Blog Archive

Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

Selasa, 15 September 2020

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 1

- 1 komentar

Sensor Ultrasonik HC-SR04 adalah modul sensor ultrasonik yang dapat mengukur jarak dengan rentang dari mulai 2 cm sampai dengan 400 cm (4 meter), dimana akurasinya mencapai 3 mm. Pada modul ini terdapat ultrasonik transmitter, receiver, dan control circuit. Berikut ini dasar prinsip kerja dari sensor ultrasonik HC-SR04 :

1. Mengambil IO trigger sedikitnya 10uS sinyal HIGH.
2. Modul transmitter secara otomatis mengirimkan 8 kali frekuensi 40KHz dan receiver mendeteksi sinyal feedback dari objek yang ada di depan sensor.
3. Jika receiver mendapatkan feedback , maka durasi waktu dari ouput HIGH adalah sama dengan waktu dari pengiriman dan penerimaan ultrasonik.

 

Baca Juga : Sensor Ultrasonik HC-SR04


Berikut ini adalah Schematic Diagram Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno :

 

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Ultrasonic >>> BELI DISINI
3. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

 

Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Ultrasonic HC-SR04 Menggunakan Arduino Uno - Program Versi 1

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

const int TRIGPIN = 8;          
const int ECHOPIN = 9;
long timer;
int jarak;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  pinMode(ECHOPIN, INPUT);
  pinMode(TRIGPIN, OUTPUT);
}

void loop()
{
  digitalWrite(TRIGPIN, LOW);                   
  delayMicroseconds(2);
  digitalWrite(TRIGPIN, HIGH);                  
  delayMicroseconds(10);
  digitalWrite(TRIGPIN, LOW);                   

  timer = pulseIn(ECHOPIN, HIGH);
  jarak = timer/58;
  delay(1000);

  Serial.print("Jarak = ");
  Serial.print(jarak);
  Serial.print(" cm");
  Serial.println();
}


Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor . Maka, akan tampil hasil pengukuran Jarak yang di inginkan.

 

Baca juga : Proyek Machine Learning: Memprediksi Tren Pasar dengan Big Data



Sabtu, 12 September 2020

Mengenal Variabel Pemrograman Bahasa C pada Arduino IDE

- Tidak ada komentar

Variabel digunakan untuk menyimpan atau memindahkan angka maupun karakter didalam program. Variabel merupakan sebuah cara untuk menamai dan menyimpan sebuah nilai yang akan digunakan pada program, seperti data dari sensor atau sebuah nilai sementara pada sebuah perhitungan. Sebelum variabel digunakan, variabel harus di deklarasikan terlebih dahulu. Mendeklarasikan sebuah variabel berarti mendefinisikan tipe variabel dan mungkin saja dapat juga memberikan inisialisasi nilai pada variabel tersebut. Variabel tidak harus diberikan nilai ketika dideklarasikan tapi hal tersebut juga sering berguna jika dilakukan.

 



Contoh :

//ini deklarasi variabel dengan nama Variabel_InputA.

int Variabel_InputA;


//ini deklarasi variabel dengan nama Variabel_InputB dengan nilai awalnya 0.

int Variabel_InputB = 0;

 

Seorang programmer harus mempertimbangkan rentang nilai tipe variabel sebelum menyimpan sebuah nilai. Pada variabel akan terjadi roll over ketika nilai yang disimpan melebihi rentang nilai yang diberikan untuk menyimpan pada tipe data tersebut. Ketika terjadi roll over maka variabel akan kembali ke kapasitas minimum variabel dari rentang yang ada.


Contoh :

int x

x = 10;

x = x - 1;

// x sekarang berisi 10. Roll over dari negatif.


x = -10;

x = x + 1;

// x sekarang berisi -10. Roll over dari positif.


Catatan penting untuk pemberian nama variabel adalah kita dapat memberikan nama variabel sesuai keinginan kita, namun hindari pemberian nama variabel diawali dengan angka dan hindari keyword (Kata Kunci) yang digunakan oleh Arduino.


Variabel dalam bahasa C yang digunakan Arduino memiliki properti yang disebut dengan scope. Hal ini tentu sangat berbeda dengan bahasa BASIC, karena semua variabelnya adalah variabel global.


