LoRaWAN diciptakan oleh Semtech, dimana protokol komunikasi LPWAN yang bisa dimiliki individu maupun grup. LoRaWAN mulai dikenal karena konsumsi daya yang rendah dan jangkauan transmisi yang panjang (dibandingkan dengan LPWAN lainnya). Protokol ini mempunyai tingkat ketahanan interferensi yang tinggi karena modulasi nirkabelnya berdasarkan teknologi sektor militer dan ruang angkasa. Pada tahun 2017, paket LoRaWAN dikirim sejauh 702 kilometer, memecahkan rekor sebelumnya. Karena sifat-sifat yang membedakan ini, protokol ini bisa dibilang protokol komunikasi yang ideal untuk berbagai aplikasi IoT. Aliansi LoRa, sebuah organisasi nirlaba terbuka yang mempertahankan LoRaWAN. Pembuat perangkat bersertifikat, penyedia layanan dan lembaga publik termasuk anggotanya.
Selasa, 10 Januari 2023

Penjelasan tentang Protokol HTTP pada Internet of Things
HTTP merupakan protokol jaringan lapisan aplikasi (application layer) yang dikembangkan untuk membantu proses transfer antar komputer. Protokol ini berguna untuk mentransfer informasi seperti dokumen, file, gambar, dan video antar komputer. Sesuai dengan namanya, penggunaan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) berhubungan dengan hypertext sehingga banyak mengambil sumber daya dari sebuah tautan jenis berkas yang bertindak sebagai referensi ke berkas lainnya atau direktori.
Selasa, 03 Januari 2023

Penjelasan tentang Client Server
Client server merupakan konsep arsitektur perangkat lunak atau software yang menghubungkan 2 objek berupa sistem client dan sistem server yang saling berkomunikasi melalui jaringan komputer maupun satu komputer yang sama. Server akan menyediakan pengelolaan aplikasi, pengelolaan data dan juga keamanan data client.
Senin, 02 Januari 2023

Penjelasan tentang Aktuator Elektrik
Aktuator elektrik merupakan sebuah aktuator yang menggunakan energi listrik sebagai tenaga penggeraknya. Aktuator elektrik termasuk aktuator yang paling banyak digunakan karena menggunakan energi listrik dimana bisa ditemukan dimana saja dan sangat praktis. Namun sebelum membahas lebih jauh tentang aktuator elektrik, lebih baik memahami terlebih dahulu apa itu aktuator. Jadi, aktuator yaitu suatu alat yang digunakan sebagai penggerak mekanis pada sistem kendali dan sistem otomasi. Misalnya pneumatik, relay, motor, konveyor dan lain sebagainya.
Selasa, 27 Desember 2022

Protokol MQTT pada Internet of Things
MQTT merupakan protokol terkemuka untuk menghubungkan perangkat Internet of Things. Pertama kali Andy Standford-Clark berkolaborasi dengan Arlen Nipper (sekarang CirrusLink) dalam merancang sebuah protokol untuk berkomunikasi dengan sistem SCADA di industri minyak dan gas yang dimulai sebagai protokol pada industri tertentu dengan cepat menjadi protokol open source untuk komunikasi perangkat Internet of Things di masa sekarang.
Senin, 26 Desember 2022

Penjelasan tentang Cloud Computing
Secara sederhana, cloud computing merupakan metode penyampaian berbagai layanan melalui internet. Sumber daya yang dimaksud seperti penyimpanan data, database, jaringan, server dan perangkat lunak. Jika dibandingkan menyimpan banyak file di hard drive atau penyimpanan lokal di komputer atau handphone, penyimpanan berbasis cloud memungkinkan kita untuk menyimpan file selama kita memiliki akses internet. Cloud computing yaitu opsi yang populer karena memiliki banyak keuntungan seperti meningkatkan produktivitas, efisiensi, performa, hemat biaya dan keamanan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak perusahaan atau orang-orang yang menggunakan cloud untuk menyimpan data.
Selasa, 13 Desember 2022

