Blog Archive

Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label Interface Arduino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Interface Arduino. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Juli 2021

Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284

- 1 komentar

Artikel tentang Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284 sangat cocok untuk Anda yang ingin membuat sendiri Board Arduino diluar IC Standart Arduino Uno (ATmega328), Arduino Nano (ATmega328 & ATmega168), Arduino ProMini (ATmega328 & ATmega168), dan Arduino Mega (ATmega2560 & ATmega1280). Misalnya saja saat Anda membutuhkan suatu system mikrokontroler dengan Platform Arduino ternyata Anda tidak punya Board yang sudah jadi. Toko Arduino tidak tersedia di kota Anda. Anda hanya memiliki salah satu dari IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284. Anda bisa membuat sendiri Board Arduino menggunakan IC Tersebut untuk menghemat waktu dan biaya.


Baca Juga : Cara Memprogram Board Arduino yang Menggunakan IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284.

 

Berikut ini adalah macam-macam I/O dari Board Arduino apabila menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :


ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Standart Pin Out


ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Sanguino Pin Out


ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Bobuino Pin Out


Baca juga : Mengenal Dasar-dasar Quantum Computing: Sebuah Pengantar untuk Pemula


Berikut ini adalah Schematics Diagram Minimum System Board Arduino dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :

 


 

Berikut ini adalah gambar LayOut PCB dari Minimum System diatas :

 


 

Berikut ini File PDF LayOut PCB : MinSys Board Arduino with ATmega8535/16/32/164324/644/1284.


Hasil Jadi Board Arduino dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :





Baca Juga : Cara Memprogram Board Arduino yang Menggunakan IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284.

 

 

 

 

 


Sabtu, 05 Juni 2021

Berbagai Macam dan Jenis Shield Arduino yang Kompatibel untuk Kebutuhan Proyek Anda

- Tidak ada komentar

Selain board Arduino, juga diproduksi beberapa jenis modul pendukung yang dapat di integrasikan secara langsung pada board Arduino, modul ini dikenal dengan istilah Arduino Shield.


Saat ini telah banyak sekali jenis shield yang beredar dipasaran, karena selain pihak Arduino sendiri, perusahaan lainnya juga berlomba-lomba untuk membuat berbagai jenis shield yang dapat mendukung board Arduino. Beberapa jenis shield yang diproduksi untuk mendukung board Arduino dapat dilihat pada list berikut ini :

 

Arduino YUN Shield

 

Arduino YUN Shield ini dapat dipasang pada board Arduino & Genuino. Dengan menggunakan shield ini maka board Arduino/Genuino dapat terhubung pada jaringan komputer atau antar modul Arduino itu sendiri dan dapat dikonfigurasikan sesuai dengan topologi jaringan komputer. Shield Arduino YUN dolengkapi fasilitas untuk koneksi dengan menggunakan kabel jaringan komputer ataupun WIFI. Bila menggunakan shield Arduino YUN maka dapat menggunakan IDE tambahan seperti Arduino YUN LINUX OS.


Arduino Wifi Shield 101


Arduino Wifi Shield 101 dapat dipasang pada board Arduino & Genuino dan telah mendukung fitur dari Internet of Things (IoT). Konfigurasi untuk koneksi internet telah dipermudah dan telah mendukung koneksi dengan standar IEEE 802.11 b/g/n dengan lebar data sampai 72 Mbps.

Untuk enkripsi data dilengkapi dengan jenis enkripsi tipe WEP dan WPA2 personal.


Arduino Ethernet Shield

Arduino Ethernet Shield dapat dipasang pada board Arduino & Genuino. Pada shield ini dilengkapi dengan terminal ethernet dan dilengkapi dengan chip Wiznet W5100 agar modul Arduino dapat terhubung pada jaringan komputer melalui terminal dengan standar RJ45.

Selain itu pada modul ini juga dilengkapi dengan SD card yang berguna untuk menyimpan data.

Pada shield Ethernet ini juga dilengkapi tombol Reset yang diparalelkan dengan tombol reset dari board Arduino.


Arduino GSM Shield

Arduino GSM Shield dapat digunakan untuk menghubungkan board Arduino pada internet pada internet dengan menggunakan jaringan wireless GPRS. Pada modul ini dilengkapi dengan modul SIM Card dan dapat dihubungkan pada operator jaringan GSM yang menyediakan layanan GPRS. Frekuensi Bandwith yang didukung oleh shield ini meliputi GSM 850 MHz, GSM 900 MHz, DCS 1800 MHz, dan PCS 1900 MHz. Modul ini juga mendukung protokol TCP/UDP dan HTTP melalui koneksi GPRS. Untuk transfer data downlink dan uplink mampu mencapai maksimum 85,6 kbps.

 

Arduino Wifi Shield 

Bila ingin menggunakan board Modul Arduino pada jaringan internet dengan menggunakan wireless, maka dapat menggunakan modul Arduino Wifi Shield. Pada Arduino Wifi Shield ini juga disediakan terminal SD Card, sehingga dapat menyimpan data pada media SD Card tersebut.