Variabel global adalah variabel yang dapat digunakan oleh semua fungsi di dalam program. Variabel lokal adalah variabel yang hanya dapat digunakan di dalam suatu fungsi tempat tersebut di deklarasikan. Dalam ruang lingkup Arduino, semua variabel yang di deklarasikan di luar suatu fungsi (misalnya setup(), loop(), dan fungsi-fungsi lainnya) adalah variabel global. Ketika program semakin besar dan kompleks, maka variabel lokal sangat bermanfaat, karena variabel lokal pasti hanya di akses oleh satu fungsi yang memilikinya. Hal tersebut mencegah kesalahan pada pemrograman yang dikarenakan suatu fungsi mengubah isi atau nilai dari suatu variabel yang digunakan oleh fungsi yang lain. Berikut ini contoh dari scope dari suatu variabel :


int gPWMval; //semua fungsi dapat menggunakan variabel gPWMval ini


void setup()

{

    //variabel yang ada di dalam fungsi setup hanya dapat digunakan oleh fungsi setup saja

}


void loop()

{

   int i;     //variabel "i" hanya dapat diakses didalam fungsi loop    

   float f; //variabel "f" hanya dapat diakses didalam fungsi loop

       for (int j = 0; j < 100; j++)

   {

        //variabel "j" hanya dapat diakses didalam perulangan for saja

     }

}




Rabu, 09 September 2020

Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno

- 1 komentar

Indonesia merupakan daerah dengan 2 musim di setiap tahunnya. Musim tersebut adalah musim kemarau dan musim penghujan. Saat musim hujan tiba, biasanya akan banyak sungai yang meluap dan menyebabkan Banjir. Untuk melakukan mitigasi, maka kami mencoba membuat Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno


Alat ini mengukur Ketinggian dan Kecepatan Aliran Sungai yang kemudian apabila melebihi ambang batas tertentu akan mengirimkan notifikasi peringatan melalui SMS. Sehingga dapat menghindari kerugian dan korban jiwa, karena banjir bisa di deteksi secara Dini sebelum benar-benar meluap ke permukaan.


Baca Juga : Cara Program dan Akses Modul GSM SIM800L V.1 Menggunakan Arduino Nano/Uno .


Berikut ini adalah gambar Schematics Diagram Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno :


Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Ultrasonic >>> BELI DISINI
3. Module SIM800L >>> BELI DISINI
4. Water Flow Sensor >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
6. Dioda 1N4007 >>> BELI DISINI
7. Elco 470uF/16V >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Alat Pengukur Ketinggian dan Aliran Air sebagai Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Berbasis Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

//Declare GSM
#include "SIM900.h"
#include "sms.h"
SMSGSM sms;
char smsbuffer[160];
char n[20];
boolean started=false;
#include <SoftwareSerial.h>

//Declare Sensor Ultrasonic
#define triger 8 //mendefinisikan trigger pada pin 8
#define echo 9 //mendeklarasikan echo pada pin 9

//Declare Sensor Water Flow
byte sensorInt = 0;
byte flowSensor_pin = 5;
float konst = 4.5;
float debit_air;
volatile byte count;
unsigned int flow_mlt;
unsigned long total_volume;
unsigned long oldTime;
unsigned int frac;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  pinMode (triger, OUTPUT); //trigger sebagai output
  pinMode (echo, INPUT); //echo sebagai input
 
  pinMode(flowSensor_pin, INPUT);
  digitalWrite(flowSensor_pin, HIGH);
 
  if (gsm.begin(9600))
  {
    Serial.println("\nstatus=READY");
    started=true;
  }
  else Serial.println("\nstatus=IDLE");
 
  if (started)
  {
    sms.SendSMS("0857xxxxxxxxxx", "Sistem Monitoring READY!!!");
  }

  count        = 0;
  debit_air    = 0.0;
  flow_mlt     = 0;
  total_volume = 0;
  oldTime      = 0;

  attachInterrupt(sensorInt, countPulse, FALLING);
  Serial.println("Menggunakan Water Flow Sensor");
}

void waterflow()
{
  if ((millis() - oldTime) > 1000)
  {
    detachInterrupt(sensorInt);
    debit_air = ((1000.0 / (millis() - oldTime)) * count) / konst;
    oldTime = millis();
    flow_mlt = (debit_air / 60) * 1000;
    total_volume += flow_mlt;

    frac;

    Serial.print("Debit air: ");
    Serial.print(int(debit_air));
    Serial.println(" L/min");

