Blog Archive

Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Jumat, 06 Oktober 2023

Kesalahan Tegangan dan Sensor : Mengatasi Masalah pada Pengukuran dengan Arduino

Pengukuran tegangan merupakan salah satu aspek penting dalam proyek Arduino, terutama ketika Anda berurusan dengan sensor atau perangkat eksternal. Kesalahan tegangan dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat, bahkan merusak perangkat Anda. Pada artikel kali ini akan membahas tentang kesalahan tegangan dan sensor serta cara mengatasi masalah pada pengukuran dengan Arduino.

 


1. Kesalahan koneksi 

Salah satu penyebab utama kesalahan tegangan adalah koneksi yang tidak benar antara sensor atau perangkat eksternal dan Arduino. Ini dapat terjadi karena kabel yang longgar, pin yang salah terhubung, atau solder yang buruk. Cara mengatasinya adalah dengan memeriksa semua koneksi fisik untuk memastikan telah terhubung dengan baik. Pastikan Anda menggunakan pin yang benar pada Arduino sesuai dengan dokumentasi sensor atau perankat eksternal. Periksa soldering jika Anda menggunakan sensor yang dipasang secara permanen.

2. Penyuplai daya yang tidak stabil 

Ketidakstabilan pada penyuplai daya Arduino dapat menyebabkan fluktuasi tegangan yang dapat memengaruhi pengukuran sensor. Ini terutama terjadi ketika Anda menggunakan sensor yang membutuhkan daya yang stabil. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan sumber daya yang stabil seperti baterai atau adaptor yang cocok untuk Arduino Anda. Pertimbangkan untuk menggunakan kapasitor pembufer atau regulator tegangan jika Anda menghadapi fluktuasi tegangan yang serius.

3. Ketidaksesuaian rentang tegangan

Beberapa sensor memiliki rentang tegangan yang berbeda-beda. Mengukur tegangan di luar rentang yang diterima oleh sensor dapat menghasilkan kesalahan besar dalam pengukuran. Cara mengatasinya adalah dengan memastikan bahwa Anda telah membaca dokumentasi sensor Anda dan memahami rentang tegangan yang diterimanya. Jika tegangan yang diterima oleh sensor Anda di luar rentang yang diinginkan, pertimbangkan untuk menggunakan pembagi tegangan atau penguat operasional.

4. Masalah dengan resolusi Analog-to-Digital Converter (ADC) 

Arduino menggunakan ADC untuk mengukur tegangan analog. Kesalahan dapat terjadi jika resolusi ADC tidak cukup tinggi untuk pengukuran Anda. Cara mengatasinya adalah dengan memastikan bahwa Anda menggunakan library atau fungsi ADC yang tepat untuk mengatur resolusi yang diperlukan. Jika memungkinkan, gunakan Arduino dengan ADC yang memiliki resolusi lebih tinggi.

5. Gangguan elektromagnetik (EMI) 

Gangguan elektromagnetik dari perangkat lain dalam lingkungan Anda dapat mengganggu pengukuran tegangan. Cara mengatasinya adalah dengan mempertimbangkan untuk mengisolasi sensor dari sumbuer EMI atau jika diperlukan, gunakan perangkat pelindung EMI.

 

0 on: "Kesalahan Tegangan dan Sensor : Mengatasi Masalah pada Pengukuran dengan Arduino"