Arduino USB Host Shield

Dengan menggunakan modul Arduino USB Host Shield, maka board Arduino dapat dikonfigurasikan sebagai Host. Shield ini dapat merupakan perangkat full-speed USB atau full/low-speed host dengan spesifikasi USB rev.2.0, sehingga dapat di integrasikan dengan keyboard, mic, joystick, Sony PS3, Nintendo, X-Box, bluetooth dongle, dan perangkat elektronik lainnya.


Pada modul Arduino USB Host Shield ini juga dilengkapi tombol reset yang diparalelkan dengan tombol reset dari board Arduino.


Arduino Motor Shield

Arduino Motor Shield menggunakan chip motor driver tipe L298 dan di desain dengan konfigurasi 2 full-bridge driver, sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan 2 unit motor DC, Motor Stepper Bipolar, dan Motor Stepper Unipolar, Relay, Solenoid, dan lain sebagainya.


Setiap channel mampu menghasilkan arus sebesar 2A-4A dan dilengkapi dengan sensor 1.65V/Ampere. Pada modul Arduino Motor Shield ini juga dilengkapi tombol reset yang diparalelkan dengan tombol reset dari board Arduino.


Wireless SD Shield

 

Wireless SD Shield dapat dipasang pada board Arduino dan telah dilengkapi dengan media penyimpanan data berupa SD Card dan dapat berkomunikasi dengan menggunakan modul tambahan wireless.


Konfigurasi modul wireless disesuaikan dengan modul Xbee. Modul Xbee dapat berkomunikasi dengan cara sekitar 100 kaki untuk dalam ruangan (indoor) atau 300 kaki diluar ruangan (outdoor). Pada modul Xbee versi tertentu daya jangkaunya mencapai lebih dari 1 Km.


Wireless Proto Shield

Wireless Proto Shield dapat di integrasikan dengan board Arduino/Genuino. Pada modul ini dilengkapi dengan terminal Wireless dengan konfigurasi Xbee.


Modul yang akan ditambahkan dapat berkomunikasi dengan cara sekitar 100 kaki untuk dalam ruangan (indoor) atau 300 kaki bila diluar ruangan (outdoor).









Selasa, 23 Februari 2021

Tutorial Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS

- 3 komentar

Sebelum Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS, lebih baik anda membaca terlebih dahulu mengenai Arduino Nano, RFID, dan Fingerprint. Alat ini sangat bermanfaat untuk di daerah yang rawan pencurian kendaraan bermotor. Karena motor hanya bisa di nyalakan menggunakan Kartu RFID milik kita dan Sidik jari milik kita. Pengamanan berlapis. 


Baca Juga : Tutorial Membaca E-KTP (KTP Elektronik) dengan RFID Reader RC522 Berbasis Arduino Uno .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

> 2 Pcs - Arduino Nano >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - RFID Reader RC522 >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Sensor Fingerprint >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Module SIM800L >>> BELI DISINI
> 3 Pcs - LM2596 >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Relay SPDT 5 Volt >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Transistor BC547 >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Resistor 560 Ohm >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Dioda 1N4148 >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Elco 470uF/16V >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Terminal Screw 3 Pin >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Terminal Screw 2 Pin >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Header Female 40 Pin >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Header Male 40 Pin >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - PCB Polos 10x10 cm >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Feric Chlorida >>> BELI DISINI
> Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
> Timah Solder Secukupnya >>> BELI DISINI
> Kertas Art Paper Secukupnya >>> BELI DISINI
 
 
Berikut ini adalah Code Program untuk Arduino Nano 1 :


/***************************

Tutorial Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

//Library and Declaration Finger Print
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_Fingerprint.h>
#include <SoftwareSerial.h>
SoftwareSerial mySerial(5, 4);
int fingerprintID = 00;
Adafruit_Fingerprint finger = Adafruit_Fingerprint(&mySerial);

//Library and Declaration RFID
#include <SPI.h>
#include <RFID.h>
#define SS_PIN 10
#define RST_PIN 9
RFID rfid(SS_PIN,RST_PIN);

int serNum[5];          //Variable buffer Scan Card
int cards[10][5] = {{117, 201, 155, 115, 84},    //YOSHUA - 0
                    {36, 58, 122, 137, 237},    //ANITA - 1
                   };

bool access = false;
String Nama;
int count;

//Declaration Relay Output
const int Relay_Kontak = 6;
const int Relay_Starter = 7;

//Declaration Communication to SIM800L
const int SMS = 2;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  finger.begin(57600);
  Wire.begin();
  SPI.begin();
  rfid.init();
  pinMode(Relay_Kontak, OUTPUT);
  pinMode(Relay_Starter, OUTPUT);
  pinMode(SMS, OUTPUT);
  digitalWrite(Relay_Kontak, LOW);
  digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
  digitalWrite(SMS, LOW);
 
  if (finger.verifyPassword())
  {
    Serial.println("Sensor ditemukan");
    delay(500);
  }
  else
  {
    Serial.println("no sensor :(");
    delay(500);
    while (1)
    {
      delay(1);
    }
  }

  while (!Serial)
  {
    ; // wait for serial port to connect. Needed for native USB port only
  }
}

void loop()
{
  fingerprintID = getFingerprintIDez();
  delay(50);
 