    Serial.print("Volume air: ");
    Serial.print(total_volume);
    Serial.println(" mL");

    count = 0;

    attachInterrupt(sensorInt, countPulse, FALLING);
  }
}

void loop()
{
  digitalWrite (triger, HIGH); //mengirim suara
  delayMicroseconds(10); //selama 10 mikro detik
  digitalWrite (triger, LOW); //berhenti mengirim suara

  float jarak = pulseIn(echo, HIGH); //membaca data dan di masukkan ke variabel jarak
  jarak=jarak/1000000; //konversi mikro detik ke detik
  jarak=jarak*330/2; //data mentah di ubah ke dalam meter
  jarak=jarak*100; //mengubah data ke dalam centi meter
  Serial.println(jarak); //menampilkan nilai jarak pada serial

  if(started)
  {
    sms.GetSMS(1,n,20,smsbuffer,100);
    if(jarak <= 10.00)
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Berbahaya");
    }
    if(jarak > 10.00 && jarak <=20.00)
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Waspada");
    }
    if(jarak > 20.00)
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Ketinggian Normal");
    }
  }
  delay(5000);
 
  waterflow();
  if(started)
  {
    if(debit_air <=1 ) //Liter/Jam
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Normal");
    }
    if(debit_air > 1 && debit_air <= 3) //Liter/Jam
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Waspada");
    }
    if(debit_air > 3) //Liter/Jam
    {
      sms.SendSMS("Nomor HP Anda","Debit Berbahaya");
    }
  }
  delay(5000);           
}

void countPulse()
{
  count++;
}


Selamat Mencoba !!!





Sabtu, 05 September 2020

Timer ON Relay with Arduino Tutorial

- Tidak ada komentar

Hari ini Arduino Indonesia akan berbagi sebuah alat yang serbaguna, yaitu Timer ON Relay menggunakan Arduino. Alat ini dapat digunakan sebagai pewaktu mundur atau counter up otomatis untuk mematikan sebuah perangkat elektronika. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan.

 

Baca Juga : Timer Off Relay with Arduino Tutorial.

 

Berikut ini adalah Schematic Diagram Timer ON Relay with Arduino :

Untuk menggunakan Module ini Anda perlu Library khusus untuk TM1637. Silahkan DOWNLOAD DISINI.

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Nano >>> BELI DISINI
2. Module TM1637 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI

4. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

 

Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Timer ON Relay with Arduino Tutorial

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <TM1637Display.h>
#define CLK 10
#define DIO 9
TM1637Display display(CLK, DIO);

int timer_menit=5;  //Setting waktu untuk Menit
int timer_detik=0;  //Setting waktu untuk Detik

int  firstnum=0;
int  secondnum=0;
int  thirdnum=0;
int  fournum=0;

int Relay = 4;

void setup()
{
 pinMode(Relay, OUTPUT);
 display.setBrightness(7);
 delay(1500);
 digitalWrite(Relay, HIGH);
}

void loop()
{
  uint8_t titikdua;
  titikdua = 0x80 ;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
 
  while (timer_menit == 0 && timer_detik == 0)
  {
    digitalWrite(Relay, LOW);
    uint8_t data[] = {0b00111111, 0b00111111, 0b00111111, 0b00111111};
    display.setSegments(data);
    titikdua = 0x80 ;
    display.setSegments(&titikdua, true, 1);
  }
 
  if (timer_menit > 9)
  {
    firstnum = timer_menit/10%10;
    secondnum = timer_menit%10;
  }

  else
  {
    secondnum = timer_menit;
  }
 
  if (timer_detik > 9)
  {
    thirdnum = timer_detik/10%10;
    fournum = timer_detik%10;
  }
 
  else
  {
    thirdnum = 0;
    fournum = timer_detik;
  }

  uint8_t data[] = {0x00, 0x00, 0x00, 0x00};
  display.setSegments(data);
  titikdua = 0x80;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
    
  if (timer_menit > 9)
  {
    display.showNumberDec(firstnum,false,1,0);
  }
 
  if (timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(secondnum,false,1,1);
  }

  if (timer_detik > 9 || timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(thirdnum,false,1,2);
  }
 
  display.showNumberDec(fournum,false,1,3);
  timer_detik=timer_detik-1;
  delay(1000);  // Delay of 1 second

  if (timer_detik == -1)
  {
    timer_menit=timer_menit-1;
    timer_detik=59;
  }
}

 

Selamat Mencoba !!!

