Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Selasa, 11 Oktober 2022

Pengertian dan Penjelasan tentang Sensor

Sensor sering digunakan dalam pemrograman Arduino. Sensor merupakan perangkat yang menerima dan menanggapi sinyal. Sensor digunakan untuk mendeteksi perubahan besaran fisik seperti tekanan, gaya, cahaya, gerakan, kelembaban, suhu dan perubahan lingkungan fisik atau kimia lainnya. Pada dasarnya, sensor dapat digolongkan sebagai transduser input karena dapat mengubah energi fisik menjadi sinyal listrik atau pun resistansi (yang kemudian dikonersikan lagi ke tegangan atau sinyal listrik). Sensor yang baik mempunyai tiga prinsip berikut :

 

1. Sensitif terhadap elemen yang diukur

 

2. Tidak sensitif terhadap elemen lain selain elemen yang diukur

 

3. Tidak mengubah kondisi elemen yang diukur

 

Klasifikasi Jenis Sensor

 

Pada dasarnya sensor yang digunakan pada perangkat elektronik dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yaitu :

 

1. Sensor Aktif dan Sensor Pasif

 

    A. Sensor aktif adalah sensor yang membutuhkan sumber daya eksternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik dari sensor aktif sendiri bervariasi sehubungan dengan efek eksternal yang diberikannya. Prinsip kerjanya dengan memancarkan pulsa energi dan mendeteksi energi yang dipantulkan.

 

    B. Sensor pasif adalah sensor yang dapat menghasilkan sinyal output tanpa memerlukan pasokan listrik dari eksternal, seperti thermocouple yang menghasilkan nilai tegangan sesuai dengan panas atau suhu yang diterimanya.

 

2. Sensor Analog dan Sensor Digital

 

     A. Sensor analog adalah sensor yang menghasilkan sinyal output yang kontinu atau berkelanjutan. Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan oleh sensor analog ini sebanding dengan pengukuran. Sensor analog memiliki berbagai parameter seperti suhu, tekanan, tegangan dan pergerakan. Contoh sensor analog yaitu akselerometer, sensor cahaya, sensor suhu dan sensor kecepatan.

 

    B. Sensor digital adalah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit yaitu 1 dan 0 (ON atau OFF). Sinyal diskrit akan non-kontinu dengan waktu dan dapat direpresentasikan dalam "bit". Sensor digital biasanya terdiri dari sensor, kabel dan pemancar. Sinyal fisik yang diterimanya akan dikonversi menjadi sinyal digital di dalam sensor itu sendiri tanpa komponen eksternal. Kabel yang terdapat pada sensor digital digunakan untuk transmisi jarak jauh. 

 

Jenis - jenis Sensor

 

a. Akselerometer (Accelerometer)

 

Sensor akselerometer adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi perubahan posisi, orientasi, kecepatan, getaran, goncangan dan kemiringan dengan gerakan indra. Akselerometer analog ini dapat digolongkan lagi berdasarkan variasi konfigurasi dan sensitivitas. Berdasarkan pada sinyal keluaran, akselerometer analog menghasilkan tegangan variabel konstan berdasarkan jumlah percepatan yang diterapkan pada akselerometer. Akselerometer terdiri dari 2 jenis yaitu Akselerometer Analog dan Akselerometer Digital.

 

Akselerometer

 

b. Sensor Cahaya (Light Sensor)

 

Sensor Cahaya atau Light Sensor adalah sensor analog yang digunakan untuk mendeteksi jumlah cahaya yang mengenai sensor tersebut. Sensor cahaya ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis seperti foto-resistor, Cadmium Sulfide (CdS), dan fotosel. Light dependent resistor atau LDR dapat digunakan sebagai sensor cahaya analog yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan beban secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya.  Resistansi LDR akan meningkat apabila intensitas cahaya menurun. Sebaliknya, Resistansi LDT akan menurun apabil intensitas cahaya yang diterimanya bertambah.

Sensor Cahaya

c. Sensor Suara (Sound Sensor)

 

Sensor Suara adalah Sensor analog yang digunakan untuk merasakan tingkat suara. Sensor suara analog ini menerjemahkan amplitudo volume akustik suara menjadi tegangan listrik untuk merasakan tingkat suara. Proses ini memerlukan beberapa sirkuit, dan menggunakan mikrokontroler bersama dengan Mikrofon untuk menghasilkan sinyal output analog.


d. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)

 

Sensor Tekanan atau Pressure Sensor adalah Sensor yang digunakan untuk mengukur jumlah tekanan yang diterapkan pada sebuah sensor. Sensor tekanan akan menghasilkan sinyal keluaran analog yang sebanding dengan jumlah tekanan yang diberikan. Sensor piezoelektrik adalah salah satu jenis sensor tekanan yang dapat menghasilkan sinyal tegangan keluaran yang sebanding dengan tekanan yang diterapkan padanya.


e. Sensor Suhu (Temperature Sensor)

 

Sensor Suhu atau Temperature Sensor adalah Sensor tersedia secara luas baik dalam bentuk sensor digital maupun analog. Ada berbagai jenis sensor suhu yang digunakan untuk aplikasi yang berbeda.Salah satu Sensor Suhu adalah Termistor, yaitu resistor peka termal yang digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu. Apabila Suhu meningkat, resistansi listrik dari termistor akan meningkat juga. Sebaliknya, jika suhu menurun, maka resistansi juga akan menurun.


f. Sensor Ultrasonik (Ultrasonic Sensor)

 

Sensor Ultrasonik adalah jenis sensor non-kontak yang dapat digunakan untuk mengukur jarak serta kecepatan suatu benda. Sensor Ultrasonik bekerja berdasarkan sifat-sifat gelombang suara dengan frekuensi lebih besar daripada rentang suara manusia. Dengan menggunakan gelombang suara, Sensor Ultrasonik dapat mengukur jarak suatu objek (mirip dengan SONAR). Sifat Doppler dari gelombang suara dapat digunakan untuk mengukur kecepatan suatu objek.


g. Sensor Giroskop (Gyroscope sensor)

 

Sensor Giroskop adalah sensor yang digunakan untuk merasakan dan menentukan orientasi dengan bantuan gravitasi bumi. Perbedaan utama antara Sensor Akselerometer dan Giroskop adalah bahwa Giroskop dapat merasakan rotasi di mana akselerometer tidak bisa.


 

h. Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor)

 

Sensor Efek Hall atau Hall Effect Sensor adalah sensor yang dapat mengubah informasi magnetik menjadi sinyal listrik untuk pemrosesan rangkaian elektronik selanjutnya. Sensor Efek Hall ini sering digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi kedekatan (proximity), mendeteksi posisi (positioning), mendeteksi kecepatan (speed), mendeteksi pergerakan arah (directional) dan mendeteksi arus listrik (current sensing).


i. Sensor Kelembaban (Humidity Sensor)

 

Sensor Kelembaban atau Humidity Sensor merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembaban suatu lokasi. Pengukuran Tingkat Kelembaban ini sangat penting untuk pengamatan lingkungan di suatu wilayah, diagnosa medis ataupun di penyimpanan produk-produk yang sensitif.


 

j. Sel Beban (Load Cell)

 

Sel Beban atau Load Cell adalah jenis sensor yang digunakan untuk mengukur berat. Input dari Load Cell ini adalah gaya atau tekanan sedangkan outputnya adalah nilai tegangan listrik. Ada beberapa jenis Load Cell, diantaranya adalah Beam Load Cell, Single Point Load Cell dan Compression Load Cell.

Load Cell


0 on: "Pengertian dan Penjelasan tentang Sensor"