  if(fingerprintID == 1)
  {
    String IDname_1 = "YOSHUA";
    digitalWrite(Relay_Starter, HIGH);
    delay(2500);
    digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
    Serial.println(IDname_1);
    fingerprintID = 00;
  }  
  else if(fingerprintID == 2)
  {
    String IDname_2 = "ANITA";
    digitalWrite(Relay_Starter, HIGH);  
    delay(2500);
    digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
    Serial.println(IDname_2);
    fingerprintID = 00;        
  }

  if(rfid.isCard())
  {
    if(rfid.readCardSerial())
    {
      for(int x = 0; x < sizeof(cards); x++)
      {
        for(int i = 0; i < sizeof(rfid.serNum); i++ )
        {
          if(rfid.serNum[i] == cards[0][i])
          {
            access = true;
            Nama = "YOSHUA";
          }
          else if(rfid.serNum[i] == cards[1][i])
          {
            access = true;
            Nama = "ANITA";
          }   
          else
          {
            access = false;
            break;
          }
        }
        if(access)break;
      }   
    }
    
    if(access)
    {
      count++;
      if(count==1)
      {
        Serial.println(Nama);
        digitalWrite(Relay_Kontak, HIGH);
      }
      if(count==2)
      {
        Serial.println("Motor Mati");
        digitalWrite(Relay_Kontak, LOW);
        count=0;
      }
    }
    else
    {
      Serial.println("SMS Dikirim");
      digitalWrite(SMS, HIGH);
    }
    delay(1000);        
  }    
  rfid.halt();
}

int getFingerprintIDez()
{
  uint8_t x = finger.getImage();
  if (x != FINGERPRINT_OK)  return -1;
 
  x = finger.image2Tz();
  if (x != FINGERPRINT_OK)  return -1;
 
  x = finger.fingerFastSearch();
  if (x != FINGERPRINT_OK)  return -1;
 
  //menulis di komunikasi serial
  Serial.print("Found ID #");
  Serial.print(finger.fingerID);
  Serial.print(" with confidence of ");
  Serial.println(finger.confidence);
  return finger.fingerID;
}


Berikut ini adalah Code Program untuk Arduino Nano 2 :

//Library and Declaration Variabel SIM800L
#include "SIM900.h"         
#include "sms.h"            
#include <SoftwareSerial.h>
SMSGSM sms;                 
char smsbuffer[160];        
char n[20];                 
boolean started=false;      

//Declaration Variabel From Sensor
const int Maling = 4;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);             
  pinMode(Maling, INPUT);

  if (gsm.begin(9600))            
  {
    Serial.println("\nstatus=READY");
    started=true;                     
  }
  else                                
  {
    Serial.println("\nstatus=IDLE");
  }
}

void loop()
{
  const int Peringatan = digitalRead(Maling);

  if(started)                                                           
  {  
    if(Peringatan == HIGH)                                                     
    {                                
      sms.SendSMS("08xxxxxxxxx", "Awas MALING !!!");
    }
    else                     
    {
      Serial.println("Motor Diakses oleh Pemilik");
    }
  }
  delay(1000);
}


Berikut ini adalah Video Uji Coba tanpa Notifikasi SMS :



 
 

 

Sabtu, 30 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno

- 2 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Ambient Light Sensor BH1750  Menggunakan Arduino Uno. Pada kali ini akan diberikan contoh proyek penggunaan Arduino Uno dengan modul sensor BH1750. Arduino akan mencoba mendapatkan data cahaya sekitar dari modul sensor BH1750. Hasil yang di dapat berupa nilai dalam satuan Lux (Lumen/m2). 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Ambient Light Sensor BH1750 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Ambient Light Sensor BH1750 .


Download Library Ambient Light Sensor BH1750 >>> KLIK DISINI.


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno :

 

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

#include <Wire.h>
#include <BH1750.h>

BH1750 lightMeter;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  Wire.begin();
  lightMeter.begin();
  Serial.println(F("BH1750 Test begin"));
}

void loop()
{
  float LUX = lightMeter.readLightLevel();
  Serial.print("Cahaya: ");
  Serial.print(LUX);
  Serial.println(" LUX");
  delay(1000);
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

 

 

Selasa, 26 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog

- 6 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog. Pada kali ini akan diberikan contoh pembacaan kekeruhan air dengan menggunakan turbidity sensor dan Arduino Uno. Pada mode data yang dibaca adalah data analog yang nantinya akan diproses dan dihitung sehingga kita bisa mendapatkan nilai kekeruhannya. 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 .


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189  Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog :

 

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

int pinTurb = A0;
float V;
float kekeruhan;
float VRata2;
float VHasil;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  Serial.println("SENSOR KEKERUHAN AIR");
  delay(2000);
}

void loop()
{
  V = 0;
  for(int i=0; i<800; i++)
  {
    V += ((float)analogRead(pinTurb)/1023)*5;
  }

  VRata2 = V/800;
  VHasil = roundf(VRata2*10.0f)/10.0f;

  if(VHasil < 2.5)
  {
    kekeruhan = 3000;
  }
  else
  {
    kekeruhan = -1120.4*square(VHasil)+5742.3*VHasil-4353.8;
  }

  Serial.print("tegangan :");
  Serial.print(VHasil);
  Serial.print(" V");

  Serial.print("\t kekeruhan :");
  Serial.println(kekeruhan);
  delay(10);
}

 

 

 

Senin, 25 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital. Pada kali ini akan diberikan dan dibahas contoh pembacaan kekeruhan air dengan menggunakan turbidity sensor dan Arduino Uno pada mode digital dimana nilai keluaran sensor hanya nilai HIGH dan LOW saja. Pada mode keluaran digital, threshold terkait sensitivitas dapat diatur melalui potensiometer yang terdapat di papan sirkuit modul sensor. 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital




Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 .