Jumat, 04 September 2020

Timer OFF Relay with Arduino Tutorial

- 1 komentar

Hari ini Arduino Indonesia akan berbagi sebuah alat yang serbaguna, yaitu Timer Off Relay menggunakan Arduino. Alat ini dapat digunakan sebagai pewaktu mundur atau counter down otomatis untuk mematikan sebuah perangkat elektronika. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan.


Baca Juga : Counter Up dan Counter Down dengan Display 7 Segment 4 Digit With Arduino Uno.


Berikut ini adalah Schematic Diagram Timer Off Relay with Arduino :



Untuk menggunakan Module ini Anda perlu Library khusus untuk TM1637. Silahkan DOWNLOAD DISINI.

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Nano >>> BELI DISINI
2. Module TM1637 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI

4. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Timer Off Relay with Arduino Tutorial

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <TM1637Display.h>
#define CLK 10
#define DIO 9
TM1637Display display(CLK, DIO);

int timer_menit=5;  //Setting waktu untuk Menit
int timer_detik=0;  //Setting waktu untuk Detik

int  firstnum=0;
int  secondnum=0;
int  thirdnum=0;
int  fournum=0;

int Relay = 4;

void setup()
{
 pinMode(Relay, OUTPUT);
 display.setBrightness(7);
 delay(1500);
 digitalWrite(Relay, LOW);
}

void loop()
{
  uint8_t titikdua;
  titikdua = 0x80 ;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
 
  while (timer_menit == 0 && timer_detik == 0)
  {
    digitalWrite(Relay, HIGH);
    uint8_t data[] = {0b00111111, 0b00111111, 0b00111111, 0b00111111};
    display.setSegments(data);
    titikdua = 0x80 ;
    display.setSegments(&titikdua, true, 1);
  }
 
  if (timer_menit > 9)
  {
    firstnum = timer_menit/10%10;
    secondnum = timer_menit%10;
  }

  else
  {
    secondnum = timer_menit;
  }
 
  if (timer_detik > 9)
  {
    thirdnum = timer_detik/10%10;
    fournum = timer_detik%10;
  }
 
  else
  {
    thirdnum = 0;
    fournum = timer_detik;
  }

  uint8_t data[] = {0x00, 0x00, 0x00, 0x00};
  display.setSegments(data);
  titikdua = 0x80;
  display.setSegments(&titikdua, true, 1);
    
  if (timer_menit > 9)
  {
    display.showNumberDec(firstnum,false,1,0);
  }
 
  if (timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(secondnum,false,1,1);
  }

  if (timer_detik > 9 || timer_menit > 0)
  {
    display.showNumberDec(thirdnum,false,1,2);
  }
 
  display.showNumberDec(fournum,false,1,3);
  timer_detik=timer_detik-1;
  delay(1000);  // Delay of 1 second

  if (timer_detik == -1)
  {
    timer_menit=timer_menit-1;
    timer_detik=59;
  }
}

 

Selamat Mencoba !!!!!

 

 

 

Rabu, 02 September 2020

Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno

- 1 komentar

Kemarin kita sudah belajar tentang Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Alat tersebut masih ada kekurangan, yaitu nilai suhu nya tidak bisa kita ketahui secara detail. Maka, sekarang kita akan bagikan Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Hal ini bertujuan agar nilai Suhu dapat di lihat nilainya pada LCD 1602. 

 

Berikut ini adalah gambar Schematic Diagram Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno :


 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module DHT11 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI
4. Lampu Pijar >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI
6. Module LCD1602 >>> BELI DISINI
7. Module I2C LCD1602 >>> BELI DISINI

 

Library DHT11 KLIK DISINI.

Library LCD1602 with I2C KLIK DISINI.

 

Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis dengan Display LCD 1602 - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27 ,16,2);

//DHT Library
#include "DHT.h"
#define DHTPIN 3
#define DHTTYPE DHT11
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);

const int Relay = 2;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  lcd.init(); // initialize the lcd
  lcd.backlight();
  dht.begin();
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("  ALAT PENETAS  ");
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print(" TELUR OTOMATIS ");
  delay(5000);
  lcd.clear();
  pinMode(Relay, OUTPUT);
  digitalWrite(Relay, LOW);
}

void loop()
{
  float temp = dht.readTemperature();
  int hum = dht.readHumidity();
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("Suhu: ");
  lcd.print(temp);
  lcd.print((char)223);
  lcd.print("C   ");
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("Humidity: ");
  lcd.print(hum);
  lcd.print("%  ");
  delay(1000);
 
  if (temp <= 37.5 || hum >= 60)
  {
    digitalWrite(Relay, LOW);
  }
  if (temp >= 39.5 || hum <= 50)
  {
    digitalWrite(Relay, HIGH);
  }
}


Selamat Mencoba !!!!

