Blog Archive

Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label Interface Arduino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Interface Arduino. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Juli 2021

Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284

- 1 komentar

Artikel tentang Membuat Board Arduino Sendiri dengan Menggunakan IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284 sangat cocok untuk Anda yang ingin membuat sendiri Board Arduino diluar IC Standart Arduino Uno (ATmega328), Arduino Nano (ATmega328 & ATmega168), Arduino ProMini (ATmega328 & ATmega168), dan Arduino Mega (ATmega2560 & ATmega1280). Misalnya saja saat Anda membutuhkan suatu system mikrokontroler dengan Platform Arduino ternyata Anda tidak punya Board yang sudah jadi. Toko Arduino tidak tersedia di kota Anda. Anda hanya memiliki salah satu dari IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284. Anda bisa membuat sendiri Board Arduino menggunakan IC Tersebut untuk menghemat waktu dan biaya.


Baca Juga : Cara Memprogram Board Arduino yang Menggunakan IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284.

 

Berikut ini adalah macam-macam I/O dari Board Arduino apabila menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :


ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Standart Pin Out


ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Sanguino Pin Out


ATMEGA 16/32/8535/164/324/644/1284
Bobuino Pin Out


Baca juga : Mengenal Dasar-dasar Quantum Computing: Sebuah Pengantar untuk Pemula


Berikut ini adalah Schematics Diagram Minimum System Board Arduino dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :

 


 

Berikut ini adalah gambar LayOut PCB dari Minimum System diatas :

 


 

Berikut ini File PDF LayOut PCB : MinSys Board Arduino with ATmega8535/16/32/164324/644/1284.


Hasil Jadi Board Arduino dengan Menggunakan IC ATmega8535/16/32/164/324/644/1284 :





Baca Juga : Cara Memprogram Board Arduino yang Menggunakan IC ATmega8535/ATmega16/ATmega32/ATmega164/ATmega324/ATmega644/ATmega1284.

 

 

 

 

 


Sabtu, 05 Juni 2021

Berbagai Macam dan Jenis Shield Arduino yang Kompatibel untuk Kebutuhan Proyek Anda

- Tidak ada komentar

Selain board Arduino, juga diproduksi beberapa jenis modul pendukung yang dapat di integrasikan secara langsung pada board Arduino, modul ini dikenal dengan istilah Arduino Shield.


Saat ini telah banyak sekali jenis shield yang beredar dipasaran, karena selain pihak Arduino sendiri, perusahaan lainnya juga berlomba-lomba untuk membuat berbagai jenis shield yang dapat mendukung board Arduino. Beberapa jenis shield yang diproduksi untuk mendukung board Arduino dapat dilihat pada list berikut ini :

 

Arduino YUN Shield

 

Arduino YUN Shield ini dapat dipasang pada board Arduino & Genuino. Dengan menggunakan shield ini maka board Arduino/Genuino dapat terhubung pada jaringan komputer atau antar modul Arduino itu sendiri dan dapat dikonfigurasikan sesuai dengan topologi jaringan komputer. Shield Arduino YUN dolengkapi fasilitas untuk koneksi dengan menggunakan kabel jaringan komputer ataupun WIFI. Bila menggunakan shield Arduino YUN maka dapat menggunakan IDE tambahan seperti Arduino YUN LINUX OS.


Arduino Wifi Shield 101


Arduino Wifi Shield 101 dapat dipasang pada board Arduino & Genuino dan telah mendukung fitur dari Internet of Things (IoT). Konfigurasi untuk koneksi internet telah dipermudah dan telah mendukung koneksi dengan standar IEEE 802.11 b/g/n dengan lebar data sampai 72 Mbps.

Untuk enkripsi data dilengkapi dengan jenis enkripsi tipe WEP dan WPA2 personal.


Arduino Ethernet Shield

Arduino Ethernet Shield dapat dipasang pada board Arduino & Genuino. Pada shield ini dilengkapi dengan terminal ethernet dan dilengkapi dengan chip Wiznet W5100 agar modul Arduino dapat terhubung pada jaringan komputer melalui terminal dengan standar RJ45.

Selain itu pada modul ini juga dilengkapi dengan SD card yang berguna untuk menyimpan data.

Pada shield Ethernet ini juga dilengkapi tombol Reset yang diparalelkan dengan tombol reset dari board Arduino.