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189  Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital :

 

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

int pinSensor = 2;
int pinLED = 13;

void setup()
{
  pinMode(pinSensor, INPUT);
  pinMode(pinLED, OUTPUT);
}

void loop()
{
  if(digitalRead(pinSensor) == HIGH)
  {
    digitalWrite(pinLED, LOW);
  }
  else
  {
    digitalWrite(pinLED, HIGH);
  }
}

 




Kamis, 21 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno

- 9 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno. Pada kali ini akan diberikan dan dibahas contoh proyek penggunaan Water Flow Sensor YF-S201 dengan Menggunakan Arduino Uno baik dari segi rangkaian maupun dari segi programnya. Pada contoh ini Arduino akan membaca pulsa keluaran dari modul sensor water flow dengan metode interupsi akan di increment pada fungsi khusus sebelum masuk kedalam bagian perhitungan. Output dari contoh proyek ini adalah nilai flow rate dari air dalam satuan liter per jam. 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-7 Gas Sensor (Karbon monoksida) Menggunakan Arduino Uno .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno :



Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Water Flow Sensor YF-S201 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Water Flow Sensor YF-S201 .


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno :

 

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

volatile int pulsa_sensor;
unsigned int literPerjam;
unsigned char pinFlowsensor = 2;
unsigned long waktuAktual;
unsigned long waktuLoop;
double liter;

void cacahPulsa()
{
  pulsa_sensor++;
}

void setup()
{
  pinMode(pinFlowsensor, INPUT);
  digitalWrite(pinFlowsensor, HIGH);
  Serial.begin(9600);
  attachInterrupt(0, cacahPulsa, RISING);
  sei();
  waktuAktual = millis();
  waktuLoop = waktuAktual;
}

void loop()
{
  waktuAktual = millis();
  if(waktuAktual >= (waktuLoop + 1000))
  {
    waktuLoop = waktuAktual;
    literPerjam = (pulsa_sensor*60/7.5);
    pulsa_sensor = 0;
    Serial.print(literPerjam, DEC);
    Serial.println(" L/jam");
  }
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

 

 

 

Sabtu, 09 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-7 Gas Sensor (Karbon monoksida) Menggunakan Arduino Uno

- 4 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-7 Gas Sensor (Karbonmonoksida) Menggunakan Arduino Uno. Pada kali ini Arduino akan membaca data keluaran analog dari modul sensor MQ-7. Pada contoh kali ini kita akan mencoba membaca data karbon monoksida dalam satuan PPM. 


Baca Juga : MQ-7 Gas Sensor (Karbon monoksida) .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari MQ-7 Gas Sensor (Karbon Monoksida) Menggunakan Arduino Uno :


Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane)>>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) Menggunakan Arduino Uno .


Library Sensor Gas MQ-7 >>> KLIK DISINI.


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat MQ-7 Gas Sensor (Karbon monoksida) Menggunakan Arduino Uno :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-7 Gas Sensor (Karbon monoksida) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

#include "MQ7.h"

MQ7 mq7(A0, 5.0);

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  Serial.print("Karbon Monoksida : ");
  Serial.println(mq7.getPPM());
  delay(1000);
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan. 

 

 

 

Minggu, 20 Desember 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) Menggunakan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) Menggunakan Arduino Uno. Pada kali ini Arduino akan membaca data keluaran analog dari modul sensor MQ-6.

 

Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno


Terdapat tiga program yang akan dibuat, program yang pertama adalah program untuk mendapatkan nilai analog ketika tidak ada gas yang terdeteksi dan ketika ada gas terdeteksi. Program yang kedua adalah program yang akan mengkonversi nilai analog dari sensor MQ-6 menjadi nilai tegangan baik ketika terdeteksi ada gas maupun tidak. Program yang ketiga adalah program yang akan memberikan peringatan jika terjadi kebocoran gas.


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) Menggunakan Arduino Uno :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane)>>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) .