Rabu, 26 Agustus 2020

Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno

- 4 komentar

Alat ini khusus kami dedikasikan untuk para peternak Ayam skala kecil yang punya hobi untuk memelihara ayam dirumah. Kami berikan Tutorial Membuat Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno. Suhu ideal yang tepat pada mesin penetas telur unggas seperti telur bebek, telur ayam, telur itik, dan telur puyuh biasanya diatur dan dipertahankan antara 37°C - 40°C. Sedangkan untuk kelembabannya bisa diatur pada kisaran antara 50-60%.

 

Ketepatan pemembacaan thermometer sangat penting bagi pengaturan suhu yang benar. Oleh sebab itu untuk pembacaan paling akurat adalah dengan meletakkan termometer di antara (tengah) barisan Telur. 


Prinsip kerja alat ini adalah menyalakan lampu pijar pemanas saat suhu dibawah 37°C dan mematikan lampu pijar pemanas saat suhu diatas 40°C. Namun mengingat pembacaan sensor suhu tidak mungkin 100% akurat, maka penyimpangan +/- 0,5°C masih bisa ditoleransi. Sehingga kami atur suhu berada di posisi antara 37.5°C sampai dengan 39.5°C.

 

Berikut ini adalah gambar Schematic Diagram Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno :

 

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module DHT11 >>> BELI DISINI
3. Module Relay 1 Channel >>> BELI DISINI
4. Lampu Pijar >>> BELI DISINI
5. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Silahkan Download Library DHT11 KLIK DISINI.


Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Alat Penetas (Tetas) Telur Otomatis - Inkubator Tetas Telur Berbasis Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

//DHT Library
#include "DHT.h"
#define DHTPIN 3
#define DHTTYPE DHT11
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);

const int Relay = 2;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  dht.begin();
  pinMode(Relay, OUTPUT);
  digitalWrite(Relay, LOW);
}

void loop()
{
  float temp = dht.readTemperature();
  int hum = dht.readHumidity();
  delay(1000);
 
  if (temp <= 37.5 || hum >= 60)
  {
    digitalWrite(Relay, LOW);
  }
  if (temp >= 39.5 || hum <= 50)
  {
    digitalWrite(Relay, HIGH);
  }
}


Selamat Mencoba !!!

Senin, 24 Agustus 2020

Tutorial Membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno

- 4 komentar

Untuk Anda yang tidak memiliki Kulkas atau Lemari ES dirumah, kami akan membagikan Tutorial Membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno. Alat ini bisa Anda gunakan untuk menyimpan buah agar sedikit lebih awet karena berada pada suhu dingin. Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya, karena alat ini menggunakan Styrofoam bekas sebagai bahan utamanya. Berikut ini adalah gambar Box Styrofoam yang bisa Anda gunakan untuk membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno :

 

 

Berikut ini adalah Rancang Bangun Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno :

 

Berikut ini adalah Gambar Schematic Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno:

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Module LCD 1602 >>> BELI DISINI
3. Module I2C LCD >>> BELI DISINI
4. Resistor 10K Ohm >>> BELI DISINI
5. Tombol Push Button >>> BELI DISINI
6. Module Peltier+Kipas In/Out >>> BELI DISINI

7. Module Relay 4 Channel >>> BELI DISINI

8. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

 

Berikut ini adalah Code Programnya : 