Arduino GSM Shield

Arduino GSM Shield dapat digunakan untuk menghubungkan board Arduino pada internet pada internet dengan menggunakan jaringan wireless GPRS. Pada modul ini dilengkapi dengan modul SIM Card dan dapat dihubungkan pada operator jaringan GSM yang menyediakan layanan GPRS. Frekuensi Bandwith yang didukung oleh shield ini meliputi GSM 850 MHz, GSM 900 MHz, DCS 1800 MHz, dan PCS 1900 MHz. Modul ini juga mendukung protokol TCP/UDP dan HTTP melalui koneksi GPRS. Untuk transfer data downlink dan uplink mampu mencapai maksimum 85,6 kbps.

 

Arduino Wifi Shield 

Bila ingin menggunakan board Modul Arduino pada jaringan internet dengan menggunakan wireless, maka dapat menggunakan modul Arduino Wifi Shield. Pada Arduino Wifi Shield ini juga disediakan terminal SD Card, sehingga dapat menyimpan data pada media SD Card tersebut.


Arduino USB Host Shield

Dengan menggunakan modul Arduino USB Host Shield, maka board Arduino dapat dikonfigurasikan sebagai Host. Shield ini dapat merupakan perangkat full-speed USB atau full/low-speed host dengan spesifikasi USB rev.2.0, sehingga dapat di integrasikan dengan keyboard, mic, joystick, Sony PS3, Nintendo, X-Box, bluetooth dongle, dan perangkat elektronik lainnya.


Pada modul Arduino USB Host Shield ini juga dilengkapi tombol reset yang diparalelkan dengan tombol reset dari board Arduino.


Arduino Motor Shield

Arduino Motor Shield menggunakan chip motor driver tipe L298 dan di desain dengan konfigurasi 2 full-bridge driver, sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan 2 unit motor DC, Motor Stepper Bipolar, dan Motor Stepper Unipolar, Relay, Solenoid, dan lain sebagainya.


Setiap channel mampu menghasilkan arus sebesar 2A-4A dan dilengkapi dengan sensor 1.65V/Ampere. Pada modul Arduino Motor Shield ini juga dilengkapi tombol reset yang diparalelkan dengan tombol reset dari board Arduino.


Wireless SD Shield

 

Wireless SD Shield dapat dipasang pada board Arduino dan telah dilengkapi dengan media penyimpanan data berupa SD Card dan dapat berkomunikasi dengan menggunakan modul tambahan wireless.


Konfigurasi modul wireless disesuaikan dengan modul Xbee. Modul Xbee dapat berkomunikasi dengan cara sekitar 100 kaki untuk dalam ruangan (indoor) atau 300 kaki diluar ruangan (outdoor). Pada modul Xbee versi tertentu daya jangkaunya mencapai lebih dari 1 Km.


Wireless Proto Shield

Wireless Proto Shield dapat di integrasikan dengan board Arduino/Genuino. Pada modul ini dilengkapi dengan terminal Wireless dengan konfigurasi Xbee.


Modul yang akan ditambahkan dapat berkomunikasi dengan cara sekitar 100 kaki untuk dalam ruangan (indoor) atau 300 kaki bila diluar ruangan (outdoor).









Selasa, 23 Februari 2021

Tutorial Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS

- 3 komentar

Sebelum Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS, lebih baik anda membaca terlebih dahulu mengenai Arduino Nano, RFID, dan Fingerprint. Alat ini sangat bermanfaat untuk di daerah yang rawan pencurian kendaraan bermotor. Karena motor hanya bisa di nyalakan menggunakan Kartu RFID milik kita dan Sidik jari milik kita. Pengamanan berlapis. 


Baca Juga : Tutorial Membaca E-KTP (KTP Elektronik) dengan RFID Reader RC522 Berbasis Arduino Uno .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

> 2 Pcs - Arduino Nano >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - RFID Reader RC522 >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Sensor Fingerprint >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Module SIM800L >>> BELI DISINI
> 3 Pcs - LM2596 >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Relay SPDT 5 Volt >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Transistor BC547 >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Resistor 560 Ohm >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Dioda 1N4148 >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Elco 470uF/16V >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Terminal Screw 3 Pin >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Terminal Screw 2 Pin >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Header Female 40 Pin >>> BELI DISINI
> 2 Pcs - Header Male 40 Pin >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - PCB Polos 10x10 cm >>> BELI DISINI
> 1 Pcs - Feric Chlorida >>> BELI DISINI
> Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
> Timah Solder Secukupnya >>> BELI DISINI
> Kertas Art Paper Secukupnya >>> BELI DISINI
 