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Nilai Analog MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane):

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int MQ6 = A0;
int nilaiSensor;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  nilaiSensor = analogRead(MQ6);
  Serial.print("MQ-6 =====>>> Nilai Sensor: ");
  Serial.println(nilaiSensor);  
  delay(1000);
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Nilai Tegangan MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane):

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int MQ6 = A0;
float nilaiSensor;
float nilaiTegangan;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  nilaiSensor = analogRead(MQ6);
  nilaiTegangan = (nilaiSensor/1023)*5;
  Serial.print("MQ-6 =====>>> Nilai Tegangan: ");
  Serial.println(nilaiTegangan);  
  delay(1000);
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

Berikut ini adalah Code Program untuk melihat kondisi Kebocoran Gas dengan MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane):

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-6 Gas Sensor (LPG and Butane) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int MQ6 = A0;
float nilaiSensor;
float nilaiTegangan;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  nilaiSensor = analogRead(MQ6);
  nilaiTegangan = (nilaiSensor/1023)*5;
  Serial.print("MQ-6 =====>>> Nilai Tegangan: ");
  Serial.println(nilaiTegangan);  
  delay(1000);

  if(nilaiTegangan > 1)
  {
    Serial.println("Peringatan: Terjadi Kebocoran Gas");
  }
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

 

 

 

 

 

 


Senin, 16 November 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

 Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno. Pada kali ini Arduino akan membaca data keluaran analog dari modul sensor MQ-3. 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno :

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) .


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int MQ3 = A0;
int nilaiSensor = 0;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  nilaiSensor = analogRead(MQ3);
  Serial.print("sensor = ");
  Serial.println(nilaiSensor);  
  delay(2);
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

 

 


 

Sabtu, 07 November 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno

- 2 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno. Pada percobaan kali ini Arduino akan membaca data keluaran analog dari modul sensor MQ-2. Untuk awal kita akan coba membaca dengan Serial Monitor saja dengan satuan PPM. 

 

Baca Juga : Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG, Pendeteksi Asap, dan Gas Metana Sederhana (Sensor Gas Dengan Menggunakan Arduino Uno dan Sensor Gas MQ2) .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno :

 


Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Download Library Sensor Gas MQ-2 silahkan >>> KLIK DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman MQ-2 Gas Sensor (Methane, Butane, LPG, Smoke) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <MQ2.h>

//change this with the pin that you use
int pin = A0;
int lpg, co, smoke;

MQ2 mq2(pin);

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  mq2.begin();
}

void loop()
{
  /*read the values from the sensor, it returns
  *an array which contains 3 values.
  * 1 = LPG in ppm
  * 2 = CO in ppm
  * 3 = SMOKE in ppm
  */
  float* values= mq2.read(true); //set it false if you don't want to print the values in the Serial
 
  //lpg = values[0];
  lpg = mq2.readLPG();
  //co = values[1];
  co = mq2.readCO();
  //smoke = values[2];
  smoke = mq2.readSmoke();
 
  delay(1000);
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

Kamis, 05 November 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 Menggunakan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 Menggunakan Arduino Uno. Pada percobaan kali ini kita akan coba menggunakan Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 untuk mendapatkan nilai yaw, pitch, dan roll. Pitch adalah rotasi ke axis-x, roll adalah rotasi ke axis-y, dan yaw adalah nilai rotasi ke axis-z. Hasil yang didapatkan pada percobaan ini akan ditampilkan pada bentuk 3D.


Baca Juga : Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 .


Berikut ini adalah Schematics diagram dari Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 Menggunakan Arduino Uno 

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

 

Download Library Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 >>> KLIK DISINI

Download Library I2Cdev >>> KLIK DISINI.


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Gyroscope dan Accelerometer MPU6050 Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/
#include "I2Cdev.h"
#include "MPU6050_6Axis_MotionApps20.h"
#if I2CDEV_IMPLEMENTATION == I2CDEV_ARDUINO_WIRE
    #include "Wire.h"
#endif

MPU6050 mpu;

#define OUTPUT_READABLE_YAWPITCHROLL

#define LED_PIN 13
bool blinkState = false;

bool dmpReady = false;  // set true if DMP init was successful
uint8_t mpuIntStatus;   // holds actual interrupt status byte from MPU
uint8_t devStatus;      // return status after each device operation (0 = success, !0 = error)
uint16_t packetSize;    // expected DMP packet size (default is 42 bytes)
uint16_t fifoCount;     // count of all bytes currently in FIFO
uint8_t fifoBuffer[64]; // FIFO storage buffer

// orientation/motion vars
Quaternion q;           // [w, x, y, z]         quaternion container
VectorInt16 aa;         // [x, y, z]            accel sensor measurements
VectorInt16 aaReal;     // [x, y, z]            gravity-free accel sensor measurements
VectorInt16 aaWorld;    // [x, y, z]            world-frame accel sensor measurements
VectorFloat gravity;    // [x, y, z]            gravity vector
float euler[3];         // [psi, theta, phi]    Euler angle container
float ypr[3];           // [yaw, pitch, roll]   yaw/pitch/roll container and gravity vector

// packet structure for InvenSense teapot demo
uint8_t teapotPacket[14] = { '$', 0x02, 0,0, 0,0, 0,0, 0,0, 0x00, 0x00, '\r', '\n' };

volatile bool mpuInterrupt = false;

void dmpDataReady()
{
  mpuInterrupt = true;
}

void setup()
{
  Serial.begin(115200);
  while (!Serial);
  #if I2CDEV_IMPLEMENTATION == I2CDEV_ARDUINO_WIRE
      Wire.begin();
      TWBR = 24; // 400kHz I2C clock (200kHz if CPU is 8MHz)
  #elif I2CDEV_IMPLEMENTATION == I2CDEV_BUILTIN_FASTWIRE
      Fastwire::setup(400, true);
  #endif

  // initialize device
  Serial.println(F("Initializing I2C devices..."));
  mpu.initialize();

