Dalam project elektronika dan IoT, kombinasi antara push button dan LED merupakan salah satu dasar penting yang perlu dipelajari. Dengan memahami cara kerja tombol dan LED pada Arduino, kita bisa membuat berbagai project interaktif seperti lampu otomatis, sistem kontrol, alarm, hingga perangkat smart home sederhana. Oleh karena itu, tutorial ini sangat cocok untuk pemula yang baru belajar menggunakan Arduino UNO R3.
Pada tutorial ini, kita akan mempelajari cara menggunakan push button untuk mengontrol sebuah LED pada Arduino UNO R3. Ketika tombol ditekan, LED akan menyala, sedangkan saat tombol dilepas, LED akan mati. Konsep sederhana ini menjadi dasar penting sebelum mempelajari berbagai sensor dan modul lainnya. Selain itu, tutorial ini juga membantu memahami penggunaan digital input dan digital output pada Arduino.
Dalam project ini, tombol akan berfungsi sebagai input, sedangkan LED menjadi output. Arduino akan membaca status tombol menggunakan fungsi digitalRead(), kemudian mengontrol LED menggunakan fungsi digitalWrite(). Selain belajar menyalakan dan mematikan LED menggunakan tombol, kita juga akan memahami penggunaan mode INPUT_PULLUP, cara menghubungkan push button dan LED ke Arduino UNO R3, serta membuat program sederhana sebagai dasar pembelajaran digital input dan output pada Arduino.
Perangkat Keras yang Dibutuhkan
- Arduino UNO R3
- Kabel USB
- Breadboard
- Kabel jumper
- Push button / tombol tekan
- Modul push button (opsional)
- LED 5mm
- Modul LED (opsional)
- Resistor 220 Ohm
- Resistor 10K Ohm (opsional jika tidak menggunakan pull-up internal)
Mengenal Push Button
Push button atau tombol tekan merupakan komponen elektronik sederhana yang digunakan sebagai input pada Arduino. Komponen ini bekerja seperti sakelar sesaat (momentary switch), yaitu hanya aktif ketika tombol ditekan. Saat tombol ditekan, jalur listrik akan terhubung sehingga Arduino dapat membaca perubahan sinyal. Sebaliknya, ketika tombol dilepas, jalur listrik akan terputus dan Arduino kembali membaca kondisi normal.
Dalam berbagai project elektronika dan IoT, push button sangat sering digunakan karena mudah diaplikasikan dan memiliki fungsi yang penting sebagai pengendali input. Push button dapat diterapkan pada berbagai project seperti kontrol lampu LED, menu navigasi, sistem keamanan, counter digital, robotika, hingga game sederhana berbasis Arduino.
Mengenal LED
LED (Light Emitting Diode) adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED merupakan salah satu komponen output paling populer dalam project Arduino karena mudah digunakan dan hemat daya. LED memiliki dua kaki, yaitu kaki panjang sebagai anoda (+), dan kaki pendek sebagai katoda (-). Agar LED tidak rusak, kita perlu menggunakan resistor pembatas arus, biasanya 220 Ohm atau 330 Ohm.
Baca juga: Arduino Limit Switch - Cara Menggunakan Limit Switch dengan Arduino UNO
Cara Kerja Arduino Button LED
Push button digunakan sebagai input, sedangkan LED digunakan sebagai output. Arduino akan membaca kondisi tombol untuk menentukan apakah LED harus menyala atau mati. Ketika tombol ditekan, Arduino mendeteksi perubahan sinyal sehingga LED akan menyala. Sebaliknya, saat tombol dilepas, LED akan kembali mati.
Tutorial ini menggunakan mode INPUT_PULLUP, yaitu fitur pull-up internal yang sudah tersedia pada Arduino. Dengan mode ini, saat tombol tidak ditekan nilai pin akan terbaca HIGH, sedangkan ketika tombol ditekan nilai pin akan berubah menjadi LOW. Penggunaan INPUT_PULLUP membuat rangkaian menjadi lebih sederhana karena tidak memerlukan resistor eksternal tambahan pada push button.
Wiring Diagram Button LED dengan Arduino
Koneksi Push Button
- Salah satu kaki tombol → GND
- Kaki lainnya → Pin 7 Arduino
Koneksi LED
- Kaki positif LED → Pin 3 Arduino melalui resistor 220 Ohm
- Kaki negatif LED → GND
Kode Program Arduino Button LED
const int BUTTON_PIN = 7; // pin push button
const int LED_PIN = 3; // pin LED
int buttonState = 0;
void setup() {
// konfigurasi LED sebagai output
pinMode(LED_PIN, OUTPUT);
// konfigurasi tombol sebagai input pull-up
pinMode(BUTTON_PIN, INPUT_PULLUP);
}
void loop() {
// membaca status tombol
buttonState = digitalRead(BUTTON_PIN);
// jika tombol ditekan
if(buttonState == LOW) {
digitalWrite(LED_PIN, HIGH); // LED menyala
}
else {
digitalWrite(LED_PIN, LOW); // LED mati
}
}
Penjelasan Kode Program
1. Menentukan Pin
const int BUTTON_PIN = 7;
const int LED_PIN = 3;
Kode di atas digunakan untuk menentukan pin:
- Tombol pada pin 7
- LED pada pin 3
2. Konfigurasi Pin
pinMode(LED_PIN, OUTPUT);
pinMode(BUTTON_PIN, INPUT_PULLUP);
- OUTPUT digunakan untuk LED
- INPUT_PULLUP digunakan untuk tombol
Mode INPUT_PULLUP akan mengaktifkan resistor internal Arduino sehingga rangkaian lebih sederhana.
3. Membaca Tombol
buttonState = digitalRead(BUTTON_PIN);
Arduino membaca status tombol:
- LOW → tombol ditekan
- HIGH → tombol dilepas
4. Mengontrol LED
if(buttonState == LOW)
Jika tombol ditekan digitalWrite(LED_PIN, HIGH) LED menyala.
Jika tombol dilepas digitalWrite(LED_PIN, LOW) LED mati.
Langkah Pengujian
1. Hubungkan Arduino ke komputer menggunakan kabel USB
2. Buka Arduino IDE
3. Pilih board Arduino Uno
4. Pilih port COM yang sesuai
5. Salin kode program ke Arduino IDE
6. Klik tombol Upload
7. Tunggu proses upload selesai
8. Tekan tombol push button
9. Lihat LED menyala saat tombol ditekan
10. Lepaskan tombol dan LED akan mati
Baca juga: Arduino Button Relay - Cara Mengontrol Relay Menggunakan Push Button pada Arduino Uno
Dalam praktik, hasil dan kendala yang ditemui bisa berbeda tergantung perangkat, konfigurasi, versi library, dan sistem yang digunakan.
- Diskusi umum dan tanya jawab praktik: https://t.me/edukasielektronika
- Kendala spesifik dan kasus tertentu: http://bit.ly/Chatarduino



0 on: "Arduino Button LED - Cara Mengontrol LED dengan Push Button pada Arduino Uno"