 
Berikut ini adalah Code Program untuk Arduino Nano 1 :


/***************************

Tutorial Membuat Security System Kontak Sepeda Motor Menggunakan RFID dan Fingerprint Berbasis Arduino Nano dengan Notifikasi SMS

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

//Library and Declaration Finger Print
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_Fingerprint.h>
#include <SoftwareSerial.h>
SoftwareSerial mySerial(5, 4);
int fingerprintID = 00;
Adafruit_Fingerprint finger = Adafruit_Fingerprint(&mySerial);

//Library and Declaration RFID
#include <SPI.h>
#include <RFID.h>
#define SS_PIN 10
#define RST_PIN 9
RFID rfid(SS_PIN,RST_PIN);

int serNum[5];          //Variable buffer Scan Card
int cards[10][5] = {{117, 201, 155, 115, 84},    //YOSHUA - 0
                    {36, 58, 122, 137, 237},    //ANITA - 1
                   };

bool access = false;
String Nama;
int count;

//Declaration Relay Output
const int Relay_Kontak = 6;
const int Relay_Starter = 7;

//Declaration Communication to SIM800L
const int SMS = 2;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  finger.begin(57600);
  Wire.begin();
  SPI.begin();
  rfid.init();
  pinMode(Relay_Kontak, OUTPUT);
  pinMode(Relay_Starter, OUTPUT);
  pinMode(SMS, OUTPUT);
  digitalWrite(Relay_Kontak, LOW);
  digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
  digitalWrite(SMS, LOW);
 
  if (finger.verifyPassword())
  {
    Serial.println("Sensor ditemukan");
    delay(500);
  }
  else
  {
    Serial.println("no sensor :(");
    delay(500);
    while (1)
    {
      delay(1);
    }
  }

  while (!Serial)
  {
    ; // wait for serial port to connect. Needed for native USB port only
  }
}

void loop()
{
  fingerprintID = getFingerprintIDez();
  delay(50);
 
  if(fingerprintID == 1)
  {
    String IDname_1 = "YOSHUA";
    digitalWrite(Relay_Starter, HIGH);
    delay(2500);
    digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
    Serial.println(IDname_1);
    fingerprintID = 00;
  }  
  else if(fingerprintID == 2)
  {
    String IDname_2 = "ANITA";
    digitalWrite(Relay_Starter, HIGH);  
    delay(2500);
    digitalWrite(Relay_Starter, LOW);
    Serial.println(IDname_2);
    fingerprintID = 00;        
  }

  if(rfid.isCard())
  {
    if(rfid.readCardSerial())
    {
      for(int x = 0; x < sizeof(cards); x++)
      {
        for(int i = 0; i < sizeof(rfid.serNum); i++ )
        {
          if(rfid.serNum[i] == cards[0][i])
          {
            access = true;
            Nama = "YOSHUA";
          }
          else if(rfid.serNum[i] == cards[1][i])
          {
            access = true;
            Nama = "ANITA";
          }   
          else
          {
            access = false;
            break;
          }
        }
        if(access)break;
      }   
    }
    
    if(access)
    {
      count++;
      if(count==1)
      {
        Serial.println(Nama);
        digitalWrite(Relay_Kontak, HIGH);
      }
      if(count==2)
      {
        Serial.println("Motor Mati");
        digitalWrite(Relay_Kontak, LOW);
        count=0;
      }
    }
    else
    {
      Serial.println("SMS Dikirim");
      digitalWrite(SMS, HIGH);
    }
    delay(1000);        
  }    
  rfid.halt();
}

int getFingerprintIDez()
{
  uint8_t x = finger.getImage();
  if (x != FINGERPRINT_OK)  return -1;
 
  x = finger.image2Tz();
  if (x != FINGERPRINT_OK)  return -1;
 
  x = finger.fingerFastSearch();
  if (x != FINGERPRINT_OK)  return -1;
 
  //menulis di komunikasi serial
  Serial.print("Found ID #");
  Serial.print(finger.fingerID);
  Serial.print(" with confidence of ");
  Serial.println(finger.confidence);
  return finger.fingerID;
}


Berikut ini adalah Code Program untuk Arduino Nano 2 :

//Library and Declaration Variabel SIM800L
#include "SIM900.h"         
#include "sms.h"            
#include <SoftwareSerial.h>
SMSGSM sms;                 
char smsbuffer[160];        
char n[20];                 
boolean started=false;      