  // verify connection
  Serial.println(F("Testing device connections..."));
  Serial.println(mpu.testConnection() ? F("MPU6050 connection successful") : F("MPU6050 connection failed"));

  // wait for ready
  Serial.println(F("\nSend any character to begin DMP programming and demo: "));
  while (Serial.available() && Serial.read()); // empty buffer
  while (!Serial.available());                 // wait for data
  while (Serial.available() && Serial.read()); // empty buffer again

  // load and configure the DMP
  Serial.println(F("Initializing DMP..."));
  devStatus = mpu.dmpInitialize();

  // supply your own gyro offsets here, scaled for min sensitivity
  mpu.setXGyroOffset(220);
  mpu.setYGyroOffset(76);
  mpu.setZGyroOffset(-85);
  mpu.setZAccelOffset(1788); // 1688 factory default for my test chip

  // make sure it worked (returns 0 if so)
  if (devStatus == 0)
  {
    // turn on the DMP, now that it's ready
    Serial.println(F("Enabling DMP..."));
    mpu.setDMPEnabled(true);

    // enable Arduino interrupt detection
    Serial.println(F("Enabling interrupt detection (Arduino external interrupt 0)..."));
    attachInterrupt(0, dmpDataReady, RISING);
    mpuIntStatus = mpu.getIntStatus();

    // set our DMP Ready flag so the main loop() function knows it's okay to use it
    Serial.println(F("DMP ready! Waiting for first interrupt..."));
    dmpReady = true;

    // get expected DMP packet size for later comparison
    packetSize = mpu.dmpGetFIFOPacketSize();
  }
  else
  {
    // ERROR!
    // 1 = initial memory load failed
    // 2 = DMP configuration updates failed
    // (if it's going to break, usually the code will be 1)
    Serial.print(F("DMP Initialization failed (code "));
    Serial.print(devStatus);
    Serial.println(F(")"));
  }

  // configure LED for output
  pinMode(LED_PIN, OUTPUT);
}

void loop()
{
  if (!dmpReady) return;
  while (!mpuInterrupt && fifoCount < packetSize)
  {
    
  }

  // reset interrupt flag and get INT_STATUS byte
  mpuInterrupt = false;
  mpuIntStatus = mpu.getIntStatus();

  // get current FIFO count
  fifoCount = mpu.getFIFOCount();

  // check for overflow (this should never happen unless our code is too inefficient)
  if ((mpuIntStatus & 0x10) || fifoCount == 1024)
  {
    // reset so we can continue cleanly
    mpu.resetFIFO();
    Serial.println(F("FIFO overflow!"));

    // otherwise, check for DMP data ready interrupt (this should happen frequently)
  }
  else if (mpuIntStatus & 0x02)
  {
    // wait for correct available data length, should be a VERY short wait
    while (fifoCount < packetSize) fifoCount = mpu.getFIFOCount();

    // read a packet from FIFO
    mpu.getFIFOBytes(fifoBuffer, packetSize);
        
    // track FIFO count here in case there is > 1 packet available
    // (this lets us immediately read more without waiting for an interrupt)
    fifoCount -= packetSize;

    #ifdef OUTPUT_READABLE_QUATERNION
    // display quaternion values in easy matrix form: w x y z
    mpu.dmpGetQuaternion(&q, fifoBuffer);
    Serial.print("quat\t");
    Serial.print(q.w);
    Serial.print("\t");
    Serial.print(q.x);
    Serial.print("\t");
    Serial.print(q.y);
    Serial.print("\t");
    Serial.println(q.z);
    #endif

    #ifdef OUTPUT_READABLE_EULER
    // display Euler angles in degrees
    mpu.dmpGetQuaternion(&q, fifoBuffer);
    mpu.dmpGetEuler(euler, &q);
    Serial.print("euler\t");
    Serial.print(euler[0] * 180/M_PI);
    Serial.print("\t");
    Serial.print(euler[1] * 180/M_PI);
    Serial.print("\t");
    Serial.println(euler[2] * 180/M_PI);
    #endif

    #ifdef OUTPUT_READABLE_YAWPITCHROLL
    // display Euler angles in degrees
    mpu.dmpGetQuaternion(&q, fifoBuffer);
    mpu.dmpGetGravity(&gravity, &q);
    mpu.dmpGetYawPitchRoll(ypr, &q, &gravity);
    Serial.print("ypr\t");
    Serial.print(ypr[0] * 180/M_PI);
    Serial.print("\t");
    Serial.print(ypr[1] * 180/M_PI);
    Serial.print("\t");
    Serial.println(ypr[2] * 180/M_PI);
    #endif

    #ifdef OUTPUT_READABLE_REALACCEL
    // display real acceleration, adjusted to remove gravity
    mpu.dmpGetQuaternion(&q, fifoBuffer);
    mpu.dmpGetAccel(&aa, fifoBuffer);
    mpu.dmpGetGravity(&gravity, &q);
    mpu.dmpGetLinearAccel(&aaReal, &aa, &gravity);
    Serial.print("areal\t");
    Serial.print(aaReal.x);
    Serial.print("\t");
    Serial.print(aaReal.y);
    Serial.print("\t");
    Serial.println(aaReal.z);
    #endif