/***************************

Tutorial Membuat Alat Pendingin Buah Otomatis Berbasis Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,16,2);

const int Tombol1 = 4;
const int Tombol2 = 5;
const int Tombol3 = 6;
const int Peltier = 8;

const int pSuhu = A0;
float suhu, data;

int setPoint;
byte setSP, f_awal;
long lastButton = 0;
long delayAntiBouncing = 50;

void setup()
{
  analogReference(INTERNAL);
  pinMode(pSuhu, INPUT);
  pinMode(Tombol1, INPUT);
  pinMode(Tombol2, INPUT);
  pinMode(Tombol3, INPUT);
  pinMode(Peltier, OUTPUT);
  lcd.init(); // initialize the lcd
  lcd.backlight();
  lcd.clear();
  lcd.setCursor(0, 0);
  lcd.print("ALAT PENDINGIN  ");
  lcd.setCursor(0, 1);
  lcd.print("& PENGAWET BUAH ");
  delay(5000);
  lcd.clear();
  setPoint = 14;
}

void loop()
{
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("SP=");
  lcd.print(setPoint);
  lcd.print((char)223);
  lcd.print("C");
 
  data = analogRead(pSuhu);
  suhu = data / 9.309;
  lcd.setCursor(8, 0); //baris pertama
  lcd.print("T=");  
  lcd.print(suhu);
  lcd.print((char)223);
  lcd.print("C");
 
  if (suhu<(setPoint-1) || f_awal == 0)
  {
    lcd.setCursor(0,1);
    lcd.print(" Pendingin OFF  ");
    digitalWrite(Peltier, LOW);
    f_awal=1;
  }
  else if (suhu>=setPoint)
  {
    lcd.setCursor(0,1);
    lcd.print("  Pendingin ON  ");
    digitalWrite(Peltier, HIGH);
  }
  tombol();
  delay(100);
}

void tombol()
{
  digitalWrite(Tombol1, LOW);
  digitalWrite(Tombol2, LOW);
  digitalWrite(Tombol3, LOW);

  if (digitalRead(Tombol1)==1)
  {
    lcd.clear();
    lcd.print("Setting SetPoint");
    lcd.setCursor(9,0);
    delay(1000);
    lcd.clear();
    setSP++;

    do
    {
      if(digitalRead(Tombol1)==1)
      {
        if ((millis()-lastButton)>delayAntiBouncing)
        {
          setSP++;
        }
        lastButton = millis();
      }
     
      else if(digitalRead(Tombol2)==1)
      {
        if((millis()-lastButton)>delayAntiBouncing)
        {
          setPoint++;
        }
        lastButton = millis();
      }

      else if(digitalRead(Tombol3)==1)
      {
        if((millis()-lastButton)>delayAntiBouncing)
        {
          if(setPoint>0)
          {
            setPoint--;
          }
        }
        lastButton=millis();
      }
      lcd.setCursor(0,0);
      lcd.print("SP=");
      lcd.print(setPoint);
      lcd.print((char)223);
      lcd.print("C");
    }
    while (setSP<2);
    setSP=0;
    f_awal=0;
    lcd.clear();
    lcd.print("Set Point OK!");
    delay(1000);
    lcd.clear();
  }
}

 

Selamat Mencoba !!!

 

Sabtu, 22 Agustus 2020

Tutorial Membuat GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno

- 21 komentar

Disaat Pandemi Covid-19 saat ini angka kejahatan meningkat. Hal ini karena berbanding lurus dengan Angka pengangguran yang meningkat. Kejahatan yang paling banyak adalah begal dan pencurian kendaraan bermotor. Kali ini kami akan berbagi tentang Tutorial Membuat GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno. Alat ini berfungsi untuk melakukan pelacakan Posisi kendaraan kita menggunakan GPS. 

 

Baca Juga : Cara Program dan Akses Modul GSM SIM800L V.1 Menggunakan Arduino Nano/Uno.

 

Cara kerjanya adalah jika kita mengirimkan perintah pelacakan pada GPS Tracker, maka SIM800L akan mengirimkan SMS berupa link Koordinat Posisi Kendaraan kita. Link tersebut bisa digunakan untuk melacak Posisi Kendaraan menggunakan Google Maps. 

 

Berikut ini adalah Bentuk Fisik dari GPS NEO 6M:

 

Berikut ini adalah Schematic Diagram GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI

2. Module GPS NEO 6M >>> BELI DISINI

3. Module SIM800L >>> BELI DISINI

4. Dioda 1N4007 >>> BELI DISINI

5. Elco 470uF/16 Volt >>> BELI DISINI

6. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI


Berikut ini adalah Code Programnya :

 

/***************************

Tutorial Membuat GPS Tracker menggunakan GPS NEO 6M dan SIM800L Berbasis Arduino Uno

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include "SIM900.h"
#include "sms.h"
SMSGSM sms;
char buffer[160];
char smsbuffer[160];
char n[20];
unsigned long last = 0UL;