//Declaration Variabel From Sensor
const int Maling = 4;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);             
  pinMode(Maling, INPUT);

  if (gsm.begin(9600))            
  {
    Serial.println("\nstatus=READY");
    started=true;                     
  }
  else                                
  {
    Serial.println("\nstatus=IDLE");
  }
}

void loop()
{
  const int Peringatan = digitalRead(Maling);

  if(started)                                                           
  {  
    if(Peringatan == HIGH)                                                     
    {                                
      sms.SendSMS("08xxxxxxxxx", "Awas MALING !!!");
    }
    else                     
    {
      Serial.println("Motor Diakses oleh Pemilik");
    }
  }
  delay(1000);
}


Berikut ini adalah Video Uji Coba tanpa Notifikasi SMS :



 
 

 

Sabtu, 30 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno

- 2 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Ambient Light Sensor BH1750  Menggunakan Arduino Uno. Pada kali ini akan diberikan contoh proyek penggunaan Arduino Uno dengan modul sensor BH1750. Arduino akan mencoba mendapatkan data cahaya sekitar dari modul sensor BH1750. Hasil yang di dapat berupa nilai dalam satuan Lux (Lumen/m2). 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Ambient Light Sensor BH1750 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Ambient Light Sensor BH1750 .


Download Library Ambient Light Sensor BH1750 >>> KLIK DISINI.


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno :

 

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Ambient Light Sensor BH1750 Menggunakan Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

#include <Wire.h>
#include <BH1750.h>

BH1750 lightMeter;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  Wire.begin();
  lightMeter.begin();
  Serial.println(F("BH1750 Test begin"));
}

void loop()
{
  float LUX = lightMeter.readLightLevel();
  Serial.print("Cahaya: ");
  Serial.print(LUX);
  Serial.println(" LUX");
  delay(1000);
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, akan tampil hasil Kondisi yang di inginkan.

 

 

 

Selasa, 26 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog

- 6 komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog. Pada kali ini akan diberikan contoh pembacaan kekeruhan air dengan menggunakan turbidity sensor dan Arduino Uno. Pada mode data yang dibaca adalah data analog yang nantinya akan diproses dan dihitung sehingga kita bisa mendapatkan nilai kekeruhannya. 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog :

 


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 .


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189  Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog :

 

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Analog

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

int pinTurb = A0;
float V;
float kekeruhan;
float VRata2;
float VHasil;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  Serial.println("SENSOR KEKERUHAN AIR");
  delay(2000);
}

void loop()
{
  V = 0;
  for(int i=0; i<800; i++)
  {
    V += ((float)analogRead(pinTurb)/1023)*5;
  }

  VRata2 = V/800;
  VHasil = roundf(VRata2*10.0f)/10.0f;

  if(VHasil < 2.5)
  {
    kekeruhan = 3000;
  }
  else
  {
    kekeruhan = -1120.4*square(VHasil)+5742.3*VHasil-4353.8;
  }

  Serial.print("tegangan :");
  Serial.print(VHasil);
  Serial.print(" V");

  Serial.print("\t kekeruhan :");
  Serial.println(kekeruhan);
  delay(10);
}

 

 

 

Senin, 25 Januari 2021

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital

- Tidak ada komentar

Arduino Indonesia akan berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital. Pada kali ini akan diberikan dan dibahas contoh pembacaan kekeruhan air dengan menggunakan turbidity sensor dan Arduino Uno pada mode digital dimana nilai keluaran sensor hanya nilai HIGH dan LOW saja. Pada mode keluaran digital, threshold terkait sensitivitas dapat diatur melalui potensiometer yang terdapat di papan sirkuit modul sensor. 


Baca Juga : Cara Mengakses dan Pemrograman Water Flow Sensor YF-S201 Menggunakan Arduino Uno .


Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital




Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Baca Juga : Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 .


Berikut ini adalah Code Program untuk melihat Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189  Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital :

 

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Turbidity Sensor (Kekeruhan Air) SEN0189 Menggunakan Arduino Uno - Mode Digital

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2021

****************************/

int pinSensor = 2;
int pinLED = 13;

void setup()
{
  pinMode(pinSensor, INPUT);
  pinMode(pinLED, OUTPUT);
}

void loop()
{
  if(digitalRead(pinSensor) == HIGH)
  {
    digitalWrite(pinLED, LOW);
  }
  else
  {
    digitalWrite(pinLED, HIGH);
  }
}