    #ifdef OUTPUT_READABLE_WORLDACCEL
    // display initial world-frame acceleration, adjusted to remove gravity
    // and rotated based on known orientation from quaternion
    mpu.dmpGetQuaternion(&q, fifoBuffer);
    mpu.dmpGetAccel(&aa, fifoBuffer);
    mpu.dmpGetGravity(&gravity, &q);
    mpu.dmpGetLinearAccel(&aaReal, &aa, &gravity);
    mpu.dmpGetLinearAccelInWorld(&aaWorld, &aaReal, &q);
    Serial.print("aworld\t");
    Serial.print(aaWorld.x);
    Serial.print("\t");
    Serial.print(aaWorld.y);
    Serial.print("\t");
    Serial.println(aaWorld.z);
    #endif
    
    #ifdef OUTPUT_TEAPOT
    // display quaternion values in InvenSense Teapot demo format:
    teapotPacket[2] = fifoBuffer[0];
    teapotPacket[3] = fifoBuffer[1];
    teapotPacket[4] = fifoBuffer[4];
    teapotPacket[5] = fifoBuffer[5];
    teapotPacket[6] = fifoBuffer[8];
    teapotPacket[7] = fifoBuffer[9];
    teapotPacket[8] = fifoBuffer[12];
    teapotPacket[9] = fifoBuffer[13];
    Serial.write(teapotPacket, 14);
    teapotPacket[11]++; // packetCount, loops at 0xFF on purpose
    #endif

    // blink LED to indicate activity
    blinkState = !blinkState;
    digitalWrite(LED_PIN, blinkState);
  }
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

Baca juga :  Teknologi IoT

 

 

Selasa, 03 November 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno

- 5 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno. Sebagai langkah awal, buat mekanis dudukan untuk load cell dan penampang untuk benda yang akan di ukur beratnya seperti gambar dibawah ini :

 


 

Baca Juga :  Sensor Berat (Load Cell) .


Pada proyek ini Arduino akan membaca berat suatu benda dengan menggunakan sensor load cell. Output dari load cell akan dikuatkan dahulu melalui modul HX711. Hasil akhir dari contoh proyek ini adalah berat yang terukur dalam satuan kilogram akan ditampilkan pada Serial Monitor. 


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno :

 



Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Berat (Load Cell) >>> BELI DISINI
3. Modul HX711 >>> BELI DISINI
4. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Pada proyek ini terdapat dua program terkait pemrograman yang harus dibuat yaitu program untuk kalibrasi terkait pembacaan berat dari sensor load cell dan program untuk membaca berat benda. Namun, sebelum kita melangkah pada bagian pemrograman yang ada silahkan untuk Download Library HX711 >>> KLIK DISINI


Setelah berhasil melakukan instalasi library HX711, maka langkah selanjutnya adalah membuat program kalibrasi untuk mencocokkan input dengan output sensor. 


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include "HX711.h"

HX711 scale(3, 2);

float calibration_factor = 1000; // this calibration factor is adjusted according to my load cell
float units;
float ounces;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  Serial.println("HX711 calibration sketch");
  Serial.println("Remove all weight from scale");
  Serial.println("After readings begin, place known weight on scale");
  Serial.println("Press + or a to increase calibration factor");
  Serial.println("Press - or z to decrease calibration factor");

  scale.set_scale();
  scale.tare();  //Reset the scale to 0

  long zero_factor = scale.read_average(); //Get a baseline reading
  Serial.print("Zero factor: "); //This can be used to remove the need to tare the scale. Useful in permanent scale projects.
  Serial.println(zero_factor);
}

void loop()
{
  scale.set_scale(calibration_factor); //Adjust to this calibration factor

  Serial.print("Reading: ");
  units = scale.get_units(), 1;
  if (units < 0)
  {
    units = 0.00;
  }
  Serial.print(units);
  Serial.print(" gram");
  Serial.print(" calibration_factor: ");
  Serial.print(calibration_factor);
  Serial.println();
  delay(1000);

  if(Serial.available())
  {
    char temp = Serial.read();
    if(temp == '+' || temp == 'a')
      calibration_factor += 50;
    else if(temp == '-' || temp == 'z')
      calibration_factor -= 50;
  }
}

 

Setelah membuat program dan memahami setiap barisnya, maka langkah selanjutnya compile sketch yang telah dibuat dan upload program tersebut ke Arduino. Setelah proses upload selesai, buka serial monitor pada Arduino IDE sehingga nilai terkait berat yang terbaca dapat terlihat.


Untuk melakukan proses kalibrasi, jangan tempatkan benda apapun diatas penampang sensor. Perhatikan nilai berat yang tampil pada Serial Monitor Arduino IDE, kemudian sesuaikan nilai berat tersebut dengan cara mengatur nilai dari variabel sampai nilai berat yang tampil pada Serial Monitor Arduino IDE mencapai 0 gram. 


Selain cara diatas, proses kalibrasi dapat dilakukan dengan cara menempatkan benda yang sudah kita ketahui beratnya diatas penampang sensor. Kemudian, perhatikan nilai berat yang tampil pada Serial Monitor Arduino IDE, lalu sesuaikan nilai dari berat tersebut dengan cara mengatur nilai dari variabel sampai nilai berat yang tampil pada Serial Monitor Arduino IDE sesuai dengan berat benda aktual yang sudah kita ketahui. 

