalah
cabang teknologi yang berhubungan dengan desain, konstruksi, disposisi
struktural, operasi, pembuatan dan aplikasi dari robot. Robotika
melibatkan pengetahuan fundamental dalam elektronika, mesin, mekanika
dan perangkat lunak komputer untuk menciptakan dan mengembangkan sistem
otomatis yang cerdas dan efisien. Arduino adalah salah satu platform yang populer untuk membuat dan mengembangkan robot sederhana.
Cara Membangun Sistem Irigasi Otomatis Menggunakan Arduino
Sistem
irigasi otomatis yang memanfaatkan teknologi mikrokontroler semakin
diminati karena memberikan solusi yang efisien dan menghemat waktu dalam
pengelolaan tanaman. Anda dapat membuat sistem irigasi otomatis yang
dapat diatur dan dimonitor dengan mudah menggunakan platform
pengembangan perangkat keras bersifat open source berupa Arduino.
Minggu, 30 Juli 2023

CD Ebook Tutorial Arduino
CD Ebook Arduino adalah kumpulan sumber daya digital yang berisi berbagai materi belajar terkait Arduino. Dalam bentuk berkas elektronik, CD Ebook ini menjadi alternatif yang praktis bagi para pembelajar dan hobiis elektronika yang ingin memahami dan menguasai platform Arduino. Dibandingkan dengan buku cetak, CD Ebook menawarkan keunggulan dalam portabilitas, karena dapat dengan mudah diakses dan diunduh dari komputer atau perangkat lainnya. CD Ebook Arduino sering mencakup panduan langkah demi langkah, tutorial, proyek-pryek elektronika, dan kode program yang berguna untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan pemrograman mikrokontroler.
Baca Juga : Arduino Starter KIT Learning
Salah satu keuntungan utama CD Ebook Arduino adalah ketersediaan beragam sumber daya dalam satu paket digital. Pengguna dapat menemukan panduan dari tingkat pemula hingga tingkat lanjutan, serta informasi tentang sensor, aktuator, dan berbagai komponen lain yang dapat diintegrasikan dengan Arduino. CD Ebook seringkali mencakup proyek-proyek praktis yang dapat diikuti secara langsung, sehingga memungkinkan pembelajar untuk melihat hasil nyata dari apa yang telah mereka pelajari. Selain itu, CD Ebook juga bisa berisi video tutorial, diagram, dan gambar yang memperjelas konsep-konsep yang kompleks, membantu pemahaman lebih baik dan mengatasi kendala pemula.
CD Ebook Arduino memungkinkan para pembelajar dan penggemar elektronika untuk menjelajahi berbagai topik dan eksperimen dengan mudah. Dengan mengikuti panduan dan proyek-pryek yang disediakan, pengguna dapat mengembangkan keterampilan pemrograman, desain sirkuit, dan pemahaman tentang berbagai komponen elektronik. Selain itu, CD Ebook menjadi sarana efektif untuk mempelajari penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak secara bersamaan, memungkinkan pembaca untuk menciptakan proyek-proyek yang inovatif dan interaktif dengan platform Arduino. Dengan berbagai informasi dan contoh aplikasi yang relevan, CD Ebook Arduino menjadi sumber daya yang berharga bagi siapa saja yang ingin merangkai proyek-proyek kreatif dan mendalam di dunia elektronika dan robotika.
Untuk CD Ebook Tutorial Arduino dilengkapi dengan alat dan Bahan Praktik, kami memiliki produk seperti dibawah ini.

