Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Selasa, 02 Juni 2026

Mengatur Kecerahan LED Menggunakan Rotary Encoder dan Arduino

- Tidak ada komentar

Rotary encoder merupakan komponen input yang sering digunakan untuk mengatur nilai secara bertahap, seperti volume audio, pengaturan menu, kecepatan motor, hingga tingkat kecerahan lampu. Berbeda dengan potensiometer yang menghasilkan tegangan analog, rotary encoder menghasilkan pulsa digital yang dapat dihitung oleh Arduino untuk mengetahui arah dan jumlah putaran.

 

Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menggunakan rotary encoder untuk mengontrol tingkat kecerahan LED. Setiap kali encoder diputar searah jarum jam, kecerahan LED akan meningkat. Sebaliknya, ketika encoder diputar berlawanan arah jarum jam, kecerahan LED akan berkurang. Metode ini banyak digunakan pada panel kontrol elektronik, perangkat audio, serta antarmuka pengguna berbasis mikrokontroler.

Senin, 01 Juni 2026

Arduino Rotary Encoder - Cara Menggunakan Rotary Encoder untuk Membaca Arah dan Posisi Putaran

- Tidak ada komentar

Rotary encoder merupakan salah satu komponen input yang banyak digunakan pada berbagai perangkat elektronik modern, mulai dari pengatur volume speaker, menu LCD, printer 3D, radio digital, hingga mesin CNC. Berbeda dengan tombol biasa yang hanya memiliki dua kondisi, rotary encoder mampu mendeteksi arah putaran sekaligus jumlah langkah putaran sehingga sangat cocok digunakan sebagai pengganti potensiometer dalam berbagai proyek Arduino.

 

Pada tutorial Arduino Rotary Encoder ini, Anda akan mempelajari cara kerja rotary encoder, perbedaannya dengan potensiometer, cara menghubungkannya ke Arduino Uno, serta cara membaca arah dan jumlah putaran encoder menggunakan metode polling maupun interrupt. Selain itu, Anda juga akan belajar memanfaatkan tombol tekan (push button) yang biasanya sudah terintegrasi di dalam modul rotary encoder.

 

Dengan memahami rotary encoder, Anda dapat membuat berbagai proyek interaktif seperti sistem menu LCD, pengatur kecepatan motor, pengontrol volume digital, navigasi antarmuka pengguna, hingga sistem otomasi yang memerlukan input putar yang presisi.