 

Untuk melakukan pengukuran Berat, Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include "HX711.h"

#define DOUT  3
#define CLK  2

HX711 scale;

float calibration_factor = -2380; //Hasil Kalibrasi
float units;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  scale.begin(DOUT, CLK);
  scale.set_scale();
  scale.tare();  //Reset the scale to 0

  long zero_factor = scale.read_average(); //Get a baseline reading
  Serial.print("Zero factor: "); //This can be used to remove the need to tare the scale. Useful in permanent scale projects.
  Serial.println(zero_factor);
}

void loop()
{
  scale.set_scale(calibration_factor); //Adjust to this calibration factor

  Serial.print("Reading: ");
  units = scale.get_units(), 1;
  if (units < 0)
  {
    units = 0.00;
  }
  Serial.print("Berat: ");
  Serial.print(units);
  Serial.print(" Gram");
  Serial.println();
  delay(1000);
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

Baca juga :  Cara Menerapkan Machine Learning dalam Proyek Data Science

 

 



Minggu, 01 November 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Reed Switch Sensor Menggunakan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Reed Switch Sensor Menggunakan Arduino Uno. Pada percobaan kali ini akan membaca input dari Reed Switch Sensor. Reed Switch Sensor akan mengeluarkan output digital 0 dan 1. Arduino akan menyalakan atau memadamkan LED dan mengirim string ke serial monitor pada Arduino IDE sesuai kondisi yang didapat.

 

Baca Juga : Reed Switch Sensor .

 

Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Reed Switch Sensor Menggunakan Arduino Uno :



 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Reed Switch Sensor >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Reed Switch Sensor Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

int LED = 13;
int ReedSwitch = 6;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  pinMode(LED, OUTPUT);
  pinMode(ReedSwitch, INPUT);
}

void loop()
{
  int nilai = digitalRead(ReedSwitch);
  if(nilai == HIGH)
  {
    digitalWrite(LED, HIGH);
    Serial.println("terbuka");
  }
  else
  {
    digitalWrite(LED, LOW);
    Serial.println("tertutup");
  }
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

Jumat, 30 Oktober 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D Menggunakan Arduino Uno

- 1 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D Menggunakan Arduino Uno. Pada percobaan kali ini ditujukan untuk membaca data output terkait miring atau tidaknya posisi dari modul Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D. Output dari modul Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D ini berupa nilai Digital berupa Logika HIGH atau LOW. Hasil yang didapat akan ditunjukkan dengan Indikator BUILTIN LED pada pin 13 Arduino Uno dan ditampilkan pada serial monitor. 


Baca Juga : Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D Menggunakan Arduino Uno :


Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Tilt Sensor (Sensor Kemiringan) SW-520D Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

void setup()
{
  Serial.print(9600);
  pinMode(7, INPUT);
  pinMode(13, OUTPUT);
}

void loop()
{
  int nilaiTilt = digitalRead(7);
  Serial.print(nilaiTilt);

  if(nilaiTilt == HIGH)
  {
    Serial.println(" Miring");
    digitalWrite(13, HIGH);
  }
  else
  {
    Serial.print(" Tegak");
    digitalWrite(13, LOW);
  }
  delay(200);
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

 

 

Rabu, 28 Oktober 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital. Pada modul Sensor Hujan FC-37 terdapat potensiometer yang dapat digunakan untuk mengatur sensitivitas dari sensor. Output pin digital pada modul didapatkan dari hasil perbandingan antara nilai threshold dengan nilai output sensor menggunakan komparator LM393. 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog


Berikut ini adalah gambar Schematics Diagram dari Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital :




Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Hujan FC-37 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Sensor Hujan FC-37.


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int SensorHujan = 7;

void setup()
{
  Serial.print(9600);
  pinMode(SensorHujan, INPUT);
}

void loop()
{
  int kondisi = digitalRead(SensorHujan);
 
  if(kondisi == LOW)
  {
    Serial.println("HUJAN");
  }
  else
  {
    Serial.println("TIDAK HUJAN");
  }
  delay(1000);
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

 

 

Senin, 26 Oktober 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog. Pada contoh kali ini Arduino Uno akan bertugas membaca output analog dari modul Sensor Hujan FC-37 dan hasilnya akan ditampilkan pada serial monitor.


Baca Juga : Sensor Hujan FC-37


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Hujan FC-37 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Hujan FC-37 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int nilaiMin = 0;
const int nilaiMaks = 1024;

void setup()
{
  Serial.print(9600);
}

void loop()
{
  int hasil = analogRead(A1);
  int range = map(hasil, nilaiMin, nilaiMaks, 0, 3);

  switch(range)
  {
    case 0:
      Serial.print(hasil);
      Serial.println(" HUJAN");
      break;

    case 1:
      Serial.print(hasil);
      Serial.println(" AWAS HUJAN");
      break;

    case 2:
      Serial.print(hasil);
      Serial.println(" TIDAK HUJAN");
      break;
  }
  delay(1000);
}

 

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.