Blog Archive

Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Senin, 18 Mei 2026

Arduino Button Relay - Cara Mengontrol Relay Menggunakan Push Button pada Arduino Uno

Dalam project elektronika dan otomasi, relay merupakan salah satu komponen penting yang sering digunakan untuk mengontrol perangkat dengan tegangan lebih tinggi menggunakan Arduino UNO R3. Dengan relay, Arduino dapat menyalakan atau mematikan berbagai perangkat seperti lampu AC, kipas, pompa air, solenoid, hingga perangkat elektronik lainnya. Salah satu metode paling sederhana untuk mengontrol relay adalah menggunakan push button atau tombol tekan sebagai input. Cara ini sangat cocok dipelajari oleh pemula karena mudah dipahami dan sering digunakan dalam berbagai project otomasi.

 

Pada tutorial Arduino Button Relay ini, kita akan mempelajari bagaimana cara menggunakan push button untuk mengontrol relay menggunakan Arduino UNO R3. Saat tombol ditekan, relay akan aktif, sedangkan ketika tombol dilepas, relay akan mati kembali. Selain belajar mengontrol relay, tutorial ini juga membantu memahami dasar penting dalam pemrograman Arduino seperti digital input, digital output, penggunaan mode INPUT_PULLUP, serta cara kerja kontrol perangkat eksternal menggunakan Arduino. Dengan memahami konsep ini, Anda akan lebih mudah mengembangkan berbagai project elektronika dan IoT di tahap berikutnya.

 

Project sederhana ini dapat menjadi dasar untuk membuat berbagai sistem otomatisasi seperti smart home, sistem keamanan, kontrol lampu otomatis, door lock elektronik, sistem pompa otomatis, hingga otomasi industri sederhana. Pada tutorial ini, kita juga akan belajar cara menghubungkan push button ke Arduino, cara menghubungkan relay ke Arduino, membaca status tombol menggunakan Arduino, mengaktifkan relay saat tombol ditekan, mematikan relay saat tombol dilepas, serta membuat program kontrol relay sederhana yang mudah dipahami oleh pemula.

Perangkat Keras yang Dibutuhkan

1. Arduino UNO R3

2. Kabel USB

3. Breadboard

4. Kabel jumper

5. Push button / tombol tekan

6. Modul push button (opsional)

7. Relay module 5V

8. Motor DC

9. Battery 9V

10. Konektor battery 9V (opsional)

11. Resistor (opsional)

Mengenal Push Button

Push button merupakan sakelar sesaat (momentary switch) yang hanya aktif ketika ditekan. Saat tombol dilepas, posisinya akan kembali seperti semula secara otomatis. Dalam project Arduino, push button sering digunakan sebagai perangkat input untuk memberikan perintah atau mengontrol suatu sistem. Komponen ini banyak diterapkan pada berbagai project seperti sistem kontrol, menu navigasi, counter digital, alarm, robotika, hingga smart switch. Pada tutorial ini, push button digunakan sebagai perangkat input untuk mengontrol relay.

Mengenal Relay

Relay adalah sakelar elektronik yang dikendalikan menggunakan sinyal listrik kecil dari Arduino. Komponen ini memungkinkan Arduino untuk mengontrol perangkat dengan tegangan dan arus yang lebih besar secara aman. Karena kemampuannya tersebut, relay sering digunakan dalam berbagai aplikasi elektronika dan otomasi. Dalam project Arduino, relay biasanya digunakan untuk menyalakan lampu AC, mengontrol pompa air, motor, solenoid, kipas, hingga sistem smart home. Dengan bantuan relay, Arduino dapat mengendalikan perangkat elektronik yang membutuhkan daya lebih tinggi dibandingkan kemampuan output pin Arduino secara langsung.

Cara Kerja Relay

Relay bekerja menggunakan prinsip elektromagnet. Ketika relay aktif, kontak sakelar di dalam relay akan berpindah sehingga arus listrik dapat mengalir ke perangkat yang dikontrol. Sebaliknya, saat relay mati, kontak sakelar akan kembali ke posisi awal dan memutus aliran listrik. Karena relay dapat digunakan untuk mengontrol listrik bertegangan tinggi, pengguna harus berhati-hati saat melakukan pengkabelan agar tetap aman.

Cara Kerja Arduino Button Relay

Pada project ini, Arduino digunakan untuk membaca input dari push button dan mengontrol relay sebagai output. Push button berfungsi sebagai sakelar input, sedangkan relay digunakan untuk mengendalikan perangkat elektronik seperti lampu, kipas, pompa air, atau perangkat lainnya.