Rekomendasi Buku untuk Belajar Arduino
Buku Arduino merupakan sumber daya penting bagi para pembelajar dan penggemar elektronika yang ingin memahami dan menguasai platform Arduino. Buku-buku tentang Arduino menyajikan beragam materi, mulai dari pengenalan dasar tentang komponen dan pemrograman, hingga proyek-proyek praktis yang bisa diimplementasikan oleh pemula maupun pengguna yang lebih berpengalaman. Mereka memberikan panduan langkah demi langkah, diagram, dan penjelasan yang jelas untuk membantu pembaca memahami konsep-konsep kompleks dan menerapkannya dalam berbagai proyek kreatif. Selain itu, beberapa buku juga menawarkan kiat-kiat berharga, troubleshooting, dan tips untuk meningkatkan pemahaman dan keahlian dalam menggunakan Arduino. Dengan beragam pilihan buku yang tersedia, pembaca dapat memilih yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan minat mereka, menjadikan buku Arduino sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan proyek-proyek inovatif dengan platform elektronik yang serbaguna ini.
Berikut ini adalah Rekomendasi buku Arduino yang bisa anda gunakan untuk Belajar :
1. MUDAH BELAJAR MIKROKONTROLER ARDUINO
2. ARDUINO - BELAJAR CEPAT DAN PEMROGRAMAN (EDISI 2)
3. APLIKASI ARDUINO DAN SENSOR
4. ARDUINO DAN PROTEUS (SIMULASI DAN PRAKTIK)
5. ARDUINO STARTER KIT LEARNING PREMIUM FOR BEGINNER

Sabtu, 31 Juli 2021

Cara Memprogram Board Arduino yang Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 memakai USBASP Programmer
Setelah belajar Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 , maka kali ini kita akan belajar bagaimana Cara Memprogram Board Arduino yang Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284. Beda dengan memprogram Board Arduino standart yang bisa langsung diprogram menggunakan Arduino IDE. Karena ini adalah Board Arduino khusus buatan sendiri, maka perlu dengan cara khusus pula untuk memprogramnya.
Baca Juga : Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284.
Berikut ini adalah langkah - langkah Cara Memprogram Board Arduino yang Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 memakai USBASP Programmer :
1. Download Arduino IDE, lalu Install.
2. Buka Software Arduino IDE, maka akan tampil seperti dibawah ini :
3. Pilih menu File, kemudian Klik Preferences. Seperti pada gambar dibawah ini :
4. Masukkan tautan https://mcudude.github.io/MightyCore/package_MCUdude_MightyCore_index.json, ke kolom yang diberi tanda merah seperti gambar dibawah ini, lalu Klik OK.
5. Kemudian pilih menu Tools, Pilih menu Board, lalu Klik Boards Manager seperti gambar dibawah ini :
6. Kemudian ketik Mighty di kolom pencarian, kemudian Install Board MightyCore seperti tampak pada gambar dibawah ini (Pastikan Laptop/Komputer Anda Terkoneksi Internet) :
7. Setelah proses Install selesai, kemudian klik Close.
8. Maka Board akan tampil dan sudah terinstall seperti gambar dibawah ini :
9. Karena yang kita pakai kebetulan sebagai contoh adalah ATmega8535, maka pilih Board MightyCore >>> ATmega8535 seperti gambar dibawah ini.
10. Tancapkan USBasp Programmer ke port USB laptop atau komputer Anda. Berikut ini adalah bentuk USBasp yang kita pakai:
11. Tancapkan USBasp Adapternya ke Board Arduino buatan kita sendiri. Berikut ini interface USBasp dengan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :
12. Karena kita pakai USBasp Programmer, maka pada bagian Programmer kita pilih USBasp seperti tampak pada gambar dibawah ini :
13. Kita coba menggunakan Blink, Pilih menu File >>> Examples >>> Basics >>> Blink, Maka akan tampil seperti gambar dibawah ini.
14. Sebelum Upload program Tersebut, langkah awal adalah upload Bootloader terlebih dahulu dengan cara pilih menu Tools, lalu pilih Sanguino Pinout (karena kebetulan kita pakai Sanguino), kemudian klik Burn Bootloader seperti gambar dibawah ini.
14. Maka akan tampil informasi Done Burning Bootloader.
15. IC ATmega8535 sudah siap digunakan menggunakan Arduino IDE.
16. Lalu kita coba Upload Program Blink dengan cara pilih menu Sketch, kemudian Klik Upload Using Programmer seperti gambar dibawah ini.
17. Upload program sukses dan akan muncul informasi Done Uploading seperti gambar dibawah ini.
18. Maka LED Blink pada Pin 0 Board Arduino buatan kita sendiri ini akan menyala dan mati secara bergantian setiap 1 Detik.
19. Selamat Mencoba.

Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284
Artikel tentang Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284 sangat cocok untuk Anda yang ingin membuat sendiri Board Arduino diluar IC Standart Arduino Uno (ATmega328), Arduino Nano (ATmega328 & ATmega168), Arduino ProMini (ATmega328 & ATmega168), dan Arduino Mega (ATmega2560 & ATmega1280). Misalnya saja saat Anda membutuhkan suatu system mikrokontroler dengan Platform Arduino ternyata Anda tidak punya Board yang sudah jadi. Toko Arduino tidak tersedia di kota Anda. Anda hanya memiliki salah satu dari IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284. Anda bisa membuat sendiri Board Arduino menggunakan IC Tersebut untuk menghemat waktu dan biaya.
Berikut ini adalah macam-macam I/O dari Board Arduino apabila menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :
ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Standart Pin Out
ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Sanguino Pin Out
ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Bobuino Pin Out
Baca juga : Mengenal Dasar-dasar Quantum Computing: Sebuah Pengantar untuk Pemula
Berikut ini adalah Schematics Diagram Minimum System Board Arduino dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :
Berikut ini adalah gambar LayOut PCB dari Minimum System diatas :
Berikut ini File PDF LayOut PCB : MinSys Board Arduino with ATmega8535/16/32/164324/644/1284.
Hasil Jadi Board Arduino dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :
Selasa, 23 Februari 2021