Mengenal Fire Smoke Detector
Fire smoke detector merupakan alat pendeteksi asap atau api. Fire smoke detector memiliki sensor atau detektor khusus yang dipakai untuk memindai seluruh ruangan. Jika detektor atau sensor tersebut mendeteksi adanya asap atau api, maka perangkat akan segera bekerja.
Di Indonesia, penggunaan alat ini sudah tidak asing lagi. Hampir di setiap gedung dilengkapi dengan alat ini. Khususnya pada gedung perkantoran, hotel dan gedung fasilitas umum lainnya. Penggunaan smoke detector ini juga sering ditemukan di rumah hunian pribadi.
Cara Kerja Fire Smoke Detector
Fire smoke detector termasuk salah satu sistem pendeteksi kebakaran. Ada berbagai komponen yang bekerja sebagai satu kesatuan dalam sebuah perangkat smoke detector. Secara umum, perangkat yang ada pada smoke detector yaitu perangkat panel pengendali, protektor, pemacu daya dan perangkat notifikasi. Saat asap terbentuk di ruangan dan mengenai smoke detector, maka alat ini akan mulai bekerja. Saat kepadatan asap mencapai ambang batas yang telah ditetapkan, maka smoke detector akan langsung bekerja. Prinsip ini juga berjalan pada fire detector.
Jenis - jenis Fire Smoke Detector Berdasarkan Cara Kerjanya
Saat ini, hampir semua bangunan dan gedung di Indonesia sudah dilengkapi dengan smoke detector. Bukan hanya di ruang publik, alat ini juga cukup sering ditemukan di rumah hunian pribadi. Setiap gedung atau ruangan tentu saja memiliki kebutuhan yang berbeda. Berdasarkan cara kerjanya, ada beberapa jenis smoke detector, antara lain :
1. Ionization Detector
Ionization detector merupakan alat pendeteksi yang paling tua. Alat pendeteksi ini bekerja menggunakan metode ionization chamber. Saat ada asap yang masuk ke sensor pendeteksi, alat ini akan langsung mengirimkan sinyal. Agar bisa bekerja dengan baik, Anda perlu memasang ionization detector di tempat yang akan dijangkau asap. Jangan lupa untuk mengganti baterai supaya detektor bisa selalu bekerja dengan efektif. Pada umumnya, sistem ionization detector ini bisa memberikan alarm lebih cepat dari tipe photoelectric.
2. Photoelectric Detector
Photoelectric smoke detector merupakan detector yang bekerja menggunakan sensor cahaya yang diarahkan pada sensor photoelectric. Photoelectric detector mempunyai sensor cahaya untuk mendeteksi adanya api. Setelah mendeteksi adanya bahaya, sinyal akan diteruskan ke fire alarm. Namun, alat ini bisa dikatakan terlalu sensitif. Photoelectric detector bekerja dengan mendeteksi adanya partikel kecil seperti abu yang menghalangi cahaya. Sehingga, jika ada debu atau kotoran dalam jumlah yang cukup banyak, detector bisa menimbulkan false alarm atau alarm palsu.
3. Smoke Detector Dual Sistem
Selain smoke detector ionization dan photoelectric, ada juga smoke detector dual sistem. Perangkat ini bekerja dengan memaksimalkan cara kerja smoke detector ionization dan detector photoelectric. Karena mempunyai keunggulan 2 jenis smoke detector sebelumnya, dual sistem smoke detector ini bisa memberikan keamanan yang lebih baik. Anda bisa menemukan jenis fire smoke detector dipasaran namun harga detector ini lebih mahal dibandingkan dengan smoke detector lainnya.
4. Video Smoke Detector
Saat ini, video smoke detector atau VSD merupakan salah satu jenis detektor paling canggih. Cara kerjanya mirip dengan CCTV, yaitu menggunakan kamera atau video yang akan memonitor ruangan selama 24 jam atau seharian dari siang sampai malam. Video smoke detector menggunakan kamera sebagai sensor untuk mendeteksi asap secara langsung. Ketika asap terdeteksi, detektor akan mengirim sinyal ke FACP dan diteruskan sesuai kode atau program dalam control panel.
Siap Untuk Membuat Proyek Impianmu Menjadi Kenyataan?
Klik di sini untuk chat langsung via WhatsApp dan dapatkan dukungan langsung dari tim ahli kami!
Senin, 12 Desember 2022

Mengenal Jenis - jenis Arduino
Arduino merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang paling populer dan paling banyak digunakan di dunia. Arduino menggunakan chip AVR sebagai mikrokontrolernya.
Selasa, 06 Desember 2022

Sensor Gas - Pengertian, Jenis dan Cara Kerjanya
Sensor gas merupakan perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi adanya konsentrasi gas pada suatu tempat. Berdasarkan konsentrasi gas, sensor ini akan menghasilkan beda potensial yang sesuai dengan cara mengubah resistansi material di dalam sensor sehingga bisa diukur sebagai tegangan keluaran. Berdasarkan besarnya nilai tegangan keluaran ini bisa diperkirakan berapa konsentrasi gas yang ada.

Accelerometer - Pengertian, Cara Kerja dan Jenis - jenisnya
Accelerometer atau akselerometer merupakan sebuah sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan. Sensor ini sering disebut sebagai sensor accelerometer atau alat vibration sensor. Pengukur percepatan ini bisa mengidentifikasi atau mengukur, baik statis maupun dinamis. Pengukuran dilakukan berdasarkan objek bergerak dan bergravitasi. Alat ukur kecepatan statis terjadi dengan menitikberatkan pada gravitasi bumi, sedangkan pengukuran dinamis berfokus pada objek yang sedang bergerak.