 

Prinsip kerja rangkaian ini cukup sederhana. Arduino akan terus memantau kondisi push button. Ketika tombol ditekan, Arduino mendeteksi perubahan sinyal lalu mengaktifkan relay. Saat relay aktif, motor

DC akan mendapatkan aliran listrik dari battery 9V sehingga motor mulai berputar. Ketika relay mati, aliran listrik terputus dan motor berhenti. Sebaliknya, ketika tombol dilepas, Arduino akan mematikan relay sehingga perangkat kembali nonaktif. Pada tutorial ini digunakan mode INPUT_PULLUP, yaitu fitur internal resistor pull-up pada Arduino. Dengan mode ini:

-  Saat tombol tidak ditekan, pin Arduino akan membaca logika HIGH

-  Saat tombol ditekan, pin Arduino akan membaca logika LOW

Penggunaan INPUT_PULLUP membuat rangkaian menjadi lebih sederhana karena tidak memerlukan resistor eksternal tambahan pada push button.

 

Baca juga: Arduino DIP Switch - Cara Menggunakan DIP Switch dengan Arduino UNO 

Wiring Diagram Button Relay dengan Arduino Uno

1. Koneksi Push Button

- Salah satu kaki tombol → GND

- Kaki lainnya → Pin 7 Arduino

2. Koneksi Relay

- VCC relay → 5V Arduino

- GND relay → GND Arduino

- IN relay → Pin 3 Arduino

Koneksi Beban

Hubungkan perangkat eksternal seperti lampu, motor, atau solenoid ke terminal relay sesuai kebutuhan.

 


Kode Program Arduino Button Relay


const int BUTTON_PIN = 7; // pin tombol

const int RELAY_PIN  = 3; // pin relay


void setup() {

  Serial.begin(9600);


  // tombol menggunakan pull-up internal

  pinMode(BUTTON_PIN, INPUT_PULLUP);


  // relay sebagai output

  pinMode(RELAY_PIN, OUTPUT);

}


void loop() {

  // membaca status tombol

  int buttonState = digitalRead(BUTTON_PIN);


  // jika tombol ditekan

  if (buttonState == LOW) {

    Serial.println("Tombol ditekan");

    digitalWrite(RELAY_PIN, HIGH); // relay aktif

  }

  else {

    Serial.println("Tombol dilepas");

    digitalWrite(RELAY_PIN, LOW); // relay mati

  }

}

 

Penjelasan Kode Program

1. Menentukan Pin

 

const int BUTTON_PIN = 7;

const int RELAY_PIN = 3;

 

- Pin 7 digunakan untuk tombol

- Pin 3 digunakan untuk relay

2. Konfigurasi Pin

 

pinMode(BUTTON_PIN, INPUT_PULLUP);

pinMode(RELAY_PIN, OUTPUT);

 

- Tombol menggunakan `INPUT_PULLUP`

- Relay menggunakan mode output

3. Membaca Status Tombol

 

int buttonState = digitalRead(BUTTON_PIN);

 

Arduino membaca kondisi tombol:

- LOW → tombol ditekan

- HIGH → tombol dilepas

4. Mengontrol Relay

 

digitalWrite(RELAY_PIN, HIGH);

 

Relay aktif saat tombol ditekan.

 

digitalWrite(RELAY_PIN, LOW);

 

Relay mati saat tombol dilepas.

Langkah Pengujian

1. Hubungkan Arduino ke komputer menggunakan kabel USB

2. Buka Arduino IDE

3. Pilih board Arduino Uno

4. Pilih port COM yang sesuai

5. Salin kode program ke Arduino IDE

6. Klik tombol Upload

 

7. Tunggu hingga upload selesai

8. Tekan tombol push button

9. Relay aktif dan motor DC mulai berputar saat tombol ditekan

10. Lepaskan tombol maka relay mati dan motor berhenti

Tips Keamanan Menggunakan Relay

1. Pastikan polaritas battery benar

2. Hindari hubungan pendek (short circuit)

3. Gunakan battery dalam kondisi baik

4. Pastikan wiring rapi dan kuat

 

Baca juga: Arduino Button LED - Cara Mengontrol LED dengan Push Button pada Arduino Uno 

 

 

 

Dalam praktik, hasil dan kendala yang ditemui bisa berbeda tergantung perangkat, konfigurasi, versi library, dan sistem yang digunakan.  

0 on: "Arduino Button Relay - Cara Mengontrol Relay Menggunakan Push Button pada Arduino Uno"