Tutorial Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS
Sebelum Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS, lebih baik anda membaca terlebih dahulu mengenai Arduino Nano, RFID, dan Fingerprint. Alat ini sangat bermanfaat untuk di daerah yang rawan pencurian kendaraan bermotor. Karena motor hanya bisa di nyalakan menggunakan Kartu RFID milik kita dan Sidik jari milik kita. Pengamanan berlapis.
Baca Juga : Tutorial Membaca E-KTP (KTP Elektronik) dengan RFID Reader RC522 Berbasis Arduino Uno .
Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS :
Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
/***************************
Tutorial Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2021
****************************/
//Library and Declaration Finger Print
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_Fingerprint.h>
#include <SoftwareSerial.h>
SoftwareSerial mySerial(5, 4);
int fingerprintID = 00;
Adafruit_Fingerprint finger = Adafruit_Fingerprint(&mySerial);
//Library and Declaration RFID
#include <SPI.h>
#include <RFID.h>
#define SS_PIN 10
#define RST_PIN 9
RFID rfid(SS_PIN,RST_PIN);
int serNum[5]; //Variable buffer Scan Card
int cards[10][5] = {{117, 201, 155, 115, 84}, //YOSHUA - 0
{36, 58, 122, 137, 237}, //ANITA - 1
};
bool access = false;
String Nama;
int count;
//Declaration Relay Output
const int Relay_Kontak = 6;
const int Relay_Starter = 7;
//Declaration Communication to SIM800L
const int SMS = 2;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
finger.begin(57600);
Wire.begin();
SPI.begin();
rfid.init();
pinMode(Relay_Kontak, OUTPUT);
pinMode(Relay_Starter, OUTPUT);
pinMode(SMS, OUTPUT);
digitalWrite(Relay_Kontak, LOW);
digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
digitalWrite(SMS, LOW);
if (finger.verifyPassword())
{
Serial.println("Sensor ditemukan");
delay(500);
}
else
{
Serial.println("no sensor :(");
delay(500);
while (1)
{
delay(1);
}
}
while (!Serial)
{
; // wait for serial port to connect. Needed for native USB port only
}
}
void loop()
{
fingerprintID = getFingerprintIDez();
delay(50);
if(fingerprintID == 1)
{
String IDname_1 = "YOSHUA";
digitalWrite(Relay_Starter, HIGH);
delay(2500);
digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
Serial.println(IDname_1);
fingerprintID = 00;
}
else if(fingerprintID == 2)
{
String IDname_2 = "ANITA";
digitalWrite(Relay_Starter, HIGH);
delay(2500);
digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
Serial.println(IDname_2);
fingerprintID = 00;
}
if(rfid.isCard())
{
if(rfid.readCardSerial())
{
for(int x = 0; x < sizeof(cards); x++)
{
for(int i = 0; i < sizeof(rfid.serNum); i++ )
{
if(rfid.serNum[i] == cards[0][i])
{
access = true;
Nama = "YOSHUA";
}
else if(rfid.serNum[i] == cards[1][i])
{
access = true;
Nama = "ANITA";
}
else
{
access = false;
break;
}
}
if(access)break;
}
}
if(access)
{
count++;
if(count==1)
{
Serial.println(Nama);
digitalWrite(Relay_Kontak, HIGH);
}
if(count==2)
{
Serial.println("Motor Mati");
digitalWrite(Relay_Kontak, LOW);
count=0;
}
}
else
{
Serial.println("SMS Dikirim");
digitalWrite(SMS, HIGH);
}
delay(1000);
}
rfid.halt();
}
int getFingerprintIDez()
{
uint8_t x = finger.getImage();
if (x != FINGERPRINT_OK) return -1;
x = finger.image2Tz();
if (x != FINGERPRINT_OK) return -1;
x = finger.fingerFastSearch();
if (x != FINGERPRINT_OK) return -1;
//menulis di komunikasi serial
Serial.print("Found ID #");
Serial.print(finger.fingerID);
Serial.print(" with confidence of ");
Serial.println(finger.confidence);
return finger.fingerID;
}
//Library and Declaration Variabel SIM800L
#include "SIM900.h"
#include "sms.h"
#include <SoftwareSerial.h>
SMSGSM sms;
char smsbuffer[160];
char n[20];
boolean started=false;
//Declaration Variabel From Sensor
const int Maling = 4;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
pinMode(Maling, INPUT);
if (gsm.begin(9600))
{
Serial.println("\nstatus=READY");
started=true;
}
else
{
Serial.println("\nstatus=IDLE");
}
}
void loop()
{
const int Peringatan = digitalRead(Maling);
if(started)
{
if(Peringatan == HIGH)
{
sms.SendSMS("08xxxxxxxxx", "Awas MALING !!!");
}
else
{
Serial.println("Motor Diakses oleh Pemilik");
}
}
delay(1000);
}
Senin, 16 November 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno
Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno. Pada kali ini Arduino akan membaca data keluaran analog dari modul sensor MQ-3.
Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno .
Berikut ini adalah Schematics Diagram dari MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno :
Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
Baca Juga : MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) .
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************/
const int MQ3 = A0;
int nilaiSensor = 0;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
}
void loop()
{
nilaiSensor = analogRead(MQ3);
Serial.print("sensor = ");
Serial.println(nilaiSensor);
delay(2);
}
Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.
Sabtu, 07 November 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno
Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno. Pada percobaan kali ini Arduino akan membaca data keluaran analog dari modul sensor MQ-2. Untuk awal kita akan coba membaca dengan Serial Monitor saja dengan satuan PPM.
Berikut ini adalah Schematics Diagram dari MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno :
Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
Download Library Sensor Gas MQ-2 silahkan >>> KLIK DISINI.
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************/
#include <MQ2.h>
//change this with the pin that you use
int pin = A0;
int lpg, co, smoke;
MQ2 mq2(pin);
void setup()
{
Serial.begin(9600);
mq2.begin();
}
void loop()
{
/*read the values from the sensor, it returns
*an array which contains 3 values.
* 1 = LPG in ppm
* 2 = CO in ppm
* 3 = SMOKE in ppm
*/
float* values= mq2.read(true); //set it false if you don't want to print the values in the Serial
//lpg = values[0];
lpg = mq2.readLPG();
//co = values[1];
co = mq2.readCO();
//smoke = values[2];
smoke = mq2.readSmoke();
delay(1000);
}
Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.
Rabu, 09 September 2020

Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno
Indonesia merupakan daerah dengan 2 musim di setiap tahunnya. Musim tersebut adalah musim kemarau dan musim penghujan. Saat musim hujan tiba, biasanya akan banyak sungai yang meluap dan menyebabkan Banjir. Untuk melakukan mitigasi, maka kami mencoba membuat Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno.
Alat ini mengukur Ketinggian dan Kecepatan Aliran Sungai yang kemudian apabila melebihi ambang batas tertentu akan mengirimkan notifikasi peringatan melalui SMS. Sehingga dapat menghindari kerugian dan korban jiwa, karena banjir bisa di deteksi secara Dini sebelum benar-benar meluap ke permukaan.
Baca Juga : Cara Program dan Akses Modul GSM SIM800L V.1 Menggunakan Arduino Nano/Uno .
Berikut ini adalah gambar Schematics Diagram Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno :

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Ultrasonic >>> BELI DISINI
3. Module SIM800L >>> BELI DISINI
4. Water Flow Sensor >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
6. Dioda 1N4007 >>> BELI DISINI
7. Elco 470uF/16V >>> BELI DISINI
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************///Declare GSM
#include "SIM900.h"
#include "sms.h"
SMSGSM sms;
char smsbuffer[160];
char n[20];
boolean started=false;
#include <SoftwareSerial.h>
//Declare Sensor Ultrasonic
#define triger 8 //mendefinisikan trigger pada pin 8
#define echo 9 //mendeklarasikan echo pada pin 9
//Declare Sensor Water Flow
byte sensorInt = 0;
byte flowSensor_pin = 5;
float konst = 4.5;
float debit_air;
volatile byte count;
unsigned int flow_mlt;
unsigned long total_volume;
unsigned long oldTime;
unsigned int frac;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
pinMode (triger, OUTPUT); //trigger sebagai output
pinMode (echo, INPUT); //echo sebagai input
pinMode(flowSensor_pin, INPUT);
digitalWrite(flowSensor_pin, HIGH);
if (gsm.begin(9600))
{
Serial.println("\nstatus=READY");
started=true;
}
else Serial.println("\nstatus=IDLE");
if (started)
{
sms.SendSMS("0857xxxxxxxxxx", "Sistem Monitoring READY!!!");
}
count = 0;
debit_air = 0.0;
flow_mlt = 0;
total_volume = 0;
oldTime = 0;
attachInterrupt(sensorInt, countPulse, FALLING);
Serial.println("Menggunakan Water Flow Sensor");
}
void waterflow()
{
if ((millis() - oldTime) > 1000)
{
detachInterrupt(sensorInt);
debit_air = ((1000.0 / (millis() - oldTime)) * count) / konst;
oldTime = millis();
flow_mlt = (debit_air / 60) * 1000;
total_volume += flow_mlt;
frac;
Serial.print("Debit air: ");
Serial.print(int(debit_air));
Serial.println(" L/min");
Serial.print("Volume air: ");
Serial.print(total_volume);
Serial.println(" mL");
count = 0;
attachInterrupt(sensorInt, countPulse, FALLING);
}
}
void loop()
{
digitalWrite (triger, HIGH); //mengirim suara
delayMicroseconds(10); //selama 10 mikro detik
digitalWrite (triger, LOW); //berhenti mengirim suara
float jarak = pulseIn(echo, HIGH); //membaca data dan di masukkan ke variabel jarak
jarak=jarak/1000000; //konversi mikro detik ke detik
jarak=jarak*330/2; //data mentah di ubah ke dalam meter
jarak=jarak*100; //mengubah data ke dalam centi meter
Serial.println(jarak); //menampilkan nilai jarak pada serial
if(started)
{
sms.GetSMS(1,n,20,smsbuffer,100);
if(jarak <= 10.00)
{
sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Berbahaya");
}
if(jarak > 10.00 && jarak <=20.00)
{
sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Waspada");
}
if(jarak > 20.00)
{
sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Normal");
}
}
delay(5000);
waterflow();
if(started)
{
if(debit_air <=1 ) //Liter/Jam
{
sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Normal");
}
if(debit_air > 1 && debit_air <= 3) //Liter/Jam
{
sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Waspada");
}
if(debit_air > 3) //Liter/Jam
{
sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Berbahaya");
}
}
delay(5000);
}
void countPulse()
{
count++;
}
Selamat Mencoba !!!
Jumat, 04 September 2020

Timer OFF Relay with Arduino Tutorial
Hari ini Arduino Indonesia akan berbagi sebuah alat yang serbaguna, yaitu Timer Off Relay menggunakan Arduino. Alat ini dapat digunakan sebagai pewaktu mundur atau counter down otomatis untuk mematikan sebuah perangkat elektronika. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan.
Baca Juga : Counter Up dan Counter Down dengan Display 7 Segment 4 Digit With Arduino Uno.
Berikut ini adalah Schematic Diagram Timer Off Relay with Arduino :