#include "SoftwareSerial.h"

#include <TinyGPS++.h>
TinyGPSPlus gps;

#include <PString.h>
PString str(buffer, sizeof(buffer));
String kirim="";

int Buzzer = 12;

void setup()
{
  pinMode(Buzzer,OUTPUT);
  Serial.begin(9600);
  if (gsm.begin(9600))
  {
    sms.SendSMS("Nomor HP Anda", "GPS TRACKER ONLINE");
    delsms();
    digitalWrite(Buzzer,HIGH);
    delay(1000);
    digitalWrite(Buzzer,LOW);
    delay(1000);
    digitalWrite(Buzzer,HIGH);
    delay(1000);
    digitalWrite(Buzzer,LOW);
    delay(1000);
    digitalWrite(Buzzer,HIGH);
    delay(1000);
    digitalWrite(Buzzer,LOW);
    delay(1000);
  }
}

void loop()
{
  kirim="";
  while (Serial.available() > 0)
  if( gps.encode(Serial.read()))
  info();
}

void(* resetFunc) (void) = 0;

void delsms()
{
  for (int i=0; i<10; i++)
  { 
    int pos=sms.IsSMSPresent(SMS_ALL);
    if (pos!=0)
    {
      if (sms.DeleteSMS(pos)==1)
      {
      }
      else
      {
      }
    }
  }
}

void info()
{
  str.begin();
  str.print("https://maps.google.com/maps?q=");
  str.print(gps.location.lat(), 6);
  str.print(F(","));
  str.print(gps.location.lng(), 6);
  kirim=str;
   
  int pos=0;
  pos=sms.IsSMSPresent(SMS_ALL);
  if(pos)
  {
    sms.GetSMS(pos,n,20,smsbuffer,100);
    if(!strcmp(smsbuffer,"TrackingGPS"))
    {
      digitalWrite(Buzzer,HIGH);
      str.begin();
      str.print(kirim);
      sms.SendSMS(n,buffer);
      digitalWrite(Buzzer,LOW);
    }
    if(!strcmp(smsbuffer,"ResetGPS"))
    {
      sms.SendSMS(n,"GPS TRACKER RESET");
      delay(5000);
      resetFunc();
    }
    delsms();
  }


Selamat Mencoba.



 



Kamis, 20 Agustus 2020

Pendeteksi Dini Kebocoran Gas Berbasis Arduino dengan Menggunakan Peringatan Alarm dan SMS Gateway - Arduino Gas Sensor With SMS Alert

- 4 komentar

Gas LPG merupakan kebutuhan pokok Masyarakat Indonesia semenjak Bahan bakar minyak tanah dicabut oleh pemerintah beberapa tahun lalu. Akan tetapi bahan bakar LPG ini memiliki kelemahan yang sangat berbahaya. Banyak kebakaran dan kecelakaan terjadi yang di sebabkan oleh kebocoran gas dan meledaknya tabung gas elpiji ( LPG = Liquid Petroleum Gas ) akhir-akhir ini, menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat pengguna gas tersebut. Berita kebakaran pun sering terdengar sebagai akibat tabung gas LPG meledak. Penyebab meledaknya tabung gas ini karena kebocoran pada selang, tabung atau pada regulatornya yang tidak terpasang dengan baik. Pada saat terjadi kebocoran akan tercium gas yang menyengat, Gas inilah yang nantinya akan meledak apabila ada sulutan atau percikan api, atau adanya nyala rokok.

 

Baca Juga :  Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG, Pendeteksi Asap, dan Gas Metana Sederhana (Sensor Gas Dengan Menggunakan Arduino Uno dan Sensor Gas MQ2)


Kami mencoba membuat Pendeteksi Dini Kebocoran Gas Berbasis Arduino dengan Menggunakan Peringatan Alarm dan SMS Gateway - Arduino Gas Sensor With SMS Alert. Pada intinya ledakan dapat dihindarkan apabila adanya pencegahan dini, saat gas keluar atau pada saat kebocoran gas terjadi. sistem keamanan ini bekerja dengan cara memberikan sistem peringatan ( Early Warning System ) untuk memberikan sebuah tanda jika ada tercium bau gas disekitar rumah. Jika sistem ini mentedeksi adanya bau gas LPG maka sistem akan memberikan sebuah tanda berupa alarm/buzzer serta mengirim Notifikasi SMS ke HP pemilik Rumah. Sehingga terjadinya kebakaran dapat dicegah.

Baca Juga : Alat Pendeteksi Kebocoran Gas dilengkapi dengan Display LCD 16x2 


Berikut ini adalah Schematic Pendeteksi Dini Kebocoran Gas Berbasis Arduino dengan Menggunakan Peringatan Alarm dan SMS Gateway - Arduino Gas Sensor With SMS Alert:

Gas SMS Arduino Schematic - www.arduinoindonesia.id

Berikut ini adalah Hardware yang dibutuhkan :

1. Arduino Nano V3 >>> BELI DISINI

2. LCD 1602 >>> BELI DISINI

3. LCD I2C >>> BELI DISINI

4. Sensor Gas MQ-2 >>> BELI DISINI

5. Module GSM SIM800L >>> BELI DISINI

6. Buzzer >>> BELI DISINI

7. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

 

Berikut ini adalah Code Programnya :

 

/***************************

Pendeteksi Dini Kebocoran Gas Berbasis Arduino dengan Menggunakan Peringatan Alarm dan SMS Gateway - Arduino Gas Sensor With SMS Alert

Oleh : Arduino Indonesia
Website : www.arduinoindonesia.id
Toko Online : www.workshopelectronics3in1.com
Blog : www.edukasielektronika.com

Copyright @2020

****************************/

#include <LiquidCrystal_I2C.h>     
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27 ,16,2); 

#include "SIM900.h"        
#include "sms.h"           
SMSGSM sms;                
char smsbuffer[160];       
char n[20];                
boolean started=false;     

#include <SoftwareSerial.h>

const int SensorGas = A0;  
const int Buzzer = 12;     
 
void setup()
{
  lcd.init();                     
  lcd.backlight();               
  digitalWrite(Buzzer, HIGH);    
  delay(250);                    
  digitalWrite(Buzzer, LOW);     
  delay(250);                    
  digitalWrite(Buzzer, HIGH);    
  delay(250);                    
  digitalWrite(Buzzer, LOW);     
  delay(250);                    
  lcd.setCursor(0,0);            
  lcd.print(" PENDETEKSI GAS "); 
  lcd.setCursor(0,1);            
  lcd.print(" BOCOR ALARM SMS"); 
  delay(5000);                   
 
  pinMode(SensorGas, INPUT);     
  pinMode(Buzzer, OUTPUT);       
 
  Serial.begin(9600);            
  if (gsm.begin(9600))           
  {
    lcd.setCursor(0,0);              
    lcd.print("MODULE GSM READY");   
    lcd.setCursor(0,1);              
    lcd.print("  SINYAL BAGUS  ");   
    Serial.println("\nstatus=READY");
    started=true;                    
  }
  else                               
  {
    lcd.setCursor(0,0);              
    lcd.print(" MODULE GSM OFF ");   
    lcd.setCursor(0,1);              
    lcd.print(" INSERT SIMCARD ");   
    delay(5000);                     
    Serial.println("\nstatus=IDLE"); 
  }
 
  if (started)                                                               
  {
    sms.SendSMS("08xxxxxxxxxx", "Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas, READY!!!"); 
  }
}

void loop()
{
  int Gas = analogRead(SensorGas); 
  Serial.print(Gas);               
 
  if(started)                                                          
  { 
    if(Gas >= 500)                                                     
    {
      lcd.setCursor(0,0);                                              
      lcd.print("  AWAS TERJADI  ");                                   
      lcd.setCursor(0,1);                                              
      lcd.print("KEBOCORAN GAS!!!");                                   
      digitalWrite(Buzzer,HIGH);                                       
      sms.SendSMS("08xxxxxxxxxx", "Awas Terjadi Kebocoran Gas LPG !!!");
      delay(10000);
    }
   
    if(Gas < 500)                    
    {
      lcd.setCursor(0,0);            
      lcd.print("KONDISI RUANGAN "); 
      lcd.setCursor(0,1);            
      lcd.print(" AMAN DARI GAS  "); 
      digitalWrite(Buzzer,LOW);      
      sms.SendSMS("08xxxxxxxxxx", "Kondisi Ruangan dalam Kondisi Aman");
      delay(1800000);
    }
  }
  delay(1000);
}

 

Selamat Mencoba.