Untuk menggunakan Module ini Anda perlu Library khusus untuk TM1637. Silahkan DOWNLOAD DISINI.
Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Nano >>> BELI DISINI
2. Module TM1637 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI
4. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Timer Off Relay with Arduino Tutorial
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************/
#include <TM1637Display.h>
#define CLK 10
#define DIO 9
TM1637Display display(CLK, DIO);
int timer_menit=5; //Setting waktu untuk Menit
int timer_detik=0; //Setting waktu untuk Detik
int firstnum=0;
int secondnum=0;
int thirdnum=0;
int fournum=0;
int Relay = 4;
void setup()
{
pinMode(Relay, OUTPUT);
display.setBrightness(7);
delay(1500);
digitalWrite(Relay, LOW);
}
void loop()
{
uint8_t titikdua;
titikdua = 0x80 ;
display.setSegments(&titikdua, true, 1);
while (timer_menit == 0 && timer_detik == 0)
{
digitalWrite(Relay, HIGH);
uint8_t data[] = {0b00111111, 0b00111111, 0b00111111, 0b00111111};
display.setSegments(data);
titikdua = 0x80 ;
display.setSegments(&titikdua, true, 1);
}
if (timer_menit > 9)
{
firstnum = timer_menit/10%10;
secondnum = timer_menit%10;
}
else
{
secondnum = timer_menit;
}
if (timer_detik > 9)
{
thirdnum = timer_detik/10%10;
fournum = timer_detik%10;
}
else
{
thirdnum = 0;
fournum = timer_detik;
}
uint8_t data[] = {0x00, 0x00, 0x00, 0x00};
display.setSegments(data);
titikdua = 0x80;
display.setSegments(&titikdua, true, 1);
if (timer_menit > 9)
{
display.showNumberDec(firstnum,false,1,0);
}
if (timer_menit > 0)
{
display.showNumberDec(secondnum,false,1,1);
}
if (timer_detik > 9 || timer_menit > 0)
{
display.showNumberDec(thirdnum,false,1,2);
}
display.showNumberDec(fournum,false,1,3);
timer_detik=timer_detik-1;
delay(1000); // Delay of 1 second
if (timer_detik == -1)
{
timer_menit=timer_menit-1;
timer_detik=59;
}
}
Selamat Mencoba !!!!!
Rabu, 02 September 2020

Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno
Kemarin kita sudah belajar tentang Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Alat tersebut masih ada kekurangan, yaitu nilai suhu nya tidak bisa kita ketahui secara detail. Maka, sekarang kita akan bagikan Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Hal ini bertujuan agar nilai Suhu dapat di lihat nilainya pada LCD 1602.
Berikut ini adalah gambar Schematic Diagram Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno :
Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module DHT11 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI
4. Lampu Pijar >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
6. Module LCD1602 >>> BELI DISINI
7. Module I2C LCD1602 >>> BELI DISINI
Library DHT11 KLIK DISINI.
Library LCD1602 with I2C KLIK DISINI.
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************/
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27 ,16,2);
//DHT Library
#include "DHT.h"
#define DHTPIN 3
#define DHTTYPE DHT11
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
const int Relay = 2;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
lcd.init(); // initialize the lcd
lcd.backlight();
dht.begin();
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print(" ALAT PENETAS ");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print(" TELUR OTOMATIS ");
delay(5000);
lcd.clear();
pinMode(Relay, OUTPUT);
digitalWrite(Relay, LOW);
}
void loop()
{
float temp = dht.readTemperature();
int hum = dht.readHumidity();
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Suhu: ");
lcd.print(temp);
lcd.print((char)223);
lcd.print("C ");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Humidity: ");
lcd.print(hum);
lcd.print("% ");
delay(1000);
if (temp <= 37.5 || hum >= 60)
{
digitalWrite(Relay, LOW);
}
if (temp >= 39.5 || hum <= 50)
{
digitalWrite(Relay, HIGH);
}
}
Selamat Mencoba !!!!
Rabu, 26 Agustus 2020

Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno
Alat ini khusus kami dedikasikan untuk para peternak Ayam skala kecil yang punya hobi untuk memelihara ayam dirumah. Kami berikan Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Suhu ideal yang tepat pada mesin penetas telur unggas seperti telur bebek, telur ayam, telur itik, dan telur puyuh biasanya diatur dan dipertahankan antara 37°C - 40°C. Sedangkan untuk kelembabannya bisa diatur pada kisaran antara 50-60%.
Ketepatan pemembacaan thermometer sangat penting bagi pengaturan suhu yang benar. Oleh sebab itu untuk pembacaan paling akurat adalah dengan meletakkan termometer di antara (tengah) barisan Telur.
Prinsip kerja alat ini adalah menyalakan lampu pijar pemanas saat suhu dibawah 37°C dan mematikan lampu pijar pemanas saat suhu diatas 40°C. Namun mengingat pembacaan sensor suhu tidak mungkin 100% akurat, maka penyimpangan +/- 0,5°C masih bisa ditoleransi. Sehingga kami atur suhu berada di posisi antara 37.5°C sampai dengan 39.5°C.
Berikut ini adalah gambar Schematic Diagram Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno :

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module DHT11 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI
4. Lampu Pijar >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
Silahkan Download Library DHT11 KLIK DISINI.
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************/
//DHT Library
#include "DHT.h"
#define DHTPIN 3
#define DHTTYPE DHT11
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
const int Relay = 2;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
dht.begin();
pinMode(Relay, OUTPUT);
digitalWrite(Relay, LOW);
}
void loop()
{
float temp = dht.readTemperature();
int hum = dht.readHumidity();
delay(1000);
if (temp <= 37.5 || hum >= 60)
{
digitalWrite(Relay, LOW);
}
if (temp >= 39.5 || hum <= 50)
{
digitalWrite(Relay, HIGH);
}
}
Selamat Mencoba !!!
Senin, 24 Agustus 2020

Tutorial Membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno
Untuk Anda yang tidak memiliki Kulkas atau Lemari ES dirumah, kami akan membagikan Tutorial Membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno. Alat ini bisa Anda gunakan untuk menyimpan buah agar sedikit lebih awet karena berada pada suhu dingin. Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya, karena alat ini menggunakan Styrofoam bekas sebagai bahan utamanya. Berikut ini adalah gambar Box Styrofoam yang bisa Anda gunakan untuk membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno :
Berikut ini adalah Rancang Bangun Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno :
Berikut ini adalah Gambar Schematic Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno:
Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module LCD 1602 >>> BELI DISINI
3. Module I2C LCD >>> BELI DISINI
4. Resistor 10K Ohm >>> BELI DISINI
5. Tombol Push Button >>> BELI DISINI
6. Module Peltier+Kipas In/Out >>> BELI DISINI
7. Module Relay 4 Channel >>> BELI DISINI
8. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Tutorial Membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************/
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,16,2);
const int Tombol1 = 4;
const int Tombol2 = 5;
const int Tombol3 = 6;
const int Peltier = 8;
const int pSuhu = A0;
float suhu, data;
int setPoint;
byte setSP, f_awal;
long lastButton = 0;
long delayAntiBouncing = 50;
void setup()
{
analogReference(INTERNAL);
pinMode(pSuhu, INPUT);
pinMode(Tombol1, INPUT);
pinMode(Tombol2, INPUT);
pinMode(Tombol3, INPUT);
pinMode(Peltier, OUTPUT);
lcd.init(); // initialize the lcd
lcd.backlight();
lcd.clear();
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("ALAT PENDINGIN ");
lcd.setCursor(0, 1);
lcd.print("& PENGAWET BUAH ");
delay(5000);
lcd.clear();
setPoint = 14;
}
void loop()
{
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("SP=");
lcd.print(setPoint);
lcd.print((char)223);
lcd.print("C");
data = analogRead(pSuhu);
suhu = data / 9.309;
lcd.setCursor(8, 0); //baris pertama
lcd.print("T=");
lcd.print(suhu);
lcd.print((char)223);
lcd.print("C");
if (suhu<(setPoint-1) || f_awal == 0)
{
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print(" Pendingin OFF ");
digitalWrite(Peltier, LOW);
f_awal=1;
}
else if (suhu>=setPoint)
{
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print(" Pendingin ON ");
digitalWrite(Peltier, HIGH);
}
tombol();
delay(100);
}
void tombol()
{
digitalWrite(Tombol1, LOW);
digitalWrite(Tombol2, LOW);
digitalWrite(Tombol3, LOW);
if (digitalRead(Tombol1)==1)
{
lcd.clear();
lcd.print("Setting SetPoint");
lcd.setCursor(9,0);
delay(1000);
lcd.clear();
setSP++;
do
{
if(digitalRead(Tombol1)==1)
{
if ((millis()-lastButton)>delayAntiBouncing)
{
setSP++;
}
lastButton = millis();
}
else if(digitalRead(Tombol2)==1)
{
if((millis()-lastButton)>delayAntiBouncing)
{
setPoint++;
}
lastButton = millis();
}
else if(digitalRead(Tombol3)==1)
{
if((millis()-lastButton)>delayAntiBouncing)
{
if(setPoint>0)
{
setPoint--;
}
}
lastButton=millis();
}
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("SP=");
lcd.print(setPoint);
lcd.print((char)223);
lcd.print("C");
}
while (setSP<2);
setSP=0;
f_awal=0;
lcd.clear();
lcd.print("Set Point OK!");
delay(1000);
lcd.clear();
}
}
Selamat Mencoba !!!
Sabtu, 22 Agustus 2020

Tutorial Membuat GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno
Disaat Pandemi Covid-19 saat ini angka kejahatan meningkat. Hal ini karena berbanding lurus dengan Angka pengangguran yang meningkat. Kejahatan yang paling banyak adalah begal dan pencurian kendaraan bermotor. Kali ini kami akan berbagi tentang Tutorial Membuat GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno. Alat ini berfungsi untuk melakukan pelacakan Posisi kendaraan kita menggunakan GPS.
Baca Juga : Cara Program dan Akses Modul GSM SIM800L V.1 Menggunakan Arduino Nano/Uno.
Cara kerjanya adalah jika kita mengirimkan perintah pelacakan pada GPS Tracker, maka SIM800L akan mengirimkan SMS berupa link Koordinat Posisi Kendaraan kita. Link tersebut bisa digunakan untuk melacak Posisi Kendaraan menggunakan Google Maps.
Berikut ini adalah Bentuk Fisik dari GPS NEO 6M:
Berikut ini adalah Schematic Diagram GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno :
Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module GPS NEO 6M >>> BELI DISINI
3. Module SIM800L >>> BELI DISINI
4. Dioda 1N4007 >>> BELI DISINI
5. Elco 470uF/16 Volt >>> BELI DISINI
6. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
Berikut ini adalah Code Programnya :
/***************************
Tutorial Membuat GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno
Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com
Copyright @2020
****************************/
#include "SIM900.h"
#include "sms.h"
SMSGSM sms;
char buffer[160];
char smsbuffer[160];
char n[20];
unsigned long last = 0UL;
#include "SoftwareSerial.h"
#include <TinyGPS++.h>
TinyGPSPlus gps;
#include <PString.h>
PString str(buffer, sizeof(buffer));
String kirim="";
int Buzzer = 12;
void setup()
{
pinMode(Buzzer,OUTPUT);
Serial.begin(9600);
if (gsm.begin(9600))
{
sms.SendSMS("Nomor HP Anda", "GPS TRACKER ONLINE");
delsms();
digitalWrite(Buzzer,HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(Buzzer,LOW);
delay(1000);
digitalWrite(Buzzer,HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(Buzzer,LOW);
delay(1000);
digitalWrite(Buzzer,HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(Buzzer,LOW);
delay(1000);
}
}
void loop()
{
kirim="";
while (Serial.available() > 0)
if( gps.encode(Serial.read()))
info();
}
void(* resetFunc) (void) = 0;
void delsms()
{
for (int i=0; i<10; i++)
{
int pos=sms.IsSMSPresent(SMS_ALL);
if (pos!=0)
{
if (sms.DeleteSMS(pos)==1)
{
}
else
{
}
}
}
}
void info()
{
str.begin();
str.print("https://maps.google.com/maps?q=");
str.print(gps.location.lat(), 6);
str.print(F(","));
str.print(gps.location.lng(), 6);
kirim=str;
int pos=0;
pos=sms.IsSMSPresent(SMS_ALL);
if(pos)
{
sms.GetSMS(pos,n,20,smsbuffer,100);
if(!strcmp(smsbuffer,"TrackingGPS"))
{
digitalWrite(Buzzer,HIGH);
str.begin();
str.print(kirim);
sms.SendSMS(n,buffer);
digitalWrite(Buzzer,LOW);
}
if(!strcmp(smsbuffer,"ResetGPS"))
{
sms.SendSMS(n,"GPS TRACKER RESET");
delay(5000);
resetFunc();
}
delsms();
}
}
Selamat